Logo Saibumi

Untuk Bangkit, Indonesia Perlu Memperkuat Karakter Bangsa
Dr Andi Desfiandi SE MA

Untuk Bangkit, Indonesia Perlu Memperkuat Karakter Bangsa

Dr Andi Desfiandi SE MA | Habib Mawandhi/Saibumi.com

Saibumi.com – Di mata Dr Andi Desfiandi SE MA, Indonesia saat ini membutuhkan suatu formula yang komprehensif guna membentuk karakter bangsa yang kuat dan baik. Hal ini penting untuk membuat Indonesia bangkit dari keterpurukan di berbagai bidang.

“Saya gelisah, prihatin, bahkan sedih. Di negeri yang memiliki banyak orang pintar, sungguh ironis melihat kualitas hidup masyarakatnya yang menurun,” ujar Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya itu kepada Saibumi.com. “Ternyata pintar saja tidak cukup. Tapi juga harus memiliki moral yang baik,” sambungnya.

Menurut Andi, selain pemimpin yang berjiwa revolusioner, Indonesia juga membutuhkan desain besar terkait pembentukan karakter bangsa. “Sebuah desain yang utuh dan menyeluruh. Diterapkan dalam pendidikan kita dari kecil sampai dewasa, hingga nanti terjun ke masyarakat,” papar ayah tiga anak ini.

Dalam usaha membangun karakter bangsa diperlukan keterlibatan  seluruh komponen bangsa. Semua warga negara mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. “Jadi bukan hanya tanggung jawab orangtua atau guru di sekolah,” tandas Andi.

Di lembaga pendidikan yang ia pimpin, Andi mencoba membangun karakter anak didiknya. Ia tidak memberi toleransi terhadap bentuk-bentuk kecurangan. “Di sini tidak bisa membeli nilai, apalagi ijazah,” kata pria yang menjabat Rektor Darmajaya sejak 2007.

Tidak hanya mahasiswa, disiplin tinggi juga diterapkan kepada semua karyawan Darmajaya. Bagi Andi, membentuk karakter yang berintregitas merupakan sebuah proses yang tidak sebentar dan harus dilakukan terus menerus.

Dalam keluarga maupun di lingkungan kerja, pria yang lahir di Tanjungkarang, 7 Desember 1963, menanamkan pentingnya menghargai proses ketimbang hasil. Jika berorientasi hasil, orang bisa menghalalkan segala cara dan dengan mudah mengambil jalur pintas. “Tak heran jika banyak orang yang tidak menghargai profesi mereka dengan melakukan kecurangan. Korupsi, misalnya,” jelas Andi.

Di Darmajaya setiap mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah kewirausahaan atau entrepreneurship yang ditempuh selama dua sementer. Tidak hanya untuk membangun jiwa usaha, lebih dari itu, mata kuliah ini diharapkan bisa membentuk karakter seseorang yang fokus pada proses. Bukan hanya ingin hasil yang instan.

“Orang cenderung jadi karyawan atau pegawai karena ingin terima jadi. Bukan malah merintis dan membangun usaha sendiri,” ujar Andi.

Padahal, menurutrnya,  dengan membuka usaha, seseorang bisa membantu penguatan ekonomi bangsa. Membuka usaha selalu berbanding lurus dengan penyerapan lapangan kerja. “Teori hanya akan menjadi teori jika tidak dipraktikkan,” tambah alumnus Jurusan Administrasi Bisnis di National University, Amerika Serikat ini.

Ketika pertama memimpin Darmajaya, Andi sempat bertanya kepada ratusan mahasiswanya, siapa yang ingin menjadi pengusaha. “Yang jawab tidak lebih dari satu persen,” kenang Andi.

Seiring waktu, semakin banyak lulusan Darmajaya yang memilih membuka usaha sendiri. “Paling tidak inilah yang bisa kami berikan untuk negeri ini,” ujar Andi.(*)

Laporan wartawan Saibumi.com Habib Mawandhi

BACA JUGA: Membalikkan Teori Bisnis

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong