Logo Saibumi

Dampak Negatif Aktivitas Penambangan yang Berlebihan

Dampak Negatif Aktivitas Penambangan yang Berlebihan

Saibumi.com (SMSI) Bandarlampung - Aktivitas pertambangan yang dilakukan secara masif dan tidak dilanjutkan dengan reklamasi pasca tambang dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

 

BACA JUGA: Panen Padi di Bumi Nabung, Bupati Musa Ahmad Minta Dirjen Pertanian Perhatikan Kondisi Pegawai Pertanian

"Jelas terdapat kerusakan lingkungan. Yang terlihat paling nyata adalah perubahan bentang alam lalu ada juga potensi pencemaran sungai atau air yang bisa menjadi keruh dan berbau dari aktivitas pertambangan," ujar Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung, Irfan Tri Musri. Rabu, 10 Maret 2021.

 

Ia juga mengatakan jika sudah beberapa kali ada kejadian anak yang meninggal di lubang bekas tambang yang tidak ditutup kembali.

 

"Memang sudah ada beberapa kejadian di Lampung. Karena kebanyakan lubang bekas tambang itu dijadikan arena bermain oleh anak-anak, padahal itu kan wilayah yang berbahaya. Kita tidak tahu kedalamannya dan kandungan air di lubang itu apa saja," katanya.

Menurutnya, pengerukan bukit atau gunung yang dilakukan dalam aktivitas pertambangan itu rawan longsor. Misalnya saat hujan deras dan struktur tanah masih labil serta tidak kuat maka potensi longsor akan sangat besar.

 

"Kita ambil contoh saja perumahan Citraland. Citraland itu tidak murni dari aktivitas pertambangan tetapi land clearing. Karena struktur tanahnya labil maka terjadilah longsor itu," jelasnya. (saibumi)

BACA JUGA: Tamtama, Bintara, hingga Akpol Rekruitmen Anggota Polri Tahun 2021



#

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong