Logo Saibumi

Bangun “Smart Villages”, Pesawaran Manfaatkan Teknologi dalam Sistem Administrasi Pemerintahan Desa
Dermawan Membangun Dan Berinovasi

Bangun “Smart Villages”, Pesawaran Manfaatkan Teknologi dalam Sistem Administrasi Pemerintahan Desa

Bangun “Smart Villages”, Pesawaran Manfaatkan Teknologi dalam Sistem Administrasi Pemerintahan Desa

Penggunaan  Teknologi Informasi menjadi sebuah keniscayaan pada era sekarang yang sering disebut sebagai era milenial. Kemajuan teknologi setidaknya memberikan sebuah instrumen yang luar biasa bagi masyarakat milenial dalam mentransformasi struktur sosioekonominya. 
 
Masyarakat “jaman now”, sekarang lebih mudah untuk mengekplorasi dan mengeksploitasi informasi serta kemudian mendesiminasinya bagi masyarakat lain yang hidup dalam ruang demografis yang berbeda.
 
Teknologi informasi nampaknya akan “menghapuskan” perbedaan yang signifikan dalam masyarakat yang hidup pada ruang geografis alami yang berbeda. Sekarang orang semakin mudah berinteraksi tanpa harus disekatkan dalam jarak dan waktu.
 
Penguasaan teknologi informasi setidaknya menghadirkan keuntungan secara sosio kultural dan ekonomi. Masyarakat sejatinya dapat relatif mudah berakulturasi secara positif pada dimensi kultur melalui kesenian, kesusastraan, filsafat dan lan lain yang secara mudah dapat terakses oleh sebuah instrumen yang “portable” dan tak terlepaskan dari keseharian masyarakat yaitu Handphone/gadget. Masyarakat juga menjadi lebih gampang untuk mengakses bahkan berbagi barang yang merupakan kebutuhan hidup disegala aspek. Tanpa disadari kita didekatkan dengan masyarakat di belahan dunia lain, tanpa harus bertemu secara fisik dan dengan cepat kita melakukan sebuah transaksi baik itu secara sosial maupun ekonomi.
 
Berbagai insentif positif dari hadirnya teknologi informasi, sejatinya harus dapat dimanfaatkan oleh entitas Pemerintahan Daerah bahkan oleh Pemerintah Desa. Berbagai pengalaman di negara negara lain menunjukkan bahwa teknologi adalah sumber utama dan menjadi faktor penggerak alam pembangunan ekonomi.
 
Dengan teknologi informasi setidaknya mendorong pemerintah daerah dan desa secara imperatif menghadirkan sebuah kemudahan dalam memperoleh informasi dan komunikasi terkait kebijakan publik yang di “produce”, peningkatan kuantitas serta kualitas pelayanan publik, sumber khasanah ilmu pengetahuan bagi masyarakatnya, serta memperkuat dan mengawal demokrasi secara inkusif di berbagai tingkatan. Lebih dari itu Teknologi informasi seharusnya dapat difungsikan  untuk menghubungkan segala aktivitas ekonomi yang ada di masyarakat dalam meningkatkan kesejateraannya. 
 
Menilik dari pemikiran yang terurai diatas, maka tentunya menjadi sebuah keniscayaan pula bagi Pemerintah Daerah untuk berpikir, mengelaborasi dan kemudian merasionalisasi framing teknologi informasi dalam sebuah strategi dan laku cerdik untuk memastikan Pemerintah Desa agar lebih terexpose teknologi informasi disetiap aktivitasnya sehingga menjadi lebih pandai dalam mengelola tata pemerintahan serta asetnya guna menghadirkan  sebuah “good village governance” yang akuntabel, transparan, profesional, tangguh dan mandiri.
 
Ide tentang Smart Villages atau sering kita sebut Desa Pandai bukanlah sebuah hal yang baru. Banyak wilayah di Indonesia sebenarnya sudah mulai mengimplementasikannya secara baik. Sesungguhnya Smart Villages menjadi sebuah langkah atau program yang merupakan kebutuhan untuk mendorong desa agar bisa setara dengan kota secara cepat dan “sustainable”. Desa diharapkan dapat menjadi entitas yang lebih maju, lebih canggih,  tangguh, mandiri serta lebih sejatera.
 
Perwujudan desa yang demikian adalah merupakan cita cita dari Bupati Pesawaran Dendy Ramadhona ST bersama Wakil Bupati Eriawan, SH yang tertuang dalam Visi dan Misinya  yaitu “Mewujudkan Desa Yang Tangguh dan Mandiri”. Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati secara korelatif tentunya  menahbiskan kedua pimpinan memiliki perhatian yang sangat luar biasa dalam menghadirkan kesejateraan masyarakat melalui pembangunan desa sehingga menjadi tangguh dan mandiri. Harapannya dengan desa yang tangguh dan mandiri pastinya akan dapat menghadirkan kesejahteraan atau kemashalatan bagi masyarakatnya.
 
Salah satu instrumen untuk mewujudkan cita cita tersebut adalah dengan menciptakan desa desa di Pesawaran yang berjumlah 148  Desa menjadi lebih “smart” atau pandai. Bertolak pada pemikiran bahwa pada dasarnya secara empiris desa juga menjadi tumpuan pembangunan nasional dan daerah. Keberhasilan desa secara tidak langsung dan terakumulasi akan mendorong kelangsungan ekonomi nasional dan daerah. Sehingga posisi desa adalah benar benar sangat vital bagi pembangunan disetiap level penyelenggaraannya.
 
Pengembangan desa secara inovatif menuju desa pandai – cerdas atau smart village sangatlah  dibutuhkan. Konsep atau model smart villages yang telah diaplikasikan di beberapa daerah di Indonesia tentunya tidak lantas bisa diinternalisasi dan dimanefestasikan untuk desa dalam kontruksi smart village di Kabupaten Pesawaran, karena kondisi dan karakteristik antara desanya secara sosial kultur, demografis dan geografis sangat berbeda. Dibutuhkan energi dan “effort” yang lebih dalam pengembangan desa cerdas – pandai dengan mempertimbangkan kondisi lokal desa, ketersediaan infrastruktur yang ada, serta kecukupan sumberdaya yang dimiliki.
 
Selain itu diperlukan adanya langkah yang strategis serta terencana dengan memberikan ruang yang lebih adanya keterlibatan seluruh stakeholder dari berbagai unsur dan sektor yang nanti akan bergerak secara bersama dalam secara holistik dalam rangka n mewujudkan smart village ini. Smart village setidaknya juga membutuhkan komponen komponen yang juga  smart, mulai dari institusi, insfrastruktur, teknologi dan masyarakat yang smart serta mau menerima perubahan. Dalam rangka keterpenuhan komponen tersebut, dibutuhkan support dari seluruh stakeholders smart villages. Setiap stakeholders harus dapat berkolaborasi untuk membangun sebuah smart village, termasuk melibatkan pihak pihak yang memiliki kapasitas teknologi, pemerintah daerah, akademisi, organisasi sosial, perusahaan, unsur petani, nelayan dll. Sentuhan dari berbagai elemen sangat dibutuhkan dalam mewujudkan smart villages.
 
Smart Village : Skema dan Pilar 
 
PILAR DESA PANDAI 
1. Efektivitas, Efesiensi, Kemudahan dan Transparansi Pelayanan Publik ( Smart Governance)
2. Aksestabilitas dan Market Share Ekonomi Desa (Smart Economy)
3. Kreativitas dan Persaingan Perekonomian Desa (Smart Society)

 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong