Logo Saibumi

Pengolah Ikan Asin Teri Kehilangan Keuntungan Mencapai Rp7 Juta Per Hari

Pengolah Ikan Asin Teri Kehilangan Keuntungan Mencapai Rp7 Juta Per Hari

Ikan asin teri | ist

Saibumi.com, Bandar Lampung – Kondisi kelangkaan bahan baku ikan teri, membuat para pengolah ikan asin teri di Pulau Pasaran, Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung, kehilangan pendapatan mencapai Rp7 juta per hari.  

Menurut Candak (43), salah satu pengolah ikan asin teri di Pulau Pasaran, jika kondisi normal biasanya ia mampu mengolah dua ton ikan teri setiap hari. Bahan baku itu ia beli dari nelayan dengan harga Rp7,5 juta per ton.

Ikan teri basah kemudian diolah dan dijemur hingga kering. Setelah melewati proses penjemuran dari bobot bahan baku seberat dua ton, akan didapatkan ikan teri asin sebanyak satu ton. Candak menjual ikan teri asin tersebut ke Jakarta dengan harga Rp30 juta per ton.

Setelah dikurangi biaya bahan baku dan karyawan, Candak mengaku mendapat keuntungan bersih Rp7 juta untuk setiap ton ikan teri asin. Kini ditengah kondisi kelangkaan bahan baku ikan teri, Candak terpaksa kehilangan pemasukan dari usahanya tersebut.(*)

Laporan wartawan Saibumi.com Agus Yudistira

BACA JUGA: Pengolah Ikan Asin Teri di Pulau Pasaran Berhenti Berproduksi

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong