Logo Saibumi

Penyair Isbedy Stiawan Impikan Lampung RICH Festival

Penyair Isbedy Stiawan Impikan Lampung RICH Festival

Isbedy Stiawan ZS | teras lampung

Saibumi.com, Bandar Lampung – Isbedy Stiawan ZS, penyair Lampung yang sudah kerap diundang ke luar negeri mengikuti berbagai festival seni-budaya, ternyata memiliki impian untuk “menjual” Lampung lewat seni.

“Setelah sering bertemu dengan teman-teman sesama penyair dari luar negeri, saya merasa terpanggil untuk juga menjadikan Provinsi Lampung sebagai pusat kegiatan budaya tingkat internasional,” ujar Isbesy yang dijuluki “Paus Lampung” itu pada Saibumi.com, Sabtu 6 Desember 2014.

Isbedy bahkan sudah menyiapkan nama kegiatannya. “Lampung-Radin Intan Culture and Heritages Festival, disingkat Lampung RICH Festival,” ujar penyair yang terus eksis di bidang jurnalistik ini.

Melalui Lampung RICH Festival, kata dia, para seniman Lampung bisa saling “mengisi” untuk “membumikan” Lampung ke seantero penjuru dunia. “Gagasan ini untuk semua pelaku seni. Kita akan undang semua seniman dari seluruh penjuru Indonesia. Kita berbagi dan memberi, sekaligus tentunya dimanfaatkan untuk menjual Provinsi Lampung,” ulas dia.

Sudah ada sponsor? “Itu yang selalu menghantui saya. Sampai saat ini, saya dan teman-teman belum mendapatkan dukungan untuk menyelenggarakannya,” ujar Isbedy.

Isbedy saat ini sedang bersiap-siap memenuhi undangan Festival Puisi dan Lagu Rakyat Antarbangsa di Pulau Pangkor, Perak Darulridzwan, Malaysia.  Acara yang akan berlangsung 11--14 Desember 2014 itu, juga diikuti puluhan penyair Indonesia dan dari negara lain.

"Salah satu penyair yang saya tahu diundang adalah Chavchay Syaifullah dari Banten," kata Isbedy.

Festiva Puisi dan Lagu Rakyat (Pulara) Antarbangsa yang ke-5 ini adalah sebuah festival bergengsi di Malaysia. Penggagas sekaligus pelaksananya adalah sastrawan Malaysia penerima SEA Write dan pernah mengikuti progrsm IOWA di Amerika, Malim Ghozali PK.

"Festival ini selain untuk mempertemukan para penyair dan pemusik lagu rakyat, juga memperkenalkan Pulau Pangkor ke tingkat dunia sebagai objek wisata pantai dan laut yang dipunyai negara bagian Malaysia," katanya pula.

Di antara pembacaan puisi, seminar, juga musik lagu-lagu rakyat, tahun ini kabarnya juga diramaikan dengan pameran lukisan, Festival Arts Splash, dan lan-lain, ujar Isbedy pula.

Penyair Lampung ini, selain akan membacakan dua puisinya bertema kampung halaman, juga menjadi panelis/pembicara. "Saya mendapat kepercayaam dari Malim Ghozali untuk menjadi salah satu pembicara," kata penulis buku "Menuju Kota Lama" yang mendapat penghargaan di Hari Puisi 2014 ini.

Pangkor adalah sebuah pulau yang dijadikan objek wisata di Perak, negara bagian Malaysia, dari Kuala Lumpur sekitar tiga jam perjalanan menuju Ipoh. Kemudian dari Jetti Lumut menyeberang dengan jetti atau motorboat sekitar setengah jam sampai ke Pulau Pangkor.

Festival Pulara ini adalah salah satu sarana untuk memprosikan pulau ini sebagai objek wisata. Kini wisatawan dari berbagai negara banyak berkunjung ke sini terutama saat festival dan hari-hari libur. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com mih

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong