Logo Saibumi

Inilah Arti Hari Pahlawan Bagi Penjaga TMP Tanjung Karang

Inilah Arti Hari Pahlawan Bagi Penjaga TMP Tanjung Karang

Sugito | Anggun Tya/ Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Hari pahlawan setiap 10 November memberikan arti dan makna yang berbeda bagi penjaga dan pengurus Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Sugito yang menjaga TMP sejak tahun 2000 ini mengaku merasa campur aduk antara bahagia, bangga dan kecewa. Pasalnya, TMP yang sehari-harinya dirawat dan diurus setiap tanggal tersebut dikunjungi oleh puluhan bahkan ratusan orang untuk berziarah. Kecewanya mengingat hanya pada hari pahlawan, masyarakat melakukan takziah ke makam pahlawan.

BACA JUGA: Himapis Unila, Tabur Bunga dan Baca Puisi di Makam Pahlawan

"Ya bahagia, bangga tapi juga kecewa. Seneng mereka pada mau dateng ramai-ramai. Tapi kecewa kenapa kok cuma hari pahlawan aja pada inget kesininya,"  ungkap Sugito kepada Saibumi.com, Selasa, 10 November 2015.

Sugito memaknai hari pahlawan sama seperti hari biasanya. Karena setiap hari Ia berinteraksi dan hidup dilingkungan TMP.

Ia menganggap pekerjaannya sebagai salah satu bentuk pengabdian dan penghormatan terhadap perjuangan pahlawan.

"Gak beda jauh, cuma beda lebih rame. Kan tiap hari udah disini, tinggal juga disini. Ini juga salah satu bentuk pengabdian saya lah ke pahlawan-pahlawan itu," tutur pria yang telah penjadi pengurus taman makam pahlawan selama 15 tahun tersebut.

Ditanya mengenai antusias masyarakat berkunjung ke makam pahlawan, Ia mengatakan bahwa hari ini masyarakat dan khususnya mahasiswa banyak yang berkunjung dan menabur bunga.

"Hari ini banyak yang datang, apalagi mahasiswa. Tadi ada organisasi Budha, mahasiswa banyak, Kapolda juga datang tadi pagi pada tabur bunga," terangnya.

Ketika ditanya tentang pendapatnya terhadap remaja atau pemuda modern, Sugito emosi dan kecewa. Karena para remaja yang sudah tidak lagi menghargai perjuangan para pahlawan dan justru terpengaruh dengan budaya luar dan teknologi. Meski tidak semua remaja dan pemuda bersikap seperti itu.

"Emosi saya, kecewa. Sekarang pada terpengaruh budaya sama teknologi itu. Gak bisa menghargai lagi perjuangan dan jasa pahlawannya. Meski gak semua sih, tapi tetep mayoritas," bebernya.

Melihat para pejabat daerah, Ia juga kecewa pejabat tidak lagi bisa menjaga amanah dan mengisi kemerdekaan dengan cara yang baik. Dianggapnya, pejabat masih jauh dari harapan para pejuang dalam mengisi dan melanjutkan perjuangan para pahlawan.

"Kecewa juga, padahal hanya tinggal mengisi kemerdekaan saja. Kesannya kurang serius dalam mengelola negara, padahal hanya tinggal melanjutkan. Apalagi kalau harus berjuang seperti beliau-beliau ini sebagai pejuang," katanya.

Pria 38 tahun tersebut berharap, bukan hanya sekedar kunjungan dan tabur bunga saja yang dilakukan dihari pahlawan ini, tapi lebih memaknai dan kembali mengingat perjuangan pahlawan yang begitu besar demi kemerdekaan negara. Kemudian, kata dia, menanamkan dalam diri semangat nasionalisme hingga tercipta generasi yang mencintai negaranya dan dapat memajukan bangsa dan negara ini.

"Semoga gak cuma tabur bunga sama dateng kesini, tapi bisa lebih memaknai serta mengambil semangat nasionalisme sehingga bisa memajukan bangsa dan negara ini," pungkasnya.(*)

Laporan Kontributor Saibumi.com Anggun Tya

BACA JUGA: Dua Hari Saja, Open Ship KRI Sutanto - 377 Di Pelabuhan Panjang

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong