Logo Saibumi

Terdakwa Pembunuhan dan Mutilasi Anggota DPRD Bandar Lampung Batal Ajukan Eksepsi

Terdakwa Pembunuhan dan Mutilasi Anggota DPRD Bandar Lampung Batal Ajukan Eksepsi

Terdakwa Brigpol Medi Andika (kemeja biru) saat berdiskusi dengan tim PH sebelum meningglkan ruang sidang dengan pengawalan ketat. | Saryah M Sitopu/Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Kota Bandar Lampung, Brigpol Medi Andika, batal mengajukan eksepsi.

"Selaku penasehat hukum, kami pelajari tidak ada hal prinsif dalam dakwaan. Sehingga, memutuskan tidak jadi mengajukan eksepsi. Jadi, materi dakwaan sudah memenuhi semua standar, " kata penasehat hukum terdakwa dari Sopian Sitepu Law Firm, di awal sidang kepada Majelis Hakim, di ruang sidang Garuda Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 6 Desember 2016, pukul 11.51 WIB.

BACA JUGA: Slamet Prihantara: Lapas Tak akan Bersih dari Narkoba

Seharusnya, hari ini, materi sidang mendengarkan tanggapan terdakwa terhadap materi dakwaan yang diberikan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Lampung. Namun, karena baru sehari menerima surat dakwaan, sehingga tidak sempat mempelajari detail dari dakwaan tersebut.

Tim JPU Kejati sendiri, mengetahui hari ini materi sidang adalah mendengarkan eksepsi terdakwa, sama sekali tidak menyiapkan saksi.

"Kepada PH terdakwa dan tim JPU, Majelis Hakim menerima daftar saksi yang diajukan JPU mencapai 45 orang. Itu di luar saksi dari pihak terdakwa. Demi efisiensi waktu, Majelis Hakim perintahkan JPU untuk mengatur supaya seluruh saksi tersebut bisa selesai bersaksi dalam enam kali persidangan," kata Hakim Ketua Minanoer menanggapi jawaban Tim JPU Kejati.

Biasanya, sidang pemeriksaan saksi paling maksimal berlangsung empat kali. Karena sidang menyangkut kasus luar biasa dengan ancaman hukuman mati kepada terdakwa maka Majelis Hakim memberi kelonggaran hingga enam kali.

Kepada PH terdakwa, Majelis Hakim memberikan kesempatan tiga kali sidang untuk mengajukan saksi yang meringankan dari pihak terdakwa. Majelis Hakim memperkirakan keseluruhan sidang atas terdakwa Brigpol Medi Andika bisa memakan waktu hingga empat bulan lagi. 

"Sesuai perintah Majelis Hakim maka kami persiapkan dulu bagaimana pengaturan 45 saksi ini. Sehingga, bisa selesai dalam enam kali sidang pemeriksaan saksi,” kata Agus Priambodo, anggota Tim JPU Kejati, kepada awak media, usai sidang.

Yang jelas, kata dia, sidang pemeriksaan saksi perdana Selasa, 13 Desember 2016 mendatang. Saksi di antaranya, saksi pelapor yakni istri dan adik korban.

Berbeda dari sidang perdana minggu lalu yang diwarnai emosi keluarga dan kerabat korban, sidang hari ini sama sekali kosong. Tidak ada satupun pihak keluarga korban dan terdakwa yang hadir.

Sementara, terdakwa Brigpol Medi Andika sendiri sepanjang sidang tetap terlihat tenang. Dengan memakai kemeja biru lengan pendek, celana hitam, dan berkacamata, mantan ajudan Kapolresta Bandar Lampung ini sempat berdiskusi kecil dengan tim PH, sebelum meninggalkan ruang sidang. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Saryah M Sitopo

BACA JUGA: Lapas Kelas IA Bandar Lampung Disetujui Jadi Lapas Industri

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong