Logo Saibumi

Sugiarti Raih Emas di ASEAN School Thailand

Sugiarti Raih Emas di ASEAN School Thailand

Sugiarti saat mendapat perawatan usai menyelesaikan lomba di Chiangmai Sport Complex | facebook

Saibumi.com, Bandar Lampung – Sugiarti, atlet masa depan Lampung, kembali menorehkan prestasi membanggakan, meraih medali emas nomor lari 400 m gawang di 8Th ASEAN School di Chiang May, Thailand, Senin 25 Juli 2016.

Berlomba di Chiangmai Sport Complex, Sugiarti sempat mengkhwatirkan Kontingen Indonesia karena mengalami cedera lutut sehingga tidak bisa menampilkan kemampuan terbaik. Didukung semangat juang serta tekad kuat untuk mengibarkan Merah Putih, siswa kelas III SMAN 1 Sukoharjo, Pringsewu, itu akhirnya mampu tetap terdepan dan mempersembahkan medali emas.

Sugiarti menyentuh finish dengan catatan 66.27 detik, disusul pelari Singapura Celeste Goh Jia Rui (67.09), dan Jokiham (Laos) yang merebut perunggu dengan catatan 74.07 detik.

Usai lomba, Sugiarti sempat digendong mantan sprinter nasional yang mendampingi kontingen atletik Indonesia, Suryo Agung. “Maaf, saya belum bisa memberikan waktu terbaik buat semua senior (atlet) Lampung. Maaf ya,” begitu ungkap Sugiarti melalui facebook-nya kepada komunitas atletik daerah ini.

Menurut Sugiarti, lututnya sakit sekali saat berlomba. Dia juga tidak mengerti kenapa kondisinya bisa seperti itu. “Kakiku kenak, sakit sekali,” kata dia menjawab pertanyaan sahabat-sahabatnya di facebook.

Sebelumnya, Sugiarti diprediksi pelatihnya, Hadi Wacono, bisa memecahkan rekornas nomor 400m gawang remaja putri. “Jika dia tampil rileks dan fokus, rasanya dia bisa memecahkan rekor nasional,” kata Hadi sehari menjelang keberangkatan Sugiarti ke Thailand. Sayang, karena cedera lutut, Sugiarti belum berhasil memecahkan rekor tersebut. Catatan terbaik Sugiarti 64,58 detik..

Menurut Sarmiyati, pelatih Lampung yang dihubungi Sugiarti selesai lomba, anak asuhannya itu sempat ragu-ragu dalam melakukan start karena melihat ada pelari yang "curi start". "Dia sempat berhenti sekitar 3 detik karena merasa start akan dihentikan, ternyata dilanjutkan, makanya dia langsung kaget dan terburu-buru mengejar. Untung dia berhasil mengejar ketinggalan," ujar Samiyati.

Kondisi yang "memaksa" mengejar tanpa ritme itulah, menurut Sugiarti, kemungkinan besar jadi penyebab lututnya sakit. "Kabarnya dia digendong Suryo Agung sampai hotel," kata mantan pelari jarak menengah Indonesia itu kepada Saibumi.com.

Selain emas dari Sugiarti, kubu Indonesia juga mendapat tambahan medali emas dari nomor lari 400m gawang putra melalui Halomoan Edwin yang menggungguli lawan-lawannya dengan catatan 53.59 detik. Perak dan perunggu nomor ini diraih Pipatporn Paupi (Thailand, 55.35) dan Kingkeo Inthaporn (Laos, 57.47).  (*)

Laporan wartawan Saibumi.com mih

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong