Logo Saibumi

Psikotes Peminatan: Temukan Minatmu, Aktualisasikan Dirimu

Psikotes Peminatan: Temukan Minatmu, Aktualisasikan Dirimu

Ilustrasi

Saibumi.com, Kesehatan - Salah satu tugas terberat bagi orang tua dan banyak menjadi permasalahan adalah mengarahkan anak dalam memilih masa depan. Tidak jarang terjadi perdebatan karena perbedaan pendapadan kemauan, baik antara ayah, ibu, anak dan keluarga terdekat. 

Menurut FX Albino Prasodjo, M.Si., Psi. salah satu Psycologist di Bethsaida Hospitals, usia remaja adalah saat pencarian identitas diri, yang salah satu bentuknya adalah pencarian minat terhadap suatu pekerjaan.

"Seringkali remaja dihadapkan pada banyak pilihan. Padahal, pilihan itu belum tentu sesuai dengan kemampuan dan minat yang ada pada dirinya. Selain teman, keluarga (orangtua) merupakan faktor yang dominan untuk membimbing remaja untuk memilih pilihan yang bukan atau tidak sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Dari hasil pengalaman, banyak orangtua yang “menyarankan” (dibaca: memaksa) anaknya untuk mengikuti keinginan mereka, dengan berbagai macam motivasi," papar dia. 

Fenomena tersebut banyak terjadi pada masa remaja dan pada akhirnya, remaja yang mengalami hal tersebut menjadi tertekan, karena banyak diantara mereka menjalankan semuanya itu dengan terpaksa. Akibat lebih lanjut, banyak anak yang kemudian berhenti kuliah ataupun menjadi stress dengan kuliah yang dihadapi.

Jika anak mengalami keadaan seperti itu, di satu sisi, ditemukan bahwa orangtua baru merasa menyesal telah “menyarankan” anaknya untuk memenuhi keinginan mereka. Namun di sisi lain, ada orangtua yang malah semakin menekan atupun memojokkan anaknya, dengan alasan klasik bahwa mereka (orangtua) merasa anaknya malas belajar.

Amat diyakini bahwa kejadian yang dialami oleh remaja seperti telah diuraikan merupakan pengalaman yang tidak ingin dialami. Lalu, apa yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian tersebut?

Sebenarnya, tiap anak mempunyai minat yang bertujuan untuk dapat mengaktualisasikan diri di lingkungan sosial. Masing-masing anak mempunyai minat yang berbeda-beda, satu sama lainnya. Mereka adalah pribadi yang unik. Namun, seringkali remaja, orangtua, maupun pendidik, kurang menyadari potensi yang ada. Karena potensi yang ada kurang disadari, maka remaja pun menjadi kurang dapat mengembangkan minat tersebut.

Dengan pemeriksaan psikologis (psikotes) peminatan, remaja dibantu untuk menemukan minat, kemampuan (bakat) dan tipologi kepribadian mereka. Dari hasil psikotes peminatan tersebut akan diketahui pula jenis pekerjaan yang sesuai dengan minat remaja tersebut. Selain itu, akan diketahui pula tingkat kecerdasan (IQ) dan kemampuan-kemampuan dasarnya, sehingga remaja akan mengetahui kemampuan dasar apa yang menonjol (berkembang) dan juga kemampuan apa yang kurang berkembang atau menjadi titik lemah dalam meraih prestasi belajar. Dari dua aspek tersebut akan dilihat apakah minat yang dimiliki oleh remaja akan didukung dengan kemampuannya atau tidak.

"Secara lebih mendalam, akan terlihat juga bagaimana kepribadian remaja ketika berada dalam situasi kerja. Faktor ini menjadi faktor pelengkap dari minat dan kemampuan anak. Dari aspek kepribadian, akan diketahui tentang bagaimana remaja dalam merespon dalam suatu situasi," ungkap dia.

Dalam pemeriksaan psikotes tersebut, penentuan saran Fakultas atau jenis pekerjaan yang sesuai dengan remaja, adalah dengan cara melihat terlebih dahulu minat anak. Kemudian, dilihat apakah minatnya tersebut didukung oleh kemampuan dasar (intelektual) atau tidak. Sedangkan faktor kepribadian menjadi pelengkap dari faktor minat dan bakat.

Misal, dari hasil psikotes didapat bahwa minat anak adalah di bidang Mechanical, Artistic, dan Practical, serta didukung oleh aspek kemampuan dasar di bidang Aritmatika, Logika, dan Ruang. Maka dari kedua aspek tersebut anak dapat disarankan kebidang seperti Fakultas Teknik dan atau Fakultas Desain.

Jadi dalam penentuan saran penjurusan, bukan didasarkan atas keinginan dari remaja (apalagi keinginan orangtua), namun lebih didasarkan pada kesesuaian antara minat dengan bakatnya (kemampuannya) yang terlihat dari hasil psikotes tersebut. Hasil psikotes peminatan bersifat objektif sedangkan keinginan atau harapan dari orangtua atau anak bersifat subjektif.

Ketika remaja sudah mendapatkan hasil psikotes, hendaknya hasil tersebut dibaca dengan sungguh dan berkonsultasi kepada psikolog untuk mendapatkan penjelasan yang lebih komprehensif tentang hasil psikotes tersebut, juga termasuk ketika ada persoalan lain yang menyertai remaja dalam memilih jurusan. (**)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong