Logo Saibumi

Asal Usul Agama Baha’i Yang Dapat Ucapan Selamat Hari Raya Dari Menteri Agama

Asal Usul Agama Baha’i Yang Dapat Ucapan Selamat Hari Raya Dari Menteri Agama

Agama Baha'i adalah agama monoteistik yang didirikan Mirza Husayn-Ali Nuri di Iran

Saibumi.com (SMSI), Jakarta – Setelah mendapatkan ucapan selamat Hari Raya dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau yang lebih dikenal dengan nama Gus Yaqud, kini agama Baha’i banyak di perbinangkan publik. Banyakpula orang yang bertanya bagai mana asal usul agama Baha’i dan apa itu agama Baha’i.

 

BACA JUGA: Limbah Medis Covid-19 Menumpuk, Ini Arahan Jokowi

Berikut adalah rangkuman dari saibumi.com mengenai agama Baha,i.

 

  1. Lahirnya agama Baha’i

Lahirnya agama Baha’i tak lepas dari seorang saudagar dari Kota Shiraz, Iran, bernama Siyyid Mírzá Alí-Muammad.Kemudian ia mendapuk dirinya dengan gelar Sang Bab, yang artinya gerbang. Pada 23 Mei 1844, Sang Bab yang berusia 25 tahun mengakui menerima wahyu dari Tuhan. Ia melakukan gerakan keagamaan bernama Bab. Gerakan keagamaan ini menyebar ke seantero kerajaan Persia (kini Iran) pada masa itu.

 

Para pemuka agama Islam pada masa itu menentang gerakan Baha’i ketika itu mendapat banyak tantangan dari para pemuka agama Islam di sana. Akhirnya Sang Bab meninggal dieksekusi mati pada 1850 di lapangan Tabriz pada usia 30 tahun. Bersamaan dengan itu 20.000 pengikutnya pun dieksekusi mati.

 

Sebelum wafat, Sang Bab menyatakan, kedatangannya sebagai nabi untuk menyiapkan seorang nabi yang disebut sebagai perwujudan Tuhan. Menurutnya, ajaran yang akan dibawa oleh utusan Tuhan berikutnya jauh lebih besar. Orang yang dimaksud Sang Bab bergelar Baha’ullah yang berarti kemuliaan tuhan. Baha’ullah bernama lengkap Mírzá usayn-`Alí Núrí.

 

Ia merupakan putra pasangan Mírzá Buzurg dan Khadíjih Khánum yang lahir pada 12 November 1817. Mirza Husayn lahir di Taheran, Iran dari keluarga bangsawan. Bapaknya seorang Menteri masa kerajaan Persia. Ia adalah pengikut Bab sejak 1845 atau setahun setelah kemunculan gerakan keagamaan ini. Tiga tahun setelah Bab dieksekusi, Mirza diasingkan ke Bagdad.

 

Baha’ullah menerima wahyu pada 1953. Satu dekade kemudian, pada 1863, ia mulai memproklamasikan diri sebagai pembawa wahyu. Setelah dari Bagdad, Baha’ullah dipindahkan ke penjara di Istanbul, Ibu Kota kerajaan Ottoman (kini Turki). Terakhir ia dipenjara di daerah terpencil di Kota Akka, Israel hingga meninggal dunia.

 

  1. Era Soekarno Agama Baha'i

Agama Baha'i masuk Indonesia dibawa oleh saudagar dari Persia dan Turki bernama Jamal Effendy dan Mustafa Rumi melalui Sulawesi pada 1878. Ajaran dari Persia ini kemudian menyebar ke berbagai daerah di Nusantara. Pada era Presiden Soekarno, Bahai sempat dilarang melalui Keppres Nomor 264/1962, karena dianggap bertentangan dengan revolusi, dan cita-cita Sosialisme Indonesia.

 

Namun, zaman Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Keppres No 264/1962 dicabut dan diganti dengan Keppres No 69/2000 yang menyatakan penganut Bahai bebas menjalankan aktivitas keagamaannya.

 

  1. Masuk Agama yang Dilindungi di Indonesia

 

Meski belum diakui sebagai agama dalam KTP, Bahai diakui keberadaannya oleh pemerintah berdasarkan Surat Menteri Agama No 450/1581/SJ tanggal 27 Maret 2014. Dalam surat menteri agama itu, Bahai termasuk agama yang dilindungi sesuai ketentuan Pasal 29, Pasal 28E, serta Pasal 281 UUD 1945

 

  1. Ciri Khas Agama Baha'i

Agama Bahai mengajarkan tiga pilar kesatuan. Pertama, Tuhan itu esa, satu, meski masing-masing orang menyebutnya dengan nama berbeda-beda. Kedua, kesatuan agama, yakni semua agama yang ada di muka bumi Tuhan-nya sama. Dan Ketiga, kesatuan kemanusiaan. Bahai memandang agama terpadu satu sama lain, berkemajuan sesuai perkembangan zaman.

 

Ajaran Bahai meyakini Tuhan mahaesa, mahatahu, mahakuasa, tidak dapat binasa, tanpa awal dan akhir, merupakan pencipta segala alam semesta. Baha’i menerima keabsahan agama-agama besar lainnya.

 

  1. Syarat Menjadi Penganut Biha”i

Untuk menjadi penganut Bahai harus meyakini dua hal. Pertama, meyakini Sang Bab dan Baha’ullah sebagai perwujudan Tuhan di muka bumi bagi umat. Kedua, meyakini dan menjalani ajaran dan perintahnya. Diwajibkan bersembahyang yang dilaksanakan secara sendiri-sendiri, serta berdoa dan berpuasa.

 

Selain sembahyang wajib, ada doa dan tulisan suci yang dianjurkan untuk dibaca dan dipelajari. Setiap penganut Bahai diwajibkan untuk memajukan kerohanian dan spiritualnya. “Kami telah memerintahkan kepadamu agar bersembahyang dan berpuasa dari awal akil baliq; inilah perintah tuhan, tuhanmu dan tuhan nenek moyangmu,” – bunyi sabda Baha’ullah yang dikutip dari buku agama Bahai. Agama Biha”i, juga diwajibkan berpuasa. Namun, hanya 19 hari, berbeda dengan puasa Ramadan bagi umat Islam.

 

Nah itu rangkuman Asal usul Agama Biha’i dan bagaiman bisa masuk kedalam Indonesia. (*)

BACA JUGA: Limbah Medis COVID-19 Capai 18 Ribu Ton



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong