Logo Saibumi

Lima Tanda Atasan Tak Menghargai Anda

Lima Tanda Atasan Tak Menghargai Anda

image : freepik

Saibumi.com - Rehat, Keinginan untuk membuat perubahan dalam hidup seringkali menjadi alasan yang digunakan sebagai alasan seorang karyawan mengundurkan diri dari tempatnya bekerja.

Sebuah kebohongan yang sering disebut sebagai 'white lie' itu seakan menjadi antisipasi kalau-kalau Anda bertemu lagi dengan atasan Anda setelah mengundurkan diri (resign) dari kantor saat ini.

Padahal, tidak jarang juga, seorang karyawan mengundurkan diri karena merasa sakit hati dengan atasannya. Mengungkapkan bahwa; atasan pernah menggagalkan rencana liburan Anda bersama keluarga karena harus lembur, atau pelit mengucapkan terima kasih ketika Anda sudah meluangkan waktu lebih dari seharusnya, seringkali tak terucap demi menjaga hubungan dengan atasan setelah Anda resign.

Menahan diri untuk tak mengungkapkan alasan sebenarnya, menurut penulis rubrik karier di Forbes, Liz Ryan, memang tak bisa disalahkan.

Hanya saja, sangat memalukan jika atasan tidak menyadari bahwa dia telah melakukan hinaan kepada bawahannya, dan membuat anggota timnya memilih resign.

Ketika seseorang berhenti dari pekerjaannya, itu hampir selalu dikarenakan dia merasa terlalu banyak kekesalan yang harus ditanganinya. Mulai dari rasa bosan diabaikan, hingga perasaan tidak dihargai.

Ketidaksadaran atasan mengenai betapa kerasnya kata-kata mereka, atau kurang peduli mereka dengan kewajiban lain tim kerjanya, seringkali terasa bak tamparan untuk bawahannya.

Pertanyaannya, untuk apa bekerja untuk seseorang jika dia tidak dapat menunjukan hal dalam menghargai waktu, menyadari bahwa ada kehidupan lain di luar pekerjaan, ataupun sadar akan pentingnya memberi apresiasi kepada mereka yang sudah bekerja keras.

Jika atasan Anda tidak dapat melakukan itu, maka sama saja Anda sedang membuang-buang waktu dan energi untuk bekerja dengannya. Sudah seharusnya Anda memahami bahwa Anda berhak mendapatkan hal yang lebih baik, meski perusahaan Anda saat ini memberi gaji dan tunjangan yang cukup, namun di sisi lain atasan Anda malah tidak bisa menghargai apa yang telah Anda kerjakan.

Berikut adalah lima tanda atasan tak mampu menghargai Anda;

1. Tidak menghargai waktu Anda

Jika atasan Anda mendatangi meja Anda saat 15 menit sebelum waktu kerja berakhir dan memberi tugas yang harus diselesaikan dalam waktu 90 menit untuk pertama kalinya, Anda mungkin bisa mengerjakannya untuk membuktikan bahwa Anda mampu bermain dalam timnya. Namun, jika hal itu dilakukan hingga ketiga atau keempat kalinya, maka ada baiknya Anda mulai memperbarui resume karier Anda.

2. Tidak menyertakan Anda dalam informasi terbaru

Jika Anda telah berbulan-bulan berkonsentrasi untuk mengerjakan sebuah proyek, namun di saat jelang dimulainya proyek, Anda baru mengetahui bahwa atasan Anda telah memberikan pekerjaan tersebut untuk ditangani oleh pihak lain.

3. Membicarakan kinerja Anda dengan orang lain

Ketika atasan mampu menghargai Anda, maka dia akan menyampaikan langsung kepada Anda jika ada hal-hal yang harus diperhatikan atau diperbaikin menyangkut pekerjaan. Atasan yang buruk adalah yang membicarakan kekurangan Anda kepada orang lain.

Hal itu dapat terlihat ketika ada teman kerja Anda yang menyampaikan bahwa atasan Anda berbicara kepada tim lain saat Anda tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline. Anda tidak perlu bekerja dengan atasan yang gemar membicarakan seseorang namun tersenyum manis di hadapan Anda.

4. Tidak peduli dengan banyaknya tugas yang ditanggung

Kebanyakan dari pekerja tak ingin mengeluh soal tugas yang ditanggungnya. Sayangnya, tidak jarang seorang atasan memberikan tugas dengan batas waktu yang tidak masuk akal.

Padatnya tugas harian yang kemudian diselipkan tugas khusus tentunya membuat Anda dapat merasa kewalahan. Jika atasan tidak peduli dengan hal itu dan malah meminta Anda menyelesaikan masalah itu sendirian, mungkin Anda dapat sampaikan langsung kepada atasan tertinggi di perusahaan tempat Anda bekerja.

5. Tidak menghargai usaha ekstra

Kepuasan kerja akan terasa jika Anda dapat memberikan usaha ekstra melebihi tugas semestinya. Namun hal itu menjadi menyebalkan jika atasan Anda malah tidak menganggap usaha ekstra tersebut.

Bawahan yang mengalami hal seperti itu seringnya akan langsung menghitung waktu kerja sesuai dengan kewajibannya saja. Menyadari batasan waktu antara kehidupan pribadi dan pekerjaan menjadi sangat penting, jika atasan Anda tidak dapat menghargai waktu yang telah Anda berikan. (cnnindonesia)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong