Logo Saibumi

Cahaya yang Berpendar (Puisi-puisi Karya Apin Suryadi)

Cahaya yang Berpendar (Puisi-puisi Karya Apin Suryadi)

Cahaya yang Berpendar. | dok/Saibumi.com

Cahaya yang Berpendar 

(Buat Anakku yang hilang rindu)

BACA JUGA: Merah dan Putih, Semut di Balik Daun, Mawar Merekah

matahari dan bulan hanya sekejap berpendar

dan menyimpan cahayanya di mataku

cahaya yang dipisahkan oleh jarak

dari dinding hati

 

Seperti menyembunyikan cinta di matamu

Tapi kau dan aku terlalu lama membentangkanrindu

 

Anakku, tak pernah tahu

ada cahaya yang menyelinap

dari ruangan ini

entah kapan kita bertemu lagi

sampai pada waktuku

 

(Oktober 2016)

 

Lorong Waktu

(Kepada yang bernama anak)

 

dari senyap yang panjang

cinta dan sayang seperti lorong waktu yang berjalan

 

 “Hidup ini, tanpa hiasan dan senyuman,” katamu

Ketika aku merindukan kembalibusur anak panah

yang menancap pada ulu hati

kau diam diam masih dendam pada waktu

 

Aku memujimu

Dari ketabahan setiap waktu

 

(2016)

 

 

Berasal dari Rahim Ibu

jika aku mengingatmuterlahir dari rahim ibu

tangismu melengking setiap hari dipeluk dan disayang

selalu membayang siang dan menguras malam

semua itu agar kau kelak berbakti

pada Ibumu

 

Kehadiranmu seperti aku dihadirkan oleh

Nenekmu aku juga sayang dan rindu pada ibu

Apakah kau juga sama seperti itu?

 

Sebab dibentangkan waktu

kau tak mampu melihat

betapa aku dan ibumu menggendong waktu

dalam resah berkepanjangan

jika kau kelak tidak lagi mengaku ibumu

maka kuputuskan saja lehermu

 

(2016)

 

Jangan Bentak Ibumu, Nak

(Untuk Anak-anakku)

 

Jangan bentak ibumu, nak

Ibu yang memberikan matahari dan bulan

pada setiap cahaya siang dan malam

Ibu yang memberikan air kehidupan

pada setiap dahaga datang siang dan malam

 

Ingatlah kau selalu terjaga

Dari ketakutan dan kecemasan

serta ancaman yang dihardikkan kepadamu.

 

Dipelukan kasih sayang yang besar, nak

Doa selalu mengitari jagat raya ini untukmu.

Angin pun selalu menggerakkan arahnya

Bila izinmu diharapkan.

Jangan sekali-kali bentak ibumu, nak

Nanti kau durhaka

****

 

 

Jalan Bank Banten

Di jalan Bank Banten

ada jejak yang tertinggal

jejak yang masih menyisakan harapan

jika kaki mampu berjalan

maka akan meninggalkan jejaknya

jika hati yang temaram

maka meninggalkan bayangannya

 

serupa jejak kita yang tertinggal dan

nama yang terhapus

di jendela kaca kelas

di ruangan ini

ada suara suara nyanyian serupa tarian jaipongan

berlaga di hatiku

 

dan tiba tiba saja mengubah kehangatan 

serta diam-diam mengubah suasana

lalu menyusup di pelabuhan kecilku

Kaukah itu

 

(13/10/2016)

 

Historis Mimpi

Historis mimpi dari para nabi
Hukum dari sumber hukum

Ingatlah, Ibrahim menyembelih Ismail
datang dari mimpi-mimpi
ingatlah, Yusuf ditakwil jadi nabi dari mimpi
pada matahari, bulan, dan bintang sujud padanya
tetapi kita ini, bukan dalam historis nabi-nabi

yang tertera pada kitab suci
tapi hanya mimpi manusia biasa,

mimpi tidak menjadi hujjah pada sebuah hukum
kecuali, ditimbang dalam hukum  syariat
"Janganlah bersumpah atas mimpimu."

***

(25/12/2015)



Hujan Kata Kata

Di televisi yang disaksikan semua mata sawan

ada hujan kata-kata di meja makan dewan

mereka teriak lantang dan kerapmaki-makian

sesama utusan saling  tuding-tudingan

siapa yang  paling benar masalahnya menjadi hujan

kata- kata

 

kata kata yang terus disemburkan

melukai perih di mata lawan

adakah permintaan yang menyimpan benak

sebab kekalahan telak

dari pergulatan dan perdebatan yang harus ditindak

apa yang kau dapatkan hari ini dan kelak

belum sepenuhnya mengerti untuk berteriak

bahwa arti kehidupan
sesungguhnya dari kata kata yang dihujankan

dan semburannya hingga  menyisakan

di ruang dan waktu yang sia sia

seperti ludah

(karena kata-kata tidak berpihak  pada kebenaran)

 

(Gedung Dewan, 3 /10/ 2014)

 

 

Membaca Puisi yang Terlunta

Diam-diam aku membaca puisi yang terlunta

Dari lembaran waktu yang buram

puisinya masih berkabut

Dari waktu yang terpaut

 

Tiba-tiba saja aku membaca puisi yang sepi

Dari waktu yang samar di dalam kamar

puisinya ranum dan berbau harum

tetapi demi waktuku

puisiku terus saja merana

 

(25 November 2016)

 

 

Mencintai Waktu

Andai saja aku mencintai waktu

pada usia kanak kanak

maka, kuingin waktu menjadi teman

dalam hidupku setiap masa

 

jika waktu terus dimanja

tumbuhnya selalu berbunga-bunga

tidak seperti sekarang

waktu terbuang

dan sia-sia

 

kuingatkan kepada kau

jangan menelan waktu seperti aku

dan

demi masa

 

(25 November 2016)

 

 

Dari Awan yang Berarak

Awan mengayunkan hujan

dari perjalanan yang jauh

mengikuti arahnya

 

seperti aku di sini

menunggu hujan

setelah itu

turun ke ladang

untuk menuai harapan

(November 2016)

 

Tentang Penulis: Nama lengkapnya H Tb Apin Suryadi, lahir di Pandeglang 8 April, biasa menggunakan namanya Apin Suryadi dalam kepenulisannya. Tulisannya berupa puisi, cerpen dan novel dimuat berbagai media. Selain itu, ia juga pendiri Majalah Mutiara Banten serta mengelola Yayasan Raudhatul Ad Dzikro yang bergerak di bidang agama dan sosial kemasyarakatan. Ia tergabung di Komunitas Sastra Gunung Karang (KOMSAS GURANG) bersama Riduan Hamsyah, Farhan, ZhamSastra, dll

Dari Pengasuh

Kami memberikan ruang kepada siapapun untuk berkarya. Bagi kami, kesusastraan nasional itu sesungguhnya adalah sebuah keberagaman; mulai dari sastra kaum pemula, sastra kaum tepi, hingga sastra kaum yg telah memiliki label nasional alangkah indahnya bila kita sepakat untuk dilihat secara bersama sama dan miliki tempat serta ruang yang sama pula untuk dihargai sebagai bagian dari corak warna dalam keberagaman. Sebab kita semua memiliki hak untuk hidup serta menemukan bentuk. Silahkan kirim karya anda ke email: riduanhamsyah@gmail.con atau inbox akun fb Riduan Hamsyah.

 

 

BACA JUGA: Senandung Jangkrik, Rinai Membasah Rimba Mendekap Angin

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong