Logo Saibumi

PNS Kota Bandar Lampung Jadi Penadah Barang Curian

PNS Kota Bandar Lampung Jadi Penadah Barang Curian

Para penadahg barang curian spesialis rumah kosong| Saryah M Sitopu / Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintahan Kota Bandar Lampung, Novan Fransita (32), ditangkap Tim Resmob Polda Lampung di rumahnya di Jl Karimun Jawa Gang Beringin No 2 Kelurahan Sukarame Kecamatan Sukarame Bandar Lampung. Bersama Novan, dua tersangka lain: Husni Mubarak (33) dan Heru (32), juga ditangkap karena menjadi penadah barang curian dari rumah kosong.

Selain mereka, dua tersangka utama pencurian Dedi Martajaya (34) dan Try Hantoro (28) juga dihadapkan ke para awak pers pada ekspos penangkapan pelaku pencurian dengan pemberatan di lobby Mapolda Lampung Jl WR Supratman No 1 Teluk Betung Bandar Lampung, Senin, 1 September 2014.

BACA JUGA: Pedagang Pasar Mangga Dua Lampung Harapkan Kios Penampungan

"Saya cuma nawarin playstation kok ke Husni (Husni Mubarak, tersangka lain sesama penadah). Saya dapat barangnya dari Dedi (Dedi Martajaya,pelaku pencurian). Saya baru kali ini bantu ngejualin. Karena Dedi itu minta tolong," jelas Novan Fransita yang sudah 12 tahun jadi PNS ini kepada Saibumi.com.

Pernyataan tersangka Novan berbeda jauh dengan keterangan yang diberikan Kepala Sub Unit 3 Kriminal Umum Polda Lampung Kompol Ruli Andi Yunianto. "Tersangka NF (Novan Fransita) memang sudah biasa jadi penadah, ketika dua tersangka pelaku pencurian (Dedi Martajaya dan Try Hantoro) selesai beraksi,” kata dia.

Menurut Ruli, sesuai keterangan kedua tersangka itu, memang yang bagian menjual adalah tersangka NS. Boleh dibilang penadah dan pencuri ini satu komplotan. Dan tersangka NF ini juga sudah lama jadi penadah. “Sudah jadi kerjaannya. NF ini juga mengaku hasil penjualan barang-barang curian itu digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari," jelas Ruli yang didampingi Kabid Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih.

Penadah lain, tersangka Heru, pada Saibumi.commengaku hanya membantu tersangka Dedi untuk menjual dua televisi. "Dedi itu tetangga saya, kenal dari kecil. Jadi cuma bantu jual. Katanya dia perlu uang. Saya dapat jual dua televisi. Tiap TV saya jual Rp1,8 juta. Uang penjualan TVnya saya kasih cash ke Dedi, baru Dedi yang kasih bagian saya. Saya dapat bagian Rp300 ribu dari tiap TV. Saya pakai untuk keperluan sehari-hari karena kerjaan di bengkel nggak cukup buat hidup," jelas warga Jl Sultan Agung Gang Tirtayasa No 15 A Kelurahan Sepang Jaya Way Halim Bandar Lampung ini dengan suara pelan dan terputus-putus.

Terhadap ketiga penadah ini selanjutnya diancam pasal yang berbeda. "Kalau NF karena sudah jadi kerjaan yah, diancam pasal 481 KUHP. Sedangkan penadah tersangka HM dan H diancam pasal 480 KUHP. Ancamannya empat tahun penjara," tambah Ruli lagi.(*)

Laporan wartawan Saibumi.com Saryah M Sitopu

 

BACA JUGA: 1521 Personel Gabungan Polda dan Polres, Diterjunkan Guna Pengamanan Proses Pelantikan Anggota DPRD Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong