Logo Saibumi

Kasus Tender Kurung Dinas PU Lampung Utara Tidak Ditemukan Alat Bukti

Kasus Tender Kurung Dinas PU Lampung Utara Tidak Ditemukan Alat Bukti

Kasi Intelejen Kejari Kotabumi Dicky Saharuddin, saat menjelaskan proses kasus tender kurung. | Sarnubi/ Saibumi.com

Saibumi.com, Kotabumi - Penyelidikan dugaan kasus tender kurung di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lampung Utara 2015-2016, yang sempat ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabumi belum didapati alat bukti.

"Kami dulu telah memprosesnya dengan beberapa tahapan. Tapi, pada proses itu, Pokjas belum menemukan bukti awal adanya dugaan nepotisme dan penyuapan dalam tender tersebut," kata Kasi Intelejen Kejari Kotabumi, Dicky Zaharuddin, di kantornya, Senin, 5 Desember 2016.

‎Dia juga mengatakan sebenarnya kasus tender kurung itu pernah ditangani oleh Kejari Kotabumi pada akhir 2015 lalu. Dan, saat itu, kasus langsung ditangani kelompok jaksa (pokjas) dengan melakukan beberapa tahapan sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku. 

Saat itu, lanjut Dicky, Pokjas telah memanggil panitia lelang dan para pelapor untuk dimintai keterangan. Untuk panitia lelang sendiri telah melakukan tahapan-tahapan sesuai prosedur yang berlaku. Dan kebetulan memang pemenang tender adalah perusahaan-perusahaan itu. 

"Mengenai pelimpahan kasus itu dari Kejati kami telah membuat dan mengirimkan laporan. Isinya, Kejari telah pernah menangani kasus itu, tapi memang belum ditemukan bukti adanya penyimpangan. Dan, berdasarkan wawancara saya terhadap pokjas yang dulu menangani kasus ini," jelas Dicky.  
Lebih jauh dia mengatakan selain saksi-saksi terlaporan, Kejari Kotabumi juga telah memanggil p‎ihak pelapor seperti Gabungan Lembaga Antikorupsi (Galak). Dan setelah diberikan keterangan tentang penanganan kasus ini, mereka (pelapor) bisa menerimanya.

‎Sebelumnya, Kejati Lampung melalui Kasie Penerangan dan Hukum (Penkum) Yadi Rahmad, telah melimpahkan kasus itu kepada Kejari Kotabumi dengan alasan untuk mempermudah proses pengusutannya.

Dan Kejati pun berjanji akan terus memantau jalannya penanganan kasus itu. Diketahui proyek tender kurung yang disinyalir sarat penyimpangan pengkondisian pemenang tender kepada satu perusahaan tertentu.

Indikasi pengkondisian itu diperkuat oleh peserta tender mayoritas sama. Parahnya lagi, ditemukan adanya nilai penawaran yang sama dari perusahaan yang berbeda di paket yang sama. 

Seperti tender proyek peningkatan cakupan sistem penyediaan air bersih, sistem perpipaan dan nonperpipaan di Desa Tanjungraja senilai Rp400 juta. 

Sarana air bersih dan sistem perpipaan di Desa Periangan, Kecamatan Tanjungraja senilai Rp1 miliar. Peningkatan Jalan Sukamaju-Talanggabus senilai Rp1,7 miliar. Pemeliharaan jalan Sp. A. Tegajul Tanjungharapan senilai Rp1,4 miliar. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Sarnubi 

 

 

 

 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong