Logo Saibumi

Pj Bupati Mesuji Hingga Mantan Bupati Way Kanan Diperiksa KPK Terkait Kasus Karomani 

Pj Bupati Mesuji Hingga Mantan Bupati Way Kanan Diperiksa KPK Terkait Kasus Karomani 

Foto: Konfrensi Pers KPK pengungkapan kasus Prof Karomani dan Kawan-kawan | istimewa

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan saksi pada Kamis, 24 November 2022 terkait penerimaan calon mahasiswa baru pada Universitas Lampung tahun 2022 untuk tersangka Karomani dan kawan-kawan. 

 

BACA JUGA: Do'a Bersama Mahasiswa Asal Cianjur Minta Bantuan Pemerintah DI Yogyakarta karena Tak Punya Biaya Hidup 

 

Kepala Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyampaikan pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan. 

 

 

"Pemeriksaan saksi tindak pidana korupsi (TPK) suap oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya terkait penerimaan calon mahasiswa baru pada Universitas Lampung tahun 2022," ungkapnya. 

 

 

Dalam pelaksanaannya, setidaknya ada lima nama yang dilakukan pemanggilan pada hari ini, adapun rinciannya sebagai berikut: 

 

 

1. Helmy Fitriawan (PNS)

2. M. Komaruddin (PNS)

3. Fatah Sulaiman (Rektor UNTIRTA)

4. Tamanuri (ANGGOTA DPR RI)

5. Sulpakar (PNS)

6. Drs. Utut Adianto (ANGGOTA DPR RI)

7. Nizamuddin (PNS)

 

 

Namun, Ali Fikri belum menyampaikan apa yang akan ditelisik terhadap pemeriksaan para saksi ini kali ini.

 

 

Sebelumnya, tim penyidik KPK juga telah memanggil 5 orang saksi pada Rabu, 23 November 2022.

 

1. M. Alzier Dhianis Thabrani, Wiraswasta

2. Thomas Azis Riska, Wiraswasta

3. H. Muhammad Kadafi, Anggota DPR RI

4. Musa Ahmad, Bupati Lampung Tengah

5. Drs. M. Dawam Rahardjo, Bupati Lampung Timur 

 

 

Sementara itu, dalam sidang pekan ketiga Terdakwa Andi Desfiandi yang tak lain adalah pemberi suap ke Rektor Non Aktif Unila, Prof Karomani digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang pada Rabu 23 November 2020. 

 

 

Setidaknya ada 6 saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sidang yang dimulai sejak pukul 10.00 Wib, dengan rincian sebagai berikut: 

 

 

1. Tjitjik Srie Tjahjandarie (Plt Sekretaris Ditjen dikti ristek)

 

2. Fatah Sulaiman (Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten 

 

3. Nizamudin (Kepala TIK Universitas Syiah Koala)

 

4. Diah Sumekar (Dekan Fakultas Kedokteran Unila)

 

5. Yulianto (Warek Bidang Kemahasiswaan Unila)

 

6. Budi Sutomo (Kepala Biro Perencanaan dan Humas Unila)

 

 

Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila Budi Sutomo memaparkan asal-usul uang suap penerimaan mahasiswa baru Unila 2022 yang disebutnya sebagai infaq. Di mana, uang infaq itu atas perintah Karomani untuk pembangunan Gedung Lampung Nahdliyin Center (LNC).

 

Budi mengatakan, total uang yang diterimanya dari orang tua mahasiswa baru dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Asep Sukohar mencapai Rp2,2 miliar.

 

"Saya diperintahkan Karomani untuk mengumpulkan infaq untuk gedung LNC. Saat itu pak Karomani bilang, kalau gedung LNC butuh biaya," bebernya.

 

Lebih lanjut Budi Sutomo merincikan uang-uang yang telah diterimanya dari beberapa nama yang ia peroleh. 

 

"Total dari Pak Asep Sukohar Rp650 juta, Evi Kurniati Rp100 juta, Mardiana Rp100 juta, Herman HN Rp250 juta, Wayan Rp250juta," tandasnya. (Riduan)

BACA JUGA: Masyarakat Petani Kota Baru Unjuk Rasa di Kantor DPRD Provinsi Lampung

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA