Logo Saibumi

Tenggelamnya Warga di Pantai Labuhan Jukung dan Mandiri, BPBD Pesisir Barat : Bukan Tanggung Jawab Kami

Tenggelamnya Warga di Pantai Labuhan Jukung dan Mandiri, BPBD Pesisir Barat : Bukan Tanggung Jawab Kami

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesisir Barat, Syaifullah. | Edi Saputra/Saibumi.com

Saibumi.com, Pesisir Barat - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat menyatakan tenggelamnya empat warga Lampung Barat di Pantai Labuhan Jukung dan Mandiri bukan menjadi tanggung jawabnya.

"Ini yang harus diluruskan kepada masyarakat jika tenggelamnya pengunjung pantai itu bukan ranahnya BPBD karena dia bukan masuk bencana tetapi kecelakaan laut. Itu sudah jelas Undang- undangnya tetapi karena ada unsur kemanusiaan dan keikhlasan kami dalam membantu, makanya kami dari BPBD turun bahkan hingga pencarian berakhir. Hari terakhir salah satu korban ditemukan itu saya sendiri yang menemukannya, jadi bukan pula kami lepas tangan," kata Kepala BPBD Pesisir Barat, Syaifullah Kamis 5 Januari 2017, diruang kerjanya.

Menurutnya, sejak pagi hari sudah menurunkan tiga tim dengan kapal karet untuk mengantisipasinya."Dari awal kami sudah menurunkan tim di sepanjang pantai itu, bahkan yang menjadi dilema saat tim kami meminta para pengunjung untuk tidak turun kelaut dan mandi di daerah terlarang. Para pengunjung malah meledek, bahkan banyak yang ngomong Om Telolet Om," ujar Syaifullah. 

Saat disinggung siapa yang berwenang terkait musibah di laut, Syaifullah tidak menuding siapapun. "Saya tidak menyalahkan siapa-siapa masalah musibah ini, tetapi ini adalah tanggung jawab dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Biar masyarakat tahu juga bahwa tidak ada dana anggaran bagi warga tenggelam," kata dia. 

BPBD juga bukan tempat SAR tetapi BPBD memiliki tim sendiri. Ada empat tim di BPBD yakni DEC cepat, tim koordinasi, tim dalam dan saklak. "Jadi semua unsur terlibat dalam hal musibah tenggelamnya pengunjung. Namun kepedulian saya saat adanya musibah langsung turun langsung, dengan 20 orang BPBD dan dua mobil dua motor saya ikut dan mencari," kata Syaifullah. 

BPBD kabupaten sampai saat ini, kata dia, masih dianggap kecil sementara di tingkat pusat BPBD ini sangat besar. "Dalam hal ini tentunya kedepan kami akan berkoordinasi dan membentuk tim koordinasi yang didalamnya ada Polres, Pol Air, Tentara dan Pol PP dan paling kami harapkan adanya andil dari Bapedda dan PPKAD. Hal seperti ini harus dibenahi bahkan TRC juga harus dilatih, perlengkapan juga harus memadai," kata dia. 

Untuk diketahui nama-nama korban yang tenggelam di pantai Labuhan Jikung dan Pantai Mandiri Sejati Kabupaten Pesisir Barat Minggu 1 Januari 2017 lalau yakni, Alpiati Binti Suhardi warga kecamatan kebun tebu, Yani Andriani Bin Artan (23 Tahun) warga kecamatan Kebun Tebu, Nur Cahyono Bin Sarno (17 tahun) warga Pekon Balak Padang Cahya kecamatan Sukau Lampung Barat, selanjutnya atas nama Arif (24 Tahun), Firman (24 Tahun) kedua korban adalah warga kecamatan kebun tebu. Semua korban sudah ditemukan dan sudah dimakamkan oleh keluarganya masing-masing. 

Sementara dua korban selamat yakni Angga Rapi Jaya Bin Hamdani (19 Tahun) warga pekon Pura Jaya kecamatan kebun tebu dan Reka Adepita Bin Winarto (20 Tahun) warga kecamatan Gedung Surian, Lampung Barat.(*) 

Laporan wartawan Saibumi.com Edi Saputra

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong