Logo Saibumi

Pulang Naik Gunung Tanggamus, Dua Mahasiswa Unila Telapak Kakinya Membusuk

Pulang Naik Gunung Tanggamus, Dua Mahasiswa Unila Telapak Kakinya Membusuk

RM saat berbaring dengan kondisi kaki lecet dan bernanah di Rumah Sakit Advent Senin, 5 Desember 2016.| Aji Saktiyanto/ Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Dua mahasiswa Universitas Lampung mengalami pembusukan pada kakinya setelah mengikuti latihan dasar (landas) ke XXIV yang diadakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) di Gunung Tanggamus pada 25 November 2016 sampai 2 Desember 2016.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Saibumi.com terdapat enam mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas yang mengikuti landas yakni RM dari Fakultas Hukum, RA dari FISIP, IP dari FMIPA, MF FISIP, HI dari FISIP, dan MI dari FEB. 

Adapun tiga orang laki-laki dan tiga orang perempuan termasuk diantaranya RA dan RM yang kakinya lecet sampai membusuk. Pengakuan RA ini pun sempat mengalami tindakan kekerasan dengan tamparan di wajahnya. RA pun kini harus izin kuliah karena belum memungkinkan atas kondisi telapak kakinya yang lecet sampai membusuk. 

RA pun hanya dapat terbaring dikediamannya Jalan Pulau Morotai, Gang H Said Jagabaya, Way Halim, Bandar Lampung. Hal sama juga dialami oleh RM mahasiswa Fakultas Hukum 2016 yang dirawat di Rumah Sakit Advent akibat telapak kakinya yang membusuk.

RM mengaku dirinya menggunakan sepatu waterproof ketika mendaki Gunung Tanggamus. "Saya dengan lima teman lainnya naik Gunung Tanggamus karena ikutan landas Mapala Unila. Disana jalan dan karena hujan jadi lembab hingga membuat lecet dibanding yang lainnya," cerita dia kepada wartawan di RS Advent Senin, 5 Desember 2016.

RM pun sempat dimarahi oleh sang Ibu akibat kondisi kakinya yang lecet tersebut. "Kan hari Jumat sudah pulang dari Gunung Tanggamus pas Sabtu pulang diantar oleh orang Mapala dan Ibu marah," ungkapnya.

Saat landas, kata dia, untuk memperkuat fisik setiap peserta melakukan tiarap dan guling-guling. "Ya ada tiarap sama guling-guling. Untuk fisik. Ya ditampar tapi kondisional aja," terangnya.

Yuli selaku orang tua RM meminta agar pihak Mapala dapat beritikad baik untuk memberikan perhatiannya. "Kalau tahu kejadiannya bakal seperti ini saya tidak izinkan. Ini sampai sekarang tidak ada itikad baik dari Mapalanya semenjak diantarkan pulang pada Sabtu," imbuhnya.

Masih kata dia, kakinya sudah diperiksa dokter dan lebih baik. "Sudah boleh pulang. Rawat jalan saja, sebelumnya dokter juga bilang saat diobati di sekretariat dengan PK itu salah. Makanya nambah parah," tutur wanita yang mengenakan jilbab ini.

Yuli menambahkan Bapaknya langsung ke Unila. "Makanya inikan bapaknya kesana laporan ke bagian rektorat dulu. Ke pembimbingnya atau dosennya. Pengennya mereka ada pertanggungjawaban lah," tandasnya. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Aji Saktiyanto

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong