Logo Saibumi

Korbankan Tak Wisuda Demi Kegiatan Nasional, Akhirnya Dini Ari Murti Jadi yang Terbaik
Wisudawati Terbaik S1 Unila Periode III

Korbankan Tak Wisuda Demi Kegiatan Nasional, Akhirnya Dini Ari Murti Jadi yang Terbaik

Dini Ari Murti | Anggun Tya Isworo/ Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung – Dini Ari Murti, perempuan kelahiran Jakarta, 9 Maret 1993 yang kurang percaya diri ini menjadi predikat yang terbaik dalam wisuda periode III Universitas Lampung tahun 2015/2016.

Dini biasa ia disapa menyelesaikan masa studinya dalam waktu 4,04 tahun dengan IPK 3,85. Sempat mengorbankan tidak wisuda pada periode ke II lalu, Mahasiswi S1 Agroteknologi Fakultas Pertanian Unila ini mengaku tetap bahagia dan bangga dengan pencapaiannya.

BACA JUGA: Tiket TO URL 2016 Telah Terjual 650 Lembar

"Sempet ngorbanin wisuda buat kegiatan nasional, harusnya kan aku bisa wisuda November kemarin. Kan aku jadi sekretaris tuh, kalau ketua kan di kegiatan kayak simbolnya, nah sekretaris ya otak dari kegiatannya. Waktu itu jadi sekretaris kegiatan latihan SAR nasional pramuka perguruan tinggi ke-4 tahun 2015. Tapi sekarang tetap bangga, bahagia, seneng banget pokoknya," ucapnya.

Dini pun berani mengajukan diri sebagai wisudawan terbaik atas saran dosen pembimbing skripsinya. "Saran dari dosen pembimbing, jadi waktu kompre (ujian terakhir) itu di tanya IPK berapa. Ya udah direkomendasiin aja, itu dari pembimbing 2 sama pembahas. Pas magang di GGP juga udah deket sama pembimbing 1. Akhirnya dia rekomendasiin daftar jadi mahasiswa terbaik, karena kata dia aku ini jaringannya banyak, bisa bagi waktu, sempet ditawarin kerja di sekolahnya juga," jelasnya.

Karena kurang PD (percaya diri), Dini membutuhkan banyak dukungan untuk melakukan sesuatu termasuk mengajukan diri jadi wisudawan terbaik. "Aku nih orangnya gak percaya diri, jadi harus butuh banget orang lain buat nyemangatin, nyuport," ujar dia.

Aktif dalam organisasi BEM U KBM Unila dan berbagai organisasi lain, serta prestasi yang pernah diraihnya menjadikan Ia wisudawan terbaik untuk program sarjana."Aktif diberbagai kegiatan tingkat daerah maupun nasional, terus saya mampu mengembangkan soft skill dan manajemen waktu. Di nasional saya juga sempat jadi sekretaris Latsarnas Pramuka Perguruan Tinggi ke-4 tahun 2015 juga," katanya pada media Online Lampung Saibumi.com.

Masa kuliah

Sempat mengalami kesulitan selama awal masa perkuliahan, Ia akhirnya bisa menyelesaikan pendidikannya. "Kesulitan finansial di awal kuliah, jadi gini aku dari SMA itu gak mau ngerepotin ortu (orang tua), adikku banyak ada 3: 2 masih kecil, 1 nya cuma beda 1 tahun sama aku. Jadi beban orang tua pasti besar. Jadi awal itu cari lah kerja ngajar les, di forum ilmiah aku juga sempet ngajar matematika, sampai akhirnya dapet beasiswa bidikmisi, jadi itu beasiswa tambahan, gak dari awal," jelasnya.

Selain kesulitan finansial, gadis 23 tahun tersebut juga mengaku sulit membagi waktu antara pendidikan, organisasi dan keluarga. "Membagi waktu antara kuliah dan organisasi itu sulit, efeknya ya jadi mengurangi waktu berkumpul dengan teman dan keluarga," tuturnya.

Kesulitan membagi waktu tersebut Ia siasati dengan membuat jadwal untuk dirinya sendiri. "Dari sore hingga pukul 21.00 WIB itu organisasi terus istirahat, tidur pukul 22.00 WIB - 24.00 WIB lalu bangun, shalat kemudian belajar, menggambar kadang, hingga subuh dan tidak tidur lagi, kecuali di hari libur. Saya tipe yang sekali membaca langsung ingat," ungkap dia.

Selain bergabung dengan BEM U KBM Unila, alumni SMAN 8 Bandar Lampung tersebut juga aktif diorganisasi pramuka, Silat, dan lainnya. "Saya gabung di BEM U KBM Unila, Komunitas Jepang, Pramuka Unila, Pencak silat PSHT Unila, dan Fosi FP," urainya.
Anak pertama dari 4 bersaudara ini mengatakan pernah mengajar pramuka di SMPN 3 dan SMPN 30 Bandar Lampung, serta menjadi asisten dosen. "Dulu sempat mengajar pramuka di SMPN 3 dan 30, sekarang masih menjadi asisten dosen," ujarnya.

Keinginan dan Prestasi 

Putri dari pasangan Drs. Andi Idrus dan Yuniana ini sampai saat ini masih menjadi asisten dosen, namun Ia memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di tempat lain.

"Sekarang masih jadi asdos, 4 mata kuliah jadi klimatologi, fisiologi tumbuhan, bioteknologi pertanian, sama apa ya jadi lupa satunya lagi. Nanti Insha Allah lanjutkan pendidikan, kemudian bekerja sesuai dengan gelar, kan pertanian," bebernya. 

Ingin melanjutkan pendidikan ke Jepang, Dini ingin mengikuti jejak dosen pembimbing pertamanya. "Pengennya di Jepang, ngambilnya lebih spesifiknya ilmu bunga, terinspirasi dari pembimbing 1 sih, karena kan udah kayak ibu sendiri, jadi pengen ngelanjutin jejak beliau. Dulu kan waktu zaman sekolah beliau juga jadi lulusan terbaik di Amerika," tuturnya. 

Beberapa prestasi pun digenggam wanita berusia 22 tahun ini, diantaranya program PKM Kewirausahaan tahun 2013, PKM Penelitian tahun 2014, menjadi asisten dosen, dan pemenang lomba. "Pernah PKM Kewirausahaan tahun 2013, PKM Penelitian 2014, asisten dosen, seminar dan lomba-lomba tingkat daerah maupun nasional, beasiswa bidik misi," paparnya.  (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Anggun Tya Isworo

BACA JUGA: Inilah Wisudawan-wisudawati Terbaik Unila Periode III

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong