Logo Saibumi

Belasan Penyelam Nikmati Keindahan Bawah Laut Pesisir Lampung

Belasan Penyelam Nikmati Keindahan Bawah Laut Pesisir Lampung

Salah satu penyelam yang mengabadikannya dengan terumbu karang dan biota laut di Pesisir Lampung. | Ist

Saibumi.com, Bandar Lampung – Belasan penyelam menikmati keindahan alam di Pesisir Provinsi Lampung. Lulusan Corona Diving Club (CDC) yang berjumlah 18 orang ini berasal dari Lampung dan Palembang menuju Tanjung Putus, Pesawaran pada 31 Oktober 2015 – 1 November 2015.

Instruktur Selam Octopus Dive Center Sinek Kurniawan yang memimpin rombongan mengatakan perjalanan menuju lokasi dari Bandar Lampung hanya 45 menit. “Kalau tidak macet menuju Dermaga Ketapang, Pesawaran sekitar 45 menit. Dari lokasi lalu menuju ke Tanjung Putus dengan menyeberangi laut menggunakan kapal sekitar 1 jam lebih 30 menit jika ombak tidak besar,” ungkap dia kepada Saibumi.com.

BACA JUGA: Air Terjun Way Lalaan, Keindahan Tanggamus Sejak Zaman Penjajahan

Dalam penyelaman, kata dia, keindahan terumbu karang sangat memesona. “Terumbu karang di pesisir Lampung sangat indah secara umum dan ini yang harus dijaga. Banyak rupa dan warna terumbu karang bersama-sama dengan biota laut di Tanjung Putus maupun sekitarnya,” bebernya.

Ia pun membeberkan setiap penyelam melakukan penyelaman sebanyak lima kali. “Kita lakukan penyelaman lima kali dari Sabtu tiga kali dan Minggunya 2 kali. Tidak hanya siang saja tapi kita juga melakukan penyelaman pada malam hari,” ujarnya.

Kerusakan Terumbu Karang

Sinek juga mengecam keras terhadap perusakan terumbu karang oleh pijakan pesnorkeling. “Sudah banyak tumbuh terumbu karang yang ditanam pada Agustus lalu namun, sayang masih terdapat perusakan terhadap pengunjung snorkeling di pulau pesisir Lampung. Sekarang kerusakan terumbu karang bukan lagi dari para pencari ikan yang menggunakan bom ikan tapi dari para pesnorkeling dengan kaki kataknya menginjak karang,” paparnya.

Masih kata dia, Anak Buah Kapal (ABK) yang mengantar para pesnorkeling pun tinggal diam dan tidak menegur. “Mereka (ABK) tidak menegur juga khawatir kapalnya tidak digunakan lagi. Padahal ekosistem lautnya menjadi rusak. Hal ini juga yang saya tanamkan dan peringati kepada anggota CDC agar hanya menikmati saja tidak menyentuh hingga menginjak-nginjak,” urainya.

Sinek menambahkan menikmati keindahan alam bawah laut bisa dengan menyelam atau snorkeling tapi tidak merusaknya. “Mereka kan melihat dan mengabadikan dengan kamera yang nantinya dishare kepada orang yang belum pernah menyelam. Ini akan mengajaknya agar dapat melihat keindahan alam laut,” tutupnya. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Aji Saktiyanto

BACA JUGA: Nikmati Akhir Pekan dengan Keindahan Alam Wawai Eco Park Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong