Logo Saibumi

Sugiarti, Pelari Gawang Lampung, Terbaik di Kejurnas Atletik Remaja 2016

Sugiarti, Pelari Gawang Lampung, Terbaik  di Kejurnas Atletik Remaja 2016

Sugiarti (kedua dari kiri/atas) usai menerima medali usai kemenangannya di nomor 400m gawang remaja putri di Stadon Pemuda Rawamangun, Jaktim, Jumat sore. Paling kanan adalah Zulianti Anggareini asal Jambi yang merebut emas 400m gawang Yunior Putri | Adinda Karina untuk Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung – Sugiarti, pelari asal Sukoharjo, Pringsewu, Lampung, kembali membuktikan kualitasnya sebagai Ratu Lintasan Atletik Indonesia khususnya nomor 400m gawang setelah secara fenomenal menjuarai lari 400m gawang Kejurnas Atletik Yunior-Remaja di Stadion Pemuda Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat 25 Maret 2016 sore.

Sugiarti, siswi SMA Negeri 1 Sukoharjo, memang cukup fenomenal. Sejak merebut emas PON Remaja I-2014 di Surabaya, dia terus menunjukkan peningkatan prestasi dan tak tersaingi lawan-lawannya. Pada perlombaan tadi sore, Sugiarti mampu melesat sejak start dan jauh meninggalkan lawan-lawannya di belakang untuk menyentuh finish dengan waktu 65.25 detik.

Dengan selisih jarak sekitar 25 meter dari para pesaingnya, Sugiarti seperti berlari sendirian. Medali perak dan perunggu nomor ini direbut Meisye Claudine Sahus (Jabar: 67.88 detik) dan Apriani (Sumsel: 69.61 detik).

Dengan tambahan medali emas dari Sugiarti tadi sore, sementara Tim Atletik Lampung sudah mengumpulkan 3 emas dan 1 perak. Dua emas sebelumnya dipersembahkan Bayu Erfiyanto (110 meter gawang remaja putra), Nabella Ariantika (sapta lomba remaja putri), dan perak dari Wuri Andriyani (lembing remaja putri).

Bayu Erfiyanto tadi sore juga berlaga di partai final 400m gawang. Penampilan Bayu pada nomor ini memang hanya untuk memberi pengalaman sekaligus ujicoba daya tahan kecepatannya. Ini dilakukan, karena pelatih ingin mendapat gambaran peluang terbesar dia saat berlomba pada PON Remaja II tahun depan. Pada perlombaan tadi sore, Bayu hanya menempati peringkat ke-7 dengan waktu 63.67 detik.

“Bayu memang kita ujicobakan di nomor 400m gawang biar dia punya pilihan. Ini strategi, biar dia tidak kaget bila sewaktu-waktu kita turunkan juga di nomor 400m gawang tidak hanya di 110m gawang,” kata Hadi Wacono, ketua tim pelatih Atletik Lampung.

Tentang prestasi Sugiarti, Hadi hanya mengatakan sudah dalam prediksi. “Kami hanya kuatir Sugiarti terlalu pede. Alhamdulillah dia bisa menguasai diri dan tampil rileks sesuai harapan. Tolong doakan saja semua atlet kita tetap dalam kondisi sesuai harapan bersama. Mereka anak-anak remaja yang mau menuju yunior, ini cukup riskan karena menyangkut psikologis,” ulas Hadi pula.

Pada perlombaan hari terakhir Sabtu besok, Lampung akan menurunkan “muka baru” asal Way Kanan, yakni Ketut Wisnu. Pelajar SMP Negeri 2 Banjit, Way Kanan, ini akan berlomba pada nomor tolak peluru remaja putra.

Ketut masih bersatus atlet Pra-Remaja, namun harus menghadapi atlet-atlet Remaja yang relatif sudah lebih lama 2 tahun berlatih. “Ini tantangan dia. Kita berharap dia mampu mengatasi tekanan mental dan bisa tampil apa adanya. Kejurnas kali ini memang sulit bagi atlet-atlet Pra-Remaja kita, contohnya Adinda Karina. Kalau bersaing sesama atlet Pra-Remaja, seharusnya Adinda bisa meraih medali emas, tapi mau bilang apa. Semoga saja ini semakin memotivasi para atlet muda Lampung,” terang Hadi lagi.

Kejurnas Atletik Yunior-Remaja 2016 ini merupakan babak kualifikasi PON Remaja II-2017, serta ajang seleksi pembentukan Tim Atletik Indonesia yang akan dikirim mengikuti The 11th SEA Youth Athletics Championships di Chantaburi, Thailand, pada 23-24 April 2016, serta 17th Asian Junior Athletics Championships di Ho Chi Minh City, Vietnam, 2-6 Juni 2016.

Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor Tanjung mengatakan, kejuaraan kali ini merupakan ajang persaingan antara atlet daerah dan pemusatan latihan nasional untuk mendapatkan kesempatan berkompetisi di luar negeri. “Kompetisi ini bakal seru,” kata dia di situs resmi PB PASI baru-baru ini.  

Kejuaraan Nasional Atletik Junior dan Remaja 2016 ini diikuti 740 atlet dari 32 provinsi. Mereka terdiri dari 406 atlet putra dan 334 atlet putri. Dua Provinsi yang tidak ikut serta adalah Sulawesi Barat dan Nusa Tenggara Timur.  (*)

Laporan wartawan Saibumi.com mih

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong