Logo Saibumi

Oknum Pengurus Koperasi Jadi Otak Ilegal Logging di Pesbar

Oknum Pengurus Koperasi Jadi Otak Ilegal Logging di Pesbar

Kapolres Lampung Barat AKBP Andy Kemala | Edi Saputra / Saibumi.com

Saibumi.com, Lampung Barat – Abdul Kholik bin Samsul Bahrun (64), oknum pengurus Koperasi Tani Krui Sejahtera, koperasi penerima izin manfaat hutan tanaman rakyat (HTR) di Pekon Labuhan Mandi Kecamatan Waykrui Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), atas nama justru menjadi otak pelaku praktik illegal logging (pembalakan liar) di Hutan Produksi Terbatas (HPT) wilayah Pesisir. Peristiwa itu terjadi pada Rabu 30 Agustus 2016 lalu. 

Setelah melalui proses penyelidikan berbulan-bulan, Abdul Kholik diamankan Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Minggu (29/1). Perkara yang melibatkan namanya naik ke proses penyidikan dan berkas  telah dinyatakan lengkap (P21) dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Liwa Senin 30 Januari 2017. 

Kasat Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lambar AKP Firmansyah mendampingi  Kapolres AKBP Andy Kemala, melalui Kanit Idik II/Tipidter Ipda Febrian Gilang Ramandhanu, 31 Januari 2017, mengatakan kronoligs terungkapnya praktik illegal logging tersebut berawal ketika anggota menemukan adanya penebangan di pinggiran jalamn lintas Liwa-Krui tepatnya di daerah Pekon Labuhan Mandi Kecamatan Waykrui. 

Dalam melakukan penebangan tersebut, tersangka memperkerjakan Mulyanto dan Heriawan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kedua orang yang ditemukan sedang melakukan penebangan, keduanya mengaku melakukannya atas perintah tersangka. 

”Kedua orang tersebut hanya sebatas saksi, karena dari hasil pemeriksaan mereka mengaku disuruh  oleh tersangka dengan dalih memiliki izin untuk melakukan pemanfaatan di lahan HTR. Dari hasil penyelidikan  kami termasuk mendatangkan tim ahli dari Dinas Kehutanan koordinat lokasi penebangan tidak sesuai dengan izin yang dikantongi, dalam kata lain penebangan dilakukan di luar wilayah kerja,” ungkap Gilang. 

Koperiasi Tani Krui Sejahtera  memang memiliki izin untuk melakukan pengelolaan HTR dengan nomor registrasi 522.11/82/4.01/2014 luas wilayah kerja sekitar 677 Ha. Namun  untuk lokasi penebangan  tersebut dilakukan cukup jauh dari wilayah kerja mereka. 

”Saat olah tempat kejadian perkara (TKP) tersangka masih tetap menyangkal, namun dengan bukti-bukti yang kuat akhirnya perkara tersebut naik ke tahap penyidikan, dan pada Minggu lalu tersangka kami amankan dari kediamannya,” kata Gilang. 

Lebih lanjut Gilang. untuk barang bukti yang berhasil diamankan dalam  perkara tersebut yakni satu unit mesin shincaw, 24 batang kayu kasau jenis durian ukuran 5x5x400 cm, 22 keping kayu papan jenia durian ukuran 3x25x400 cm, 79 batang kayu kasau jnis jabon ukuran 5x5x400 cm, 13 keping kayu papan jenia jabon ukuran 2x25x300 cm, empat batang kayu balok jenis surian ukuran 12x20x300 cm, satu batang kayu balok jenis surian ukuran 12x20x250 cm. 

”Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka akan dijerat pasal 12 huruf (c) junto pasal 82 ayah 3 huruf (c) uu ri nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pembernatasan kerusakan hutan , junto pasal 55 KUHPidana dengan ancamannya paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun, serta denda paling sedikit Rp500 juta, paling banyak Rp 2,5 milliar," kata dia.(*) 

Laporan wartawan Saibumi.com Edi Saputra 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong