Logo Saibumi

Safari Ramadan ke Lampung, KSAD Jenderal TNI Mulyono Kenang Saat Jadi Danyon 143 TWEJ

Safari Ramadan ke Lampung, KSAD Jenderal TNI Mulyono Kenang Saat Jadi Danyon 143 TWEJ

KSAD Jenderal TNI Mulyono (tak bertopi) saat melihat dinding di Mayonif 143 TWEJ Jumat, 17 Juni 2017.| Aji Saktiyanto/ Saibumi.com.

Saibumi.com, Lampung Selatan - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengenang sebagai Komandan Batalyon Infanteri (Yonif) 143 Tri Wira Eka Jaya (TWEJ) dalam kunjungan safari Ramadan di Lampung, Jumat, 17 Juni 2017.
 
Jenderal Bintang Empat ini menuturkan kunjungannya dalam rangkaian kegiatan safari Ramadan. "Dalam setiap tahun bersama-sama dengan prajurit. Ini kelima, sudah ke Kostrad, Kodam Siliwangi, dan Kodam Udayana. Nantinya akan ke Kopassus, Kodam IV Diponegoro," tuturnya.
 
Menurutnya selama tugas di Yonif 143 TWEJ atas perintah Danpussenif Bandung. "Saya pernah disini takutnya sombong. Saya tahun 1998 pernah tugas disini. Pada saat itu kita dalam kondisi tidak enak. Saya kesini akan bernostalgia saja tidak memberikan pengarahan," ceritanya.
 
Masih kata dia, mungkin sedikit akan bercerita saja. "1998 waktu mau jadi danyon saat dari Pussenif di Bandung. Saya dipanggil oleh Danpussenif. Waktu itu disini danpussenif bilang tempat masalah," imbuhnya. 
 
KSAD menerangkan penugasannya karena ada peledakan di kompi B saat itu. "Gemblong itu. Bisa meledak. TP (jenis peledak) buat untuk ngenteng. Ada driil mortir. Kalau batalyon yang bermasalah, saya bawa segudang alat-alat untuk dibawa kesini dalam ransel. Pabriknya masalah disini. Pelanggaran, bodoh, ketidakterampilan dan lainnya," bebernya.
 
Baru satu minggu sudah mendapat kunjungan dari Pangdam II Sriwijaya saat itu. "Disini kentut belum ada kunjungan Pangdam II Sriwijaya. Digelar pasukan dan kesimpulan oleh Pangdam Yonif 143 ini jelek. Saya kasih 3 bulan untuk memperbaiki kalau tidak saya copot. Ruangan saya saja tidak layak, ditanya sama Pangdam kayak kandang kambing. Dulu ini juga masih penuh semak belukar," paparnya. 
 
Dia pun langsung mengumpulkan semua prajurit usai Pangdam pulang. "Semua kumpul di pohon mangga itu. Semuanya pada nunduk. Ada ketakutan kepada mereka saya buat mereka rileks dengan tertawa. Lalu memberikan kesadaran dengan berjuang," jelasnya. 
 
Dari situ, lanjut dia, langsung memberikan pelatihan kepada prajurit untuk kemampuan samapta, menembak, berenang dan disiplin. "Maka saya gak pusing. Tiga bulan ada tontangkas. Mereka langsung meraih juara dan bisa mengalahkan dari Yonif lainnya," tutupnya. (*)
 
Laporan wartawan Saibumi.com Aji Saktiyanto

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong