Logo Saibumi

Sidang Karomani CS, 7 Saksi Dihadirkan JPU KPK dari Honorer Hingga Dekan 

Sidang Karomani CS, 7 Saksi Dihadirkan JPU KPK dari Honorer Hingga Dekan 

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Sidang ketiga terdakwa dalam perkara suap penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung yaitu Rektor Non Aktif, Prof Karomani; Heriyandi; dan Muhammad Basri kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang pada Selasa, 24 Januari 2023.  

 

BACA JUGA: Persentase Realisasi Belanja APBD Sebesar 97,25%, Provinsi Lampung Peringkat Pertama se-Indonesia Tahun Anggaran 2022

Pada pelaksanaannya sejumlah saksi dihadirkan yakni, Fajar Pramukti Putra (Honorer); Wayan Rumite (Dosen); Ferry Antonius (Wiraswasta); Destian (Honorer); Dyah Wulan Sumekar (Dekan Fakultas Kedokteran); Nairobi (Dekan Fakultas Ekonomi); dan Wanda Ida Nurhaida (Dekan FISIP). 

 

Dalam kesaksiannya, Fajar Pramukti Putra menyampaikan, bahwa terdakwa Muhammad Basri menerima uang Rp625 juta darinya untuk meluluskan dua mahasiswa ke Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (Unila) pada jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) tahun 2022.

 

Fajar mengatakan, uang tersebut berasal dari Feri Antonius, orang tua mahasiswa sebanyak Rp325 juta dan Linda Fitri sebesar Rp300 juta. 

 

"Jadi saya kasih tahu ke Pak Basri, katanya bisa bantu asal ada (uang). Jadi bulan Juni saya ketemu Feri dikasih uang cash, terus bu Linda," ungkap Fajar. 

 

Fajar menyampaikan, dia menghubungi M. Basri karena selaku pimpinan dan juga Ketua Senat Unila, sehingga Fajar meyakini jika Basri bisa membantu kelulusan dua calon mahasiswa tersebut. 

 

Saat ditanya Ketua Majelis Hakim Lingga Setiawan yang meragukan jawaban dari Fajar dan kompetensi M. Basri dalam penerimaan mahasiswa

 

"Saya kenalnya beliau, dan saya pikir kan Ketua Senat," ucap Fajar.

 

Kemudian, JPU KPK Agung Satria Wibowo merasa aneh. Sebab, jalur SBMPTN merupakan jalur tes tertulis dan merupakan kewenangan Kementerian terkait, sehingga JPU meragukan peran M. Basri.

 

Namun menurut Fajar, M. Basri menyebut akan dibantu oleh pihak pusat, hingga akhirnya dua anak yang dititipkan ke Basri, lolos dan masuk ke Fakultas Kedokteran Unila.

 

"Jadi kata Pak Basri bilangin ke orang tua, insyaAllah aman, masuk dan dibantu pusat," ungkapnya.

 

JPU lalu menanyai Fajar, dari Rp625 juta tersebut berapa uang yang diterima Fajar sebagai fee. Fajar berdalih tak menerima fee, dan hanya mendapat uang Rp2 juta dari Muhammad Basri.

 

"Cuma Rp2 juta, itu juga uang pribadi dari Pak Basri," tutur Fajar. (*)

BACA JUGA: Silaturahmi Dengan Forkopimda dan Jajaran Pemkab Lampung Barat, Gubernur Arinal Sampaikan Pembangunan 4 Ruas Jalan untuk Tingkatkan Akses Perekonomian Daerah

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.