Logo Saibumi

Sempat Tinggal Lama, Budi Doremi Bicara Lampung

Sempat Tinggal Lama, Budi Doremi Bicara Lampung

Budi Doremi | Anggun Tya Isworo/ Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Budi Doremi ternyata cukup mengenal Lampung, sempat tinggal di Lampung ketika SMA, Ia cukup mengenal Bumi Ruwa Jurai ini.

Budi Doremi mengenyam pendidikan SMAnya di SMA Arjuna Bandar Lampung pada tahun 2000. "Masuk SMA pindah ke Lampung, keluarga pengen di Lampung, keluarga aku kan banyak di Lampung, di Kali Balok. Tinggalnya sama orang tua dulu.Orang tua aku kan disini, bapak aku masih disini sampai sekarang. Waktu itu di Lampung sekitar 4 tahun, sampai 2004 apa 2005," ucapnya.

Beberapa kali mengunjungi Lampung, Ia menilai jika perkembangan Lampung sangat lambat. "Pernah, kan keluarga aku di Lampung, saya kemarin lebaran di Lampung. Lambat, kenapa lambat, aku sebutin, seharusnya Lampung sebagai trans Sumatera menuju Selat Sunda, memang dia lebih cepat dibanding kota lainnya, tapi menurut aku lambat," katanya pada media online Lampung Saibumi.com.

Sebagai orang yang pernah tinggal dan mengenyam pendidikan di Lampung, Ia berharap Lampung dapat berkembang lebih baik dengan meninggalkan budaya ramboismenya. "Meninggalkan budaya ramboismenya, budaya fisik, tradisi fisik, apa-apa berantem, segala macam," ujar dia.

Menurutnya, budaya ramboisme merupakan salah satu bukti kurang berkembangnya pendidikan. "Ini adalah representasi dari belum begitu meratanya yang namanya pendidikan, karena kan biasanya pendidikan mengacu ke namanya kebijaksanaan. Nah masyarakat modern kan ada yang pendidikannya tinggi tapi moralnya turun. Di Lampung ini moralnya masih tinggi, tapi pendidikannya belum tinggi, bukan rendah, tapi belum tinggi," terang penyanyi 32 tahun tersebut 

Pendidikan merupakan salah satu penopang penting bagi kemajuan sebuah masyarakat, lanjutnya. "Menurut aku, karena pesatnya perkembangan itu harus diimbangi dengan banyak hal, salah satunya pendidikan.Nah pendidikan ini akan menjadi penopang besar untuk kemajuan zaman, dan menjaga generasi kedepannya supaya nanti gak keluar jalur," jelas pria kelahiran Banten ini.

Setelah pendidikan, menurutnya Lampung membutuhkan agama. "Setelah itu, Lampung membutuhkan yang namanya agama, agama ini cakupannya tentang akhlak. Dengan berdirinya tempat club-club malam, tempat hiburan malam dan lain sebagainya, tentunya juga harus dicermati dari banyak elemen. Kalau lewat media, media kan setidaknya bisa merangkai atau membuat framming untuk anak muda supaya punya kantong budaya. Nah Lampung ini kekurangan yang namanya kantung budaya," tuturnya.

BACA JUGA: Dua Kali Injakkan Kaki di Lampung, Uus Tak Suka Wisata

Ia juga menilai jika Lampung kekurangan kantung budaya atau wadah bagi kreativitas anak mudanya.

"Nah wadahnya, banyak kreativitas dan itu bukan di Enggal doang, di Saburai lagi, Saburai lagi, harus banyak kantung budayanya. Bagaimana pun Lampung punya peran dan dia perannya besar, ada Rajabasa, Radin Intan, ini harus kita tahu, mereka kan menyumbang banyak hal, jadi menurut aku kantung budaya itu penting," bebernya.

Semaju apapun sebuah masyarakat, mereka tetap membutuhkan kebudayaan. "Karena Lampung, semaju apapun sebuah peradaban, jika tidak diimbangi dengan kebudayaan tradisinya, ini nantinya bakalan jadi hancur. Kayak amerika tuh, amerika itu keren tapi acak-acakan moralnya. Nah kita gak boleh gitu, aku cinta Lampung karena Lampung masih punya moral, masih punya akhlak," ungkapnya.

Budi juga menyampaikan harapannya terhadap pemerintah Lampung. "Pemerintah Lampung itu seharusnya harus lebih banyak ngedengerin apa kata rakyatnya, rakyat itu jangan hanya digunakan hanya untuk memilih, tapi kemudian tidak disejahterakan," ucapnya.

Kurang meratanya pembangunan juga menjadikan Lampung jauh tertinggal, sambungnya.

"Karena masih banyak loh di Lampung itu yang belum merata pembangunannya. Pembangunan itu keberhasilannya bukan ketika mall-mall berdiri dengan tegak dan hotel-hotel menjulang tinggi. Pembangunan itu keberhasilannya ketika sekolah-sekolah fasilitasnya bagus, rumah sakit itu fasilitasnya memadai.Orang-orang yang gak punya itu punya akses yang dimudahkan untuk banyak hal. Pemerintahnya itu jangan lupa, Rajabasa, Radin Intan, yang dulu berusaha membuat Bumi Ruwa Jurai itu harum namanya diseluruh nusantara," pungkasnya. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Anggun Tya Isworo

BACA JUGA: Nengah, Mahasiswa yang Nyambi Jadi Tukang Ojek Online di Bandar Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong