Logo Saibumi

Zakaria Malik: Ini Ketiga, Bukan Terakhir

Zakaria Malik: Ini Ketiga, Bukan Terakhir

Zakaria Malik | Saibumi.com.

Saibumi.com, Bogor - Zakaria Malik, peraih medali emas Atletik Lampung dari nomor dasalomba PON XIX-2016, tampaknya memang sebuah pengecualian.

Usia yang sudah terbilang senior, hampir 34 tahun, bukan penghalang untuk memberikan kebanggaan kepada daerahnya. Meski harus bersaing dengan atlet-atlet muda, dan berada pada fase golden age yakni kisaran 22-26 tahun, Zakaria Malik tetap tak terbendung untuk menguasai nomor paling berat itu, dasalomba.

Zakaria meraih emas dengan total nilai 6812, peraih perak Yusak Refasi dari Papua (6697), perunggu Gayus Sibuang dari Kaltim (6456).

Tidak tanggung-tanggung, medali emas kemarin merupakan emas ketiga suami Dessy Junita itu di arena PON untuk nomor dasalomba. Jek, begitu lelaki kelahiran Dayamurni, Tuba Barat, 29 November 1983, itu disapa, telah mengusai panggung nomor dasalomba Indonesia sejak PON XVII-2008 Kaltim, PON XVIII-2012 Riau, dan kini PON XIX-2016 Jabar.

Apakah ini akan menjadi medali emas terakhir? "Ini yang ketiga (even PON) tapi bukan yang terakhir," tegas Jek.

Banyak pihak pasti meragukan ketegasan ayah dari Alfarezel Malik dan Aufar Islam Malik ini. Paramaternya pasti usia. "Biar aja orang bilang begitu, saya tetap punya tekad tidak akan menyerahkan gelar juara dasalomba dengan atlet yunior kalau kemampuan mereka belum bisa mengalahkan saya," ujar pemilik gelar "Manusia Terkuat di Indonesia" itu.

Dasalomba memang identik dengan terkuat, karena sangat jarang atlet yang mampu melakoni 10 nomor perlombaan sekaligus yakni: lari 100m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, lari 400m, lari 110m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, dan lari 1500m.

Yakin? "Yakin Bang, lawan saya bukan mereka (yunior-yuniornya) tapi diri saya sendiri. Jika saya mampu terus menjaga kemampuan, saya yakin mereka tidak bisa mengalahkan saya," kata penyuka burung kicau ini.

Analogi Jek bisa diterima tapi sejujurnya pasti masih banyak yang meragukan. Namun Zakaria sudah membuktikan bermodal dedikasi, loyalitas, dan tekad dia tetap bisa bertahan dipuncak.

"Melihat kemampuan lawan-lawan yang masih muda dan kuat, saya sempat goyah. Namun begitu teringat tugas daerah dan permintaan anak, semua kelelahan itu saya lawan. Saya kembali pada tekad semula, selagi kalian belum hebat, jangan coba-coba mengambil jatah medali emas saya," kata atlet pemilik gelar M.Pd di belakang namanya ini.

Usai perlombaan hari pertama, Sabtu, 24 September 2016, Jek ditelpon Rezel. Anak sulungnya itu minta bapaknya pulang nanti membawakan oleh-oleh medali emas. "Oowalah...berat bener permintaan itu, tapi sebagai Bapak, ya saya wajib mewujudkan keinginan anak. Telpon itu jadi salah satu penguat tekad saya untuk memenangkan perlombaan dengan kemenangan. Ini medali emas untuk Rezel, istri saya (Dessy), Aufal, dan daerah Lampung," kata Zakaria.

Loyalitas? "Jangan tanya itu Bang, karena kadang melahirkan kesedihan walau ada kehormatan di situ," elaknya.

Ya, loyalitas kepada daerah tercinta, Lampung, sudah harga mati. Zakaria Malik bergeming dengan tawaran dua daerah yang ingin merekrutnya menjelang PON XIX. Demi menjaga hubungan baik, Jek tak bersedia nama dua daerah yang memintanya disebut.

Apa kamu gak silau jika ditawari Yusak Refasi (atlet Papua) Rp500 juta untuk mengalah? "Urusan uang sudah selesai, tidak perlu dibahas, saya tetap akan menjaga kehormatan saya sebagai atlet Lampung," tegasnya.

Kamu butuh modal usaha karena belum punya kerjaan, masak nolak kalau dibawain uang Rp500 juta, Setengah Miliar loh itu? "Ampun Bang...jangan soal itu, itu sudah selesai, batin dan pikiran saya sudah bulat, tetap Lampung," lagi-lagi Jek mengulang tekadnya.

Sama seperti DKI, Gorontalo,  Pemprov/KONI Papua menjanjikan para atletnya yang meraih emas pada PON XIX-2016 dengan bonus uang Rp1 miliar. Jumlah yang fantastis dan bisa menggoyahkan loyalitas atlet kepada daerahnya. Dan,  Zakaria membuktikan komitmennya.

Lantas, apa yang jadi keinginan kamu setelah meraih emas ketiga ini? "Sejujurnya saya ingin diperhatikan juga lah, manusiawi loh Bang, saya juga ingin punya kerjaan tetap yang bisa saya sebutkan untuk anak-anak saya. Masak sudah punya anak dua, kalau ditanya kerjaan, jawabnya tetap atlet," kata penyuka warna merah dan putih ini.

Selain itu? "Saya ingin medali emas SEA Games. Selama ini saya kebagian perak dan perunggu," tegasnya.

Itu artinya, kerja keras lagi, latihan, latihan, dan latihan. Semoga. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com mih

BACA JUGA: Rekor PON Pecah, Lifter Angkat Berat Lampung Sumbang 1 Emas dan 2 Perunggu

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong