Logo Saibumi

Sempat Hancur Karena Letusan Krakatau, Masjid Jami Al-Anwar Berdiri Kokoh Sejak 1888

Sempat Hancur Karena Letusan Krakatau, Masjid Jami Al-Anwar Berdiri Kokoh Sejak 1888

Masjid Al-Anwar tampak depan | Obbie Fernando/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Masjid Jami Al-Anwar merupakan salah satu masjid tertua di Lampung. Masjid yang dibangun pada jaman penjajahan kolonial belanda ini memiliki nilai sejarah yang mengagumkan.

Ahmad Efendi atau yang biasa disapa Ujang adalah pengurus Masjid Jami Al-Anwar yang berada di Teluk Betung Selatan. Beliau juga merupakan garis keturunan bugis yang pendahulunya membuat masjid ini berdiri.

Bedug di Masjid Al-Anwar | Obbie Fernando/Saibumi.com

"Awal cikal bakal berdiri pada tahun 1839, disini dulunya ada pelabuhan besar. Waktu itu jaman pemerintahan belanda dan pelabuhan itu tidak aman karena banyak perompak. Lalu datanglah 4 orang asal bugis yang merantau itu H.Muhammad Saleh, Sulaiman, Muhammad Ali dan Daeng Sawiji," ungkap Ujang pada 29 Mei 2018.

Pada saat keempat orang bugis merantau ke Teluk Betung, lalu dimintalah pertolongan oleh orang belanda untuk mengamankan pelabuhan tersebut.

 

Menara yang terletak di pekarangan Masjid Al-Anwar | Obbie Fernando/Saibumi.com

"Darisitulah mereka merantau kesini (Teluk Betung) diminta tolong oleh pemerintah belanda maksudnya supaya aman dengan cara tidak ada pertumpahan darah dan 4 orang tersebut adalah ahli agama," lanjut dia.

Karena mereka ahli agama maka dibuatlah surau atau mushola untuk beribadah orang islam. "Lalu buatlah disini Surau (Mushola), tiangnya bambu atapnya rumbia pada jaman dulu. Mereka tinggal disini buat pengajian dan tanah ini dizinkan oleh belanda untuk membuat masjid. Sehingga aktifitas orang islam ada disini," kata pengurus masjid Al-Anwar ini.

 Meriam Belanda yang diberikan pada penyerahan tanah Masjid Al-Anwar | Obbie Fernando/Saibumi.com

Saat masa itu gunung krakatau meletus daerah ini mengalami banjir bandang. Salah satu penduduk yang bermukim disini masih ada yang hidup bernama Abdul Ghofar Ismailu.

"Pada tahun 1883 meletuslah gunung krakatau sehingga banjir dan hancur semua rata dengan tanah. Dan waktu itu ada yang masih hidup namanya Abdul Ghofar Ismail dipanggilnya Bet Mailu itu menjadi lurah pertama di Teluk Betung ini. Tahun 1888 dia punya inisiatif untuk membangun masjid ini, lalu dipanggillah orang Lampung, Sunda, Jawa, Palembang dan lain-lain kumpul disini dan dibuatlah masjid ini dengan bangunan lama," jelas dia.

 Masjid Al-Anwar dari dalam dengan 6 tiang utama mewakilkan makna rukun iman | Obbie Fernando/Saibumi.com

Diera itu pembangunan masjid ini sudah memiliki 6 tiang utama yang dimaksudkan untuk mewakili makna rukun iman. Dan saat itu juga, dibuatlah sumur sebagai tempat wudhu jamaah masjid ini.

"Memang pada tahun 1888 ini sudah dibuat 6 tiang ini dan ini menandakan rukun iman. Lalu dibuatlah sumur juga dan sampai sekarang masih ada walaupun kemarau panjang enggak pernah kering. Kemudian meriam itu diberikan sama belanda waktu penyerahan tanah ini. Itu digunakan pada jaman dulu saat mau buka puasa dihidupkan sebagai tanda mau buka puasa," ujarnya.

 

Menara yang terletak di pekarangan Masjid Al-Anwar | Obbie Fernando/Saibumi.com

Saat ini masjid Al-Anwar sudah mengalami beberapa perkembangan karena mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

"Perkembangan sejauh ini karena ada bantuan dari pemda kita ganti gentengnya dan lain-lain, termasuk dari donatur maupun infak jamaah digunakan untuk pembangunan masjid ini. Dulu masjid ini enggak sebesar ini, tapi kita bongkar terus dilebarin akhirnya jadi seperti ini," ungkap pria ini.

 Sumur Tua di Masjid Al-Anwar | Obbie Fernando/Saibumi.com

Seperti masjid yang lainnya, pada Ramadhan masjid ini memiliki kegiatan tarawih dan pengajian. "Untuk puasa ini kegiatannya tarawih 23 rakaat, tadarus, pengajian dan kuliah subuh pengajiannya hari minggu, selasa dan kamis," kata dia.

Karena masjid ini cukup besar, kapasitas untuk jamaah disini juga cukup banyak. "Data tampung masjid ini mencapai 1500 orang, kalau lebaran bisa lebih karena tempat parkir dipakai juga," tutupnya.(*)

Laporan kontributor Saibumi.com Obbie Fernando 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong