Logo Saibumi

Sudah Tidak Punya Uang, Yuniarti Hentikan Obati Tumornya
Derita Yuniarti

Sudah Tidak Punya Uang, Yuniarti Hentikan Obati Tumornya

Kondisi Yuniarti yang sangat memperihatinkan saat ditemui Saibumi.com di kediamannya, Selasa, 8 april 2014 I Agus Yudistira/Saibumi.com

 

Saibumi.com, Bandar Lampung – Yuniarti(30)  warga RT 1 RW 3 warga Dusun Talangmendala, Desa Karangjaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan menderita penyakit tumor yang sudah empat tahun menjangkiti dirinya. Yuniarti terkena tumor di hidung dan mata kanannya, mengakibatkan wajahnya membengkak.

Ali Zamhori (38) suami Yuniarti saat ditemui Saibumi.com, Selasa, 8 April 2014, menjelaskan isterinya menderita penyakit tersebut sejak Maret 2007 lalu.

“Saat itu (Maret 2007) isteri saya merasa sesak nafas dan mengalami pendarahan di hidung lubang kanan. Lalu saya bawa ke puskesmas di Dusun Kilat, Kecamatan Merbau Mataram. Setelah itu puskesmas tidak mampu dan merujuk ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM) , di poli THT (Telinga Hidung Tenggorokan),” ujar Ali. 

Saat itu RSUDAM memvonis Yuniarti terkena penyakit tumor. Yuniarti, lanjut Ali, sempat dioperasi di RSUDAM dan menginap selama kurang lebih 10 hari. Karena pihak RSUDAM tidak mampu menangani Yuniarti dengan alasan kekurangan alat medis. Sehingga Yuniarti dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.

“Dua hari setelah mendapat rujukan ke Jakarta, saya berdua isteri dengan membawa uang empat juta rupiah menumpang truk fuso yang memuat pisang dan berangkat ke Jakarta.  Selanjutnya saya empat bulan berobat di Rumah Sakit Cipto (RSCM) di Jakarta. Dua bulan rawat inap dan dua bulan rawat jalan,” papar Ali.

Selama rawat inap, Yuniarti dikemoterapi. “Karena menggunakan kartu gakin (keluarga miskin) bisa enam kali kemoterapi. Namun setelah tiga kali kemoterapi, kami kehabisan biaya hidup. Sehingga kami memutuskan untuk segera pulang ke Lampung,” imbuh Ali Setelah itu Ali dan Yuniarti melakukan pengobatan secara alternatif di berbagai tempat.  “Tumor di isteri saya sempat mengecil, tetapi tidak lama mulai membesar,” jelas Ali

Dari tahun 2012 hingga saat ini, Ali dan isteri pasrah dan tidak melanjutkan berobat karena tidak memiliki biaya. “Saya dan isteri sudah tidak sanggup lagi untuk berobat, karena tidak memiliki uang,” kata Ali. Sehingga Ali dan keluarganya mengharapkan bantuan dari pemerintah dan masyarakat untuk membiaya pengobatan istrinya. “Tentu saya dan keluarga sangat berharap isteri saya dapat sembuh dan sehat kembali,” harap Ali. 

Ali menjelaskan saat ini dirinya tidak memiliki pekerjaan yang jelas. “Sesekali hanya bantu kawan yang petani jualkan hasil kebunnya. Dalam satu bulan penghasilan saya tiga ratus sampai 400 ribu rupiah,” jelas Ali. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Agus Yudistira

 

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong