Logo Saibumi

Lampung Surganya Peluang Pengembangan Energi Baik PGN

Lampung Surganya Peluang Pengembangan Energi Baik PGN

Foto Labuhan Maringgai (LBM) Offtake Station (OS) PGN.

Saibumi.com, Bandar Lampung - Lampung yang merupakan Provinsi paling selatan Pulau Sumatera ini ternyata menyimpan beragam potensi yang dapat dikembangkan.

Termasuk salah satunya potensi pengembangan energi baik gas bumi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Dengan dukungan beragam pembangunan infrastruktur yang salah satunya menjadi daerah yang memiliki fasilitas pengangkutan lengkap di Indonesia.

Hal ini dipaparkan Sales Area Head PGN Lampung Wendi Purwanto saat kesempatan wartawan Saibumi.com mengunjungi salah satu infrastruktur PGN tepatnya di Labuhan Maringgai (LBM) Offtake Station (OS) yang merupakan salah satu wujud komitmen PGN dalam penyediaan energi baik di Provinsi Lampung.

LBM OS ini merupakan pintu gerbang infrastruktur jaringan serta penyaluran gas bumi ke wilayah Provinsi Lampung. Melalui pipa South Sumatera West Java (SSWJ) gas bumi dialirkan dari Station Pagardewa di Sumatera Selatan menuju Lampung, pipa diameter 32” sepanjang 268 KM inilah yang menjadi penopang kebutuhan gas bumi untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan hingga Jawa Bagian Barat.

Perlu diketahui perjalanan bisnis gas bumi diawali dari sumur sampai ke end user bisa melalui berbagai metode, yang lazim digunakan dan lebih luas dikenal masyarakat awam adalah dengan menggunakan metode pipanisasi.

"Dalam hal bisnis gas bumi PGN, diantara wilayah area yang ada di Indonesia,  Lampung merupakan satu satunya yang memiliki fasilitas pengangkutan yang lengkap," ujar Wendi. 

Diawali dari pipa Transmisi yang mengangkut atau membawa gas bumi dari sumur gas ke jaringan distribusi. Kemudian dari pipa jaringan distribusi itu nantinya akan langsung dapat dinikmati oleh end user baik kategori pelanggan pembangkit, industri komersial, ataupun Rumah Tangga.

Selain pipa, di wilayah Lampung pula trerdapat fasilitas FSRU (Floating Storage Regasification Unit) yang merupakan fasilitas cargo LNG yang membawa gas dari Lapangan gas Tangguh untuk kemudian didistribusikan melalui pipa ke wilayah Sumatera dan Jawa, dengan fasilitas penerima yang juga terletak di wilayah Lampung.

"Dari keseluruhan fasilitas pipa yang ada tersebut, mulai dari pipa Transmisi, pipa Distribusi, maupun FSRU, pemanfaatan gas di wilayah Lampung masih sekitar hampir 40 persen dari kapasitas terbangun dan untuk memaksimalkannya peluang tentu masih sangat besar," jelasnya.

Pemanfaatan gas bumi untuk wilayah Lampung baru sekitar 34 BBTUD, meliputi PLTMG Tarahan 24 MW (4 BBTUD), PLTMG Sutami 30 MW (4.5 BBTUD), PLTG (MPP) New Tarahan 100 MW (22 BBTUD), serta pelanggan industri komersial lainnya. Kapasitas pipa jaringan distribusi yang ada saat ini mampu mengalirkan 80 Mmscfd.

Tentunya hal ini harusnya dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah, maupun investor yang ada untuk lebih memaksimalkan pemanfaatan atau utilisasi gas bumi untuk wilayah Lampung.

"Berbagai hal inilah yang menjadikan Lampung sebagai surganya peluang untuk dapat kembangkan energi baik PGN," tekannya.

Selanjutnya, selain sudah terbangun berbagai fasilitas infrastruktur PGN di Tanah Sai Bumi Ruwai Jurai. Lampung tentu juga mendapatkan feedback dari proses Holding BUMN Migas dengan PT Pertamina dan Sub Holding Migas dengan PT Pertagas.

Wendi menjelaskan, feedback utama yang dapat diraih dari proses Holding BUMN Migas dan sub holding Gas ini adalah efisiensi biaya operasional.

Dengan ketentuan kesepakatan hanya satu pipa terpasang dalam satu wilayah, maka tidak akan terjadi duplikasi kontruksi pemasangan pipa oleh PGN maupun Pertagas sehingga akan mampu efisiensi porsi pembiayaan.

"Bagi PGN Lampung khususnya proses Holding ini akan mampu meningkatkan pemanfaatan gas bumi, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar industri yang tumbuh dan meningkatkan kehandalan jaringan PGN karena pengelolaan gas bumi akan lebih fokus tanpa takut adanya potensi duplikasi kontruksi,"jelasnya.

Kemudian, terkait target yang ditetapkan oleh Pemerintah terhadap target 2019 pemasangan 1.000.000 instalasi jargas Rumah Tangga, Lampung terbagi kuota hingga 28.000 jargas dari hasil pembahasan lebih lanjut serta perencanaan anggaran oleh Pemerintah.

Pada pencapaian hingga September 2018 sudah terpasang 5.081 sambungan jargas. Presentase dalam pencapaian tersebut dalam periode September 2018 sudah mencapai 119 persen.

Untuk kategori pelanggan terkait jumlah tersebut adalah untuk sambungan Rumah Tangga, tetapi PGN diperbolehkan oleh pemerintah terkait perluasan pemanfaatan jaringan yang telah terbangun. Salah satunya menggunakan anggaran pemerintah untuk dapat dipergunakan kalangan industry komersial, PGN menyatakan sangat siap untuk merealisasikan hal tersebut. Dari beberapa pertemuan dengan calon pelanggan seperti Hotel, Rumah Makan, Kafe yang sudah banyak menginginkan untuk menggunakan gas bumi karena posisi jaringan terpasang telah tersedia di jalur tersebut.

Sedangkan untuk kategori pelanggan pembangkit, hanya dapat dilayani pada sisi jaringan Tekanan Tinggi. Di Lampung khususnya beberapa perencanaan pembangunan pembangkit baru untuk peningkatan kehandalan penyaluran listrik oleh PLN sesuai RUPTL, PGN menyatakan siap mendukung penambahan pemasangan pipa baru untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar gas bumi pembangkit tersebut.

Dengan isu lingkungan yang semakin kedepan menjadi fokus pemerintah dalam penyediaan energi, sangat mungkin gas bumi akan menjadi pilihan utama karena gas bumi terkenal sangat ramah terhadap isu lingkungan. (*)

Laporan Wartawan Saibumi.com, Yunike Purnama Putri

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong