Logo Saibumi

Yaya, Aktivis Lingkungan Yang Ikut Bertarung di Pileg

Yaya, Aktivis Lingkungan Yang Ikut Bertarung di Pileg

Nurka Cahyaningsih (Yaya) I Antara

Saibumi.com, Bandar Lampung – Nurka Cahyaningsih atau lebih dikenal dengan panggilannya Yaya adalah salah satu dari sekian banyak aktivis lingkungan di Provinsi Lampung yang maju dalam Pemilu legislatif (Pileg) 2014 sebagai calon anggota DPRD Provinsi Lampung.

Menurut Yaya, saat dihubungi Antara dari Bandar Lampung, Jumat, 4 April 2014, ia memutuskan untuk maju mencalon sebagai anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV (Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Kabupaten Tanggamus melalui Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) nomor urut tiga.

Dia dikenal sebagai salah satu arsitek dan pejuang Perhutanan Sosial (Hutan Kemasyarakatan/HKm dan Hutan Desa) maupun Sistem Hutan Kerakyatan serta Hutan Adat di Provinsi Lampung, dan aktif dalam penanganan konflik tenurial serta persoalan-persoalan perempuan.

Sejak tahun 1998, Yaya bersama lembaganya LSM Watala (Keluarga Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup) memperjuangkan hak-hak masyarakat petani yang mengelola kawasan hutan negara, melalui skema HKm, dan pada akhirnya kini program ini menjadi program unggulan secara nasional oleh Kementerian Kehutanan.

Perempuan yang luput dari ekspose dan nyaris tak tersentuh hingar bingar kampanye di media massa ini menamatkan pendidikan strata satu (S-1)-nya dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) tahun 1993, dan strata dua (S-2) Master Ilmu Pemerintahan dari FISIP Unila tahun 2010, bersuamikan Ichwanto M Nuch, juga seorang aktivis lingkungan dan pergerakan di Provinsi Lampung dengan dua orang putra.

Menurut Yaya, dia mengusung visi: "Rakyat Harus Berdaya", dan mengaku tak pernah mengenal lelah berupaya memperjuangkannya melalui arena yang lain, yakni legislatif.

Dia berpendapat, "Walaupun secara legalitas masyarakat sudah dapat mengelola kawasan hutan, tapi anggaran pemerintah di sektor kehutanan masih sangat kecil sekali, rata-rata tidak sampai 0,5 persen dari APBD kabupaten maupun provinsi, bagaimana bisa berdaya kalau anggaran untuk itu tidak ada." Kritiknya tentang perempuan dalam kancah politik, khususnya dalam proses pencalonan di legislatif adalah "Perempuan masih dipandang sebagai pelengkap saja, hanya sebatas untuk memenuhi kuota minimal 30 persen keterwakilan perempuan saja." Coba dilihat dari daftar calon anggota legislatif di semua tingkatan, rata-rata mereka berada di urutan menengah ke bawah, padahal kalau mau dicermati kemampuan perempuan bisa melebihi kaum laki-laki, ini pekerjaan rumah atau PR bagi kaum perempuan yang harus terus diperjuangkan, katanya lagi.

Menyadari hal tersebut, menurutnya, perempuan yang berani mengambil jalur politik dalam basis perjuangannya hendaknya harus memahami dan menguasai substansi apa yang akan diperjuangkannya, baik itu masalah kesetaraan perempuan, pendidikan, kesehatan ibu dan anak, keadilan sumber daya alam, dan lain-lainnya.

Isu aktual terkini yang sedang diperjuangkannya adalah REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) - Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan, agar dapat membawa kemaslahatan bagi masyarakat khususnya yang hidup di dalam dan luar kawasan hutan.

"Tak ada yang tak mungkin yang bisa dilakukan," ujar dia tentang prinsip menjalani kehidupan ini. Nurka Cahyaningsih berharap melalui pencalonannya sebagai anggota DPRD Provinsi Lampung dari Dapil IV (Kabupaten Lampung Barat, Pesisir Barat dan Kabupaten Tanggamus) melalui Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan nomor urut 3, dapat mewujudkan visinya tersebut.

Nurka Cahyaningsih (Yaya) bersuamikan Ichwanto M. Nuch (Buyung), dan memiliki dua anak, yaitu M Hadziq Al Fatih Nuch (Hubungan Internasional, Undip) dan Fietra Al Zhilal Rabbani Nuch (SD Kartika II Bandarlampung, tinggal di Jalan Teuku Cik Ditiro Perum Wisma Mas Kemiling Blok F2/20 Beringin Raya, Bandar Lampung.

Pengalaman organisasi dan pekerjaan, yaitu anggota WATALA 1987--sekarang; ICRAF Koordinator Negosiation Support System (NSS) ICRAF Lampung Barat 2000--2009; Tim Krui 1999; Partnership-Kemitraan 2012--2013; Tim Perumus Permenhut Hutan Kemasyarakatan (HKm) 2000--2007; anggota Tim Kerja Tata Ruang dan Tata Guna Lahan (TRTGL) Lampung Barat 2001--2009; dan Tim Penyusun Perda 18/2004 tentang Pengelolan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Berbasis Masyarakat (PSDALBM) Kabupaten Lampung Barat 2003--2004.

Dia juga menjadi Tim Penyusun Raperda Kehutanan Lampung Barat (2005); Kelompok Kerja Relawan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Provinsi Lampung 2001--sekarang; anggota Tim Terpadu Pengkajian Pelepasan Tanah Pada Kawasan Hutan Lindung Reg. 45 B Bukit Rigis Pekon Sukapura Kecamatan Sumberjaya Lampung Barat; Tim Studi Review Tata Ruang Provinsi Lampung Berbasis Strategi Pembangunan Berkarbon Rendah (Low Carbon Development) 2012; anggota Tim Pokja Persiapan Pembentukan Kelembagaan REDD (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) Republik Indonsia, 2013.

Publikasi yang telah diterbitkannya adalah Hutan Kemasyarakatan Kabupaten Lampung Barat: Panduan Cara Memproses Perizinan, dan Kiat Sukses Menghadapi Evaluasi, Ed. 1 Bogor: World Agroforestry Centre, 2006; Ketika Adat Mengelola Hutan: REDD Menjadi Suatu Pilihan, Watala, 2010. (*)

BACA JUGA: KPU Sosialisasi Kesiapan Gelar Pilgub dan Pileg

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong