Logo Saibumi

Hartarto Lojaya, Pengusaha yang Cinta Sepakbola
Hartarto Lojaya

Hartarto Lojaya, Pengusaha yang Cinta Sepakbola

Hartarto Lojaya | Ist

Saibumi.com, Bandar Lampung - Dikenal sebagai pegusaha sekaligus wakil rakyat di DPRD Provinsi Lampung, Hartarto Lojaya punya kepedulian terhadap perkembangan sepakbola di Lampung. Apa pendapatnya agar sepakbola di Bumi Ruwa Jurai bisa berprestasi?

Hartarto Lojaya punya kesibukan sebagai pengusaha sekaligus wakil rakyat. Meski begitu, ia masih menyempatkan diri menggeluti dunia sepakbola di Lampung. Sosok satu ini tercatat sebagai Ketua Asosiasi PSSI Lampung.

Apa yang mesti dilakukan jika kita ingin sepakbola maju dan berprestasi? “Saya pikir pembinaan menjadi kuci,” jawab Hartarto. Metodenya bisa dimulai dari melakukan persiapan yang baik dan sistematis. Seperti pembinaan usia muda, kepelatihan, kompetisi amatir dan profesional, serta pencarian bakat secara objektif.

Proses menurut Hartarto lebih penting ketimbang hasil. “Percuma saja klub sepak bola kita berprestasi, tetapi banyak pemain asing atau malah mengatur hasil pertandingan,” ujar pemilik Mall Kartini ini.

Sebagai olahraga paling populer di dunia, sepakbola menyentuh semua lapisan masyarakat. Dari kalangan atas hingga di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, menurut Hartarto, pengelolaan sepakbola baru bisa maksimal jika melibatkan semua unsur dalam masyarakat.

Kisruh pengurus PSSI di tingkat pusat diakuinya sedikit banyak membuat perkembangan sepakbola di daerah terganggu. Setelah dilakukan penyatuan, kini konflik dualisme kepengurusan PSSI memasuki babak baru. Pembenahan pun dilakukan. Salah satunya, menentukan klub-klub yang akan bertanding baik di tingkat Super League maupun divisi utama.

Dari sini kemudian masalah sepakbola di Lampung muncul. Klub sepak bola Lampung FC yang terlanjur dikenal masyarakat tersandung masalah legalitas. Oleh pengurus PSSI, tim Gajah Beringas dinyatakan tidak bisa mengikuti kompetisi di divisi utama.

Menurut Wakil Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattaliti, nasib Lampung FC sama seperti klub-klub sepakbola yang berbasis kloningan dan bermain di Indonesia Premier League (IPL). Di antaranya Persebaya 1927, Persija IPL , dan Arema IPL.

Di Lampung, PSSI hanya mengakui Persatuan Sepakbola Bandar Lampung (PSBL). Itu pun harus memulai kompetisi dari divisi I. Hartarto mengaku sudah berusaha maksimal memperjuangkan keikutsertaan Lampung FC di Divisi Utama Liga Indonesia 2014. Banyak cara ditempuh, seperti melobi para petinggi PSSI di Jakarta.

“Dari awal sudah saya katakan, yang mengambil keputusan itu di tingkat pusat. Kami hanya bisa berusaha semaksimal mungkin,” kata Hartarto. Meski begitu dia tetap mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun sepak bola Lampung. Hartarto berharap masyarakat bisa memahami jika penentuan nasib Lampung FC berada pada pengurus PSSI di tingkat pusat.

Hartarto membuka peluang jika  Lampung FC ingin bergabung bersama PSBL. “Yang paling penting dunia persepakbolaan kita maju dan berprestasi,” katanya.(*)

 

BACA JUGA: Candak Dukung Pulau Pasaran Menjadi Daerah Pariwisata

#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong