Logo Saibumi

Pemilik Gabovira Ingin Kemiling Jadi Sentra Pengrajin Batik Lampung

Pemilik Gabovira Ingin Kemiling Jadi Sentra Pengrajin Batik Lampung

Pengrajin sedang "membatik" di Gabovira, merupakan ibu-ibu yang dapat terangkat kehidupannya jika kawasan Kemiling menjadi Sentra Batik | Aden Kuswira / Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung –  Memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang memproduksi Batik Lampung, Gatot Kartiko membuka kemitraan kepada masyarakat disekitar rumahnya menjadi pengerajin batik. Bahkan hal itu juga dilakukan ke kalangan pelajar dengan cara memberikan pelatihan membatik bermotifkan khas Lampung.

Gatot Kartiko, pemilik Batik Gabovira, mengatakan kegiatan membatik dengan masyarakat sekitar dengan seluruh pengerajin adalah wanita sudah dimulainya sejak tiga tahun lalu. Kegiatan ini dilakukan agar daerah Kemiling dapat menjadi suatu Sentral Batik Lampung.

“Kemitraan ini sudah mulai sejak tiga tahun lalu. Sebenarnya tujuan saya itu ya supaya di daerah Kemiling ini bisa jadi sentra batik lampung. Nantinya bisa jadi sektor pariwisata dan pelatihan juga kan, banyak manfaatnya,” ujarnya kepada media online Lampung, Saibumi.com, Kamis, 3 Desember 2015.

Masih dia, kemitraan yang dilakukan oleh warga sekitar ini berkaitan juga dengan produksi batik tulis yang harus terus diproduksi dan dipasarkan setiap bulannya, sehingga jika stok batik tulis yang ada di Batik Gabovira dibawah 200, pengerajin-pengerajin tersebut dipintanya untuk memproduksi kembali.

“Untuk produksi batik tulis ini gak setiap saat diproduksi, kira-kira batik tulis ini stoknya sudah dibawah 200 baru kita mulai produksi lagi, kita panggilin pengerajin-pengerajin itu untuk memproduksi kembali,” ungkapnya.

Gatot juga mengungkapkan pengerajin ditempatnya rata-rata adalah buruh cuci, pembantu rumah tangga dan ibu-ibu lainnya. Gatot membagi kelompok untuk setiap pengerajin, setiap kelompok berisikan lima anggota yang rumahnya berdekatan agar efisien dalam pengerjannya.

“Disini pengerajinnya ada yang buruh cuci, pembantu rumah tangga dan ibu-ibu lainnya. Caranya saya bagi perkelompok itu isinya lima orang, jadi yang rumahnya deketan itu satu kelompak biar lebih mudah aja gitu,” bebernya .

Terima Magang

Ketua Forum Komunikasi Keluarga Dengan Anak Kecacatan Provinsi Lampung ini juga kerap memberikan pelatihan kepada anak-anak SLB belajar membatik dan juga bersedia menerima anak SMK yang ingin magang atau praktek kerja lapangan ditempatnya.

“Praktek membatik anak-anak SMAN 5 setiap tahun melakukan magang atau PKL juga ditempat ini. Dari SMKN 4 biasanya bagian marketing, saya juga melatih odeka (orang dengan kebutuhan khusus) orang cacat saya siap melatih, anak-anak SLB juga saya yang ngelatih untuk sosialnya, ya saya bebaskan biayanya gratis. Saya juga merupakan ketua FKKADK  (forum komunikasi keluarga dengan anak kecacatan) di Provinsi Lampung kalau ada waktu luang juga berikan sosialisasi,” jelasnya.

Menurutnya daerah Kemiling memiliki potensi yang sangat luar biasa dalam hal pengerajin batik. Pencapaian Gatot yang belum terealisasi yakni mewujudkan Kemiling menjadi Sentral Batik dan hingga kini pemerintah  belum pernah menyentuh dan memerhatikan gagasannya ini.

“Saya belum bisa mewujudkan di Kemiing ini menjadi sentra batik. Ada 40 pengerajin di Kemiling, hasil batik tulisnya bagus-bagus gak kalah sama batik Pekalongan sana. Sayangnya pemerintah belum menyentuh, SDM sudah ada namun lagi-lagi juga belum tersentuh oleh pemerintah,” tuturnya.

Berharap Pemerintah

Gatot juga berharap pemerintah dapat membantu pengerajin-pengerajin dengan cara dibina dan dibantu modal serta pemasarannya. Dia mengaku tidak sanggup jika harus memproduksi batik tulis setiap hari. Seandainya pemerintah bisa “melihat ini” pasti pengerajin-pengerajin tersebut dapat leluasa memproduksi batiknya setiap hari dan membuka usaha dirumahnya masing-masing.

“Tidak bisa kalau setiap hari produksinya. Paling ya itu tadi kalau stoknya sudah mau habis. Kalau pemerintah dapat membatu pengerajin-pengerajin ini dari segi modalnya, kemudian juga dibina dan dibantu juga marketingnya pasti kan mereka bisa setiap hari prosuksi batik bahkan buka usaha dirumahnya masing-masing,” jelasnya.

Gatot tidak bosan menuturkan setidaknya pemerintah provinsi yang katanya ingin mencanagkan ekonomi kerakyakan, dirinya mengajak pemerintah untuk dapat mengembangkan daerah ini khusunya pengerajin batiknya. Fungsi yang didapat sangat banyak. Misalnya bisa menjadi tempat wisata pengerajin batik di Lampung agar tidak usah jauh-jauh ke Pekalongan, kemudian bisa juga sebagai pelatihan anak-anak sekolah, mengurangi pengangguran dan juga mengurangi kejahatan.

“Ya setidaknya pemprov-lah ya, kalau ingin mengangkat ekonomi kerakyatan yang bisa mengembangkan ini, fungsinya banyak bisa jadi tempat wisata batik Lampung agar tidak usah jauh-jauh ke Pekalongan, kemudian bisa jadi tempat pelatihan anak-anak sekolah, mengurangi pengangguran dan juga mengurangi kejahatan kan,” tegasnya.

Sejauh ini Gatot menilai pemerintah menutup mata dan menutup telinga mengenai hal-hal tersebut, dirinya berharap pencapainnya yang belun terealisasi hingga saat ini dapat tercapai dengan bantuan dari berbagai pihak.

“Pemerintah pada tutup mata dan tutup telinga, belum ada yang kesana, ya saya tetap berharap pencapaian saya yang hingga saat ini belum tercapai ini dapat terealisasi yaitu menjadikan daerah kemiling menjadi Sentral Batik Lampung,” tandasnya. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Aden Kuswira Wicaksana

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong