Logo Saibumi

Henry Yoso Ajak Warga Lampung Utara Ikut Cegah Peredaran Narkoba

Henry Yoso Ajak Warga Lampung Utara Ikut Cegah Peredaran Narkoba

Henri Yoso (baju batik) bersama pengurus Pondok Pesantren Wali Songo, Kotabumi | Ist

Saibumi.com, Kotabumi - Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan H. KRH Henry Yosodiningrat berharap masyarakat di Lampung Utara tidak takut untuk melapor ke polisi jika ada di lingkungannya warga yang menyalahgunakan narkoba.

"Jika masyarakat apatis, takut melapor, dan tidak perduli dengan maraknya peredaran gelap narkoba, sama saja dengan membiarkan narkoba merajalela di lingkungan kita," ujar Henry saat Safari Ramadhan di Pondok Pesantren Wali Songo, Kota Bumi, Lampung Utara, Sabtu  11 Juli 2015.

Dalam masa Reses Anggota DPR itu, Henry mengajak santri dan warga sekitar pondok untuk menyelamatkan Bangsa dengan berbasis agama dari bahaya kehancuran narkoba.

"Percuma saja pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan, sekolah gratis, kalau orangnya yang harus bekerja dan sekolah menjadi pecandu narkoba," kesal Henry yang juga ketua umum DPP Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT).

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Lampung II yang salah satunya meliputi wilayah Lampung Utara tersebut, memberikan beberapa contoh kejadian nyata yang tragis akibat dari penggunaan narkoba.

"Jika ada anak yang sudah kecanduan narkoba, pernah terjadi ia mencuri tabung oksigen bapaknya yang sakit asma. Tabung tersebut dijual dan uang hasil penjualannya untuk beli narkoba. Ada juga anak menusuk ibunya dengan gunting hingga tewas gara-gara menolak ketika diminta kalungnya. Kemudian anak perempuan jual diri. Itu semua mereka (pecandu narkoba) lakukan hanya untuk membeli narkoba," ungkap Henry.

Kata dia, para pemakai narkoba itu seperti berhalusinasi dan akan sakau jika sedang butuh narkoba. Mereka akan merasakan rasa sakit yang luar biasa seperti akan meregang nyawa jika tidak ada narkoba.

Untuk itu, Henry berharap masyarakat Kota Bumi dan sekitarnya terutama para santri menjadi pelopor dalam pemberantasan narkoba di Provinsi Lampung. "Saya berharap kita semua di sini, para ulama dan umaro bersama-sama mencari metode yang pas dalam menolak peredaran gelap narkoba yang kian marak. Jika dulu sejak kecil bagi seorang Muslim, kita ditanamkan kalau memakan daging babi itu haram. Nah metode mengharamkan babi itulah yang sudah mendarah daging pada umat Islam yang harus diaplikasikan dalam mengharamkan narkoba," ujar Henry.

Lebih lanjut dijelaskan Henry, sejak kecil orang Islam diajarkan bahwa berzina, berbohong, meninggalkan sholat dan puasa itu dosa. Namun, tambah dia, perbuatan-perbuatan dosa tersebut masih sering di antara kita Umat Islam yang melakukannya dengan segala macam godaan.

"Nah berbeda dengan memakan daging babi yang dalam Quran tidak detail dijelaskan apa hukumannya namun kita akan marah jika ada yang menawari babi. Kita pasti jijik, dan akan menjauh jika ada daging babi, meskipun diberikan gratis berton-ton. Artinya, metode mengharamkan babi itulah yang menurut saya bisa digunakan untuk mencegah masuknya narkoba di lingkungan kita," demikian Henry Yoso melalui rilis yang dikirimkan ke Saibumi.com. (*)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong