Logo Saibumi

Tidak Diakomodir Maksimal PAD Pasar Pesawaran Ditarget Rp2 Miliar

Tidak Diakomodir Maksimal PAD Pasar Pesawaran Ditarget Rp2 Miliar

Ketua Pansus PAD DPRD Kabupaten Pesawaran Hipni Idris

Saibumi.com, Gedongtataan- Tim pansus DPRD Kabupaten Pesawaran menargetkan peningkatan PAD dari sektor pasar menjadi Rp2 miliar tahun depan.

Hal itu dikatakan ketua Pansus PAD DPRD Kabupaten Pesawaran Hipni Idris usai hearing bersama Dinas Koperasi dan Perdagangan, Kamis, 11 Oktober 2018.

"Kami telah turun ke lapangan, dan menemukan banyak sekali celah untuk peningkatan PAD, namun tidak diakomodir dengan baik," kata dia.

Menurut politisi PDI Perjuangan itu, pihaknya pun menghitung peluang peningkatan PAD di beberapa pasar, dan dari perhitungan itu peluang peningkatan PAD dapat digenjot dua kali lipat.

"Artinya, jika target saat ini hanya Rp1 miliar, Rp2 miliar itu masih lumrah dan rasional dan hal itu demi kepentingan pembangunan Kabupaten Pesawaran," kata dia.

Dikatakan Hipni, kondisi saat ini, setoran retribusi pedagang mengalami kebocoran pada level atas (dinas). Untuk itu, jika tidak ada pertanggungjawaban maka Pansus PAD berencana untuk merekomendasikan hasil temuan tersebut kepada aparat penegak hukum.

"Itu bisa saja terjadi, karena kami sifatnya bukan hanya meminta untuk mengembalikan uangnya,  kalau memang sudah tidak bisa ditoleransi lagi, maka kami akan laporkan."

"Karena, kalau tahun ini saja sudah bocor, bagaimana dua tahun sebelumnya," kata dia.

Hipni mengatakan, kebocoran pada sektor retribusi pedagang tersebut mencapai hingga 30 sampai 35 persen dari total target. Karena, target yang ditetapkan oleh Disperindag terhadap satuan nilai tidak sesuai dengan potensi retribusi yang ada di tiap pasar yang dinilai targetnya dibawah jauh dari standar.

"Tidak adanya sinkronisasi antara setoran bawah terhadap setoran dinas kepada kas daerah), disitu letak bocornya."

"Kita punya semua buktinya terlampir, dan itu tidak sesuai dengan Perda kita, satu meter persegi dipungut Rp3 ribu, semua pedagang kecil dan besar itu ditarik semua, tapi pemasukannya minim," kata dia.

Diketahui, target PAD untuk pasar baru Kedondong yakni sekitar Rp43,2 juta, untuk pasar Sukaraja Gedongtataan sekitar Rp31,9 juta, pasar Trimulyo Tegineneng sekitar Rp9,5 juta, dan pasar Padangcermin sekitar Rp6,6 juta serta pasar Margapunduh sekitar Rp3,9 juta per bulannya. (*)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong