Logo Saibumi

Jangan Coba Bermain Ujaran Kebecian, Penjara Menanti!

Jangan Coba Bermain Ujaran Kebecian, Penjara Menanti!

Saibumi.com (SMSI) Bandarlampung  - Jangan Coba-coba bermain diranah ujaran kebencian, karena bisa mengakibatkan di penjara.

 

BACA JUGA: Situasi Keamanan dan Penanganan Covid-19 di Lampung Jadi Sorotan Kapolri 

Banyak yang sudah merasakan juruji besi karena ujaran kebencia terutama yang berhubungan dengan kepercayaan atau agama, seperti contoh Ferdinand Hutahaean.

 

Ferdinand Hutahaean terjerat kasus karena cuitannya yang berbau sara di twiter.

 

Pria yang aktif di media sosial itu menuliskan kata-kata yang dianggap menyinggung umat agama lain. Gara-gara cuitan itu, tagar "Tangkap Ferdinand" dan sempat menjadi trending di Twitter.

 

"Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu di bela," tulisnya di akun @FerdinandHaean3, begitu bunyi ciutannya.

 

Sadar cuitannya membuat gempar, Ferdinand mengaku sudah menghapusnya. Namun warganet sudah kadung mengabadikan tulisan Ferdinand itu.

 

Selanjutnya Mantan politikus Partai Demokrat yang juga pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean akhirnya mengunggah video klarifikasi tentang cuitannya yang berisi pemohonan maaf.

 

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bergerak cepat dengan menindaklanjuti laporan polisi atas nama terlapor Ferdinand Hutahaean, terkait dengan ujaran kebencian mengandung SARA dan menyebarkan berita bohong.

 

Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP /B/007/I/2022/SPKT/Bareskrim Polri dengan terlapor pemilik atau pengguna akun Ferdinand Hutahaean dengan nama pemilik akun @ferdinandHaean3.

 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa setelah laporan diterima, penyidik langsung melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, yakni satu saksi pelapor dan dua saksi lainnya.

 

"Malam ini dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi, yaitu satu saksi pelapor dan dua saksi lainnya," kata Ramadhan. (*)

 

BACA JUGA: Kepala BNN Lampung: Sekitar 31.811 Orang di Lampung Pernah Pakai Narkoba

>

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA