Logo Saibumi

Pemkot Bandar Lampung Harus Tutup Tempat Prostitusi

Pemkot Bandar Lampung Harus Tutup Tempat Prostitusi

Diskusi Terbuka tentang Menuju Bandar Lampung Yang Maju Tanpa Prostitusi, di Cafe Dawiels, Bandar Lampung, Selasa, 24 Mei 2016 | Irzon Dwi Darma / Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung -  Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung harus tegas menutup praktek prostitusi terselubung di Kota Bandar Lampung. Penutupan  tanpa tebang pilih, karena segala bentuk prostitusi apapun alasannya tidak dibenarkan.

"Menurut saya pemkot tidak salah jika melakukan razia dan menutup tempat-tempat usaha yang didalamnya melakukan praktek prostitusi dengan kedok tempat hiburan, tempat spa, salon dan sebagainya. Jika harus ditutup ya sudah tutup saja," kata anggota Komisi IV DPrD Kota Bandar Lampung Syarif Hidayat, pada Diskusi Terbuka tentang Menuju Bandar Lampung Yang Maju Tanpa Prostitusi, di Cafe Dawiels, Selasa, 24 Mei 2016.

BACA JUGA: Perbankan dan Lembaga Penerbit Kartu Kredit Diminta Melaporkan Data Transaksi Penggunaan

Dijelaskannya, terkait hal itu, Komisi IV baru saja mensahkan Raperda terkait perlindungan anak. Raperda tersebut implementasinya untuk melindungi anak-anak dan perempuan dari eksploitasi seksual dan prostitusi.

"Pemkot harus tegas menegakkan Perda jangan tebang pilih. Selain itu tidak jangan sampai prostitusi dijadikan salah satu sumber PAD," tukasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bandar Lampung Suryani, secara tegas mengatakan prostitusi diharamkan dalam Islam. Pihaknya sangat mendukung Pemkot Bandar Lampung untuk menutup tempat-tempat maksiat di Kota Tapis Berseri tanpa kecuali.

"Kami sangat mendukung upaya Pemkot melalui Satpol PP merazia tempat-tempat prostitusi, selain itu sangat apresiasi dalam meningkatkan kegiatan keagamaan, demi ketentraman dan keamanan warganya," paparnya.

Dukungan senada agar Pemkot tegas menutup praktek prostitusi disampaikan juga oleh Ketua LMND Lampung Rismayanti Borthon. Namun aktivis mahasiswa ini meminta pemkot memberikan solusi agar para pelaku prostitusi mendapatkan lapangan pekerjaan atau mendapat bantuan dan bimbingan agar bisa memulai hidup baru.

"Jika tidak,maka sia-sia saja, mereka akan kembali lagi melakukan prostitusi di tempat lain karena tidak memiliki modal maupun keahlian untuk memulai usaha," ujarnya.

Perempuan berhijab ini menambahkan, kebijakan Pemkot Bandar lampung menutup salah satu Spa di Bandar Lampung baru-baru ini, bisa jadi contoh atau shock teraphy bagi pengusaha yang lain. "Dengan demikian mereka menjalankan bisnisnya sesuai perizinan yang diajukan. Bukan dengan menjalankan bisnis prostitusi berkedok tempat kebugaran atau tempat hiburan," urainya.

Diskusi ini dimoderatori oleh mantan Ketua KIP Lampung Juniardi. Hadir sebagai pembicara MD Rizani Ketua LPW Lampung, Suryani Ketua MUI Kota Bandar Lampung, Ketua Forum Komunikasi Pondok Peaantren Bandar Lampung Ismail Zulkarnain, Ketua LMND Lampung Rismayanti Borthon, Ketua KMHDI Wayan Adiyatama, dan Marya Lumban Gaol Ketua PMKRI Lampung.(*)

Laporan wartawan Saibumi.com Irzon Dwi Darma 

 

BACA JUGA: Tanggapi Keluhan Lurah, Pemkot Bandar Lampung Tahun Depan akan Bangun Kelurahan yang Ngontrak

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong