Logo Saibumi

Gegara Masalah Parkir, Pengidap Skizofrenia di Lampung Dipukuli Oknum Anggota TNI

Gegara Masalah Parkir, Pengidap Skizofrenia di Lampung Dipukuli Oknum Anggota TNI

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com, Tulangbawang - Seorang remaja di Lampung pengidap skizofrenia mengaku dipukuli oknum anggota TNI.

Remaja warga Rawajitu Selatan, Kabupaten Tulangbawang ini menumpahkan isi hatinya lewat akun Facebook Pratama Corleone.

BACA JUGA: Tiga Keluarga Korban Sriwijaya Air asal Lampung Dapat Santunan

Meski postingan itu sudah dihapus, namun tangkapan layar curhatan pemuda ini terlanjur viral di media sosial.

Pratama mengaku trauma atas tindakan kekerasan yang dilakukan oknum TNI tersebut. 

"Mohon bantuannya kawan-kawan semua saya juga pengidap skizo, ditambah kejadian ini saya makin tambah trauma untuk buka toko lagi takut dipukuli dikeroyok lagi," tulis Pratama, dilansir Suaralampung, Kamis, 4 Februari 2021. 

Dari postingan yang beredar, Pratama mengaku dipukuli oknum TNI dan ayah oknum TNI itu. 

Penyebabnya sepele, hanya gara-gara masalah parkir motor. Pratama memiliki toko yang bersebelahan dengan tempat pangkas rambut milik ayah oknum TNI itu.

Saat itu ada orang datang ke tempat pangkas rambut ayah oknum TNI itu, lalu memarkir motornya di teras toko Pratama.

Karena mengganggu pelanggan tokonya, Pratama berinisiatif memindahkan motor itu ke depan tempat pangkas rambut ayah oknum TNI. 

Namun ayah oknum TNI itu tak terima. Terjadilah cekcok mulut antara Pratama dengan ayah oknum TNI.

Esok harinya, permasalahan ini didamaikan oleh Ketua RT setempat.

Sore hari, oknum TNI itu mendatangi Pratama di tokonya. Pratama masih tidur saat itu.

Oknum TNI berseragam itu langsung mengancam Pratama sambil melayangkan pukulan ke muka Pratama.

Kacamata Pratama pecah. Oknum TNI itu lalu membanting Pratama. Tubuh Pratama diinjak.

"Dicongkel mata saya pakai jari lalu kepala saya dipukul pakai gelas kaca sama bapaknya oknum tersebut," tulis Pratama. 

Menurut Pratama, gara-gara kejadian itu matanya makin minus dan silindernya bertambah.

"Saya juga sekarang jadi sakit kepala terus akibat benturan," tulisnya.  

Pratama mengaku sudah melapor ke Koramil setempat, namun malah dipojokkan seolah-olah dirinya yang salah.

Bahkan Pratama dituding membuat-buat cerita tersebut.Pihak Koramil meminta supaya masalah ini damai saja. Pratama juga mengaku laporan ke polsek namun tidak ditanggapi.

Pratama mengakui tidak ada saksi yang menyaksikan kejadian itu karena terjadi di dalam toko.

"Tapi ada saksi yang melihat saya digeret-geret dari dalam toko sampai ke luar toko," tulis Pratama.

Belakangan postingan curhat pemuda pengidap skizofrenia asal Tulangbawang, Lampung, itu dihapus.

Pratama memposting status baru di Facebooknya yang menyatakan kasusnya sudah selesai. 

"Selamat sore semuanya.
Saya di sini ingin memohon maaf sebesar besarnya kepada seluruh instansi TNI dan Polri atas postingan saya kemarin. Saya juga sangat berterimakasih sekali kepada seluruh jajaran Polisi dan TNI karena kasus saya sudah dimediasi dan didamaikan
Kasus saya sudah selesai, saya mohon bagi yang masih membagikan postingan saya mohon dihapus karena kami sudah dimediasi dan didamaikan
Sudah dibantu juga biaya pengobatan saya, jadi saya mohon bagi yang masih membagikan postingan saya mohon dihapus ya teman teman. Saya tidak dapat ancaman maupun tekanan dari pihak manapun itu, kita juga sudah mediasi dengan baik baik.
Terimakasih semuanya" tulis Pratama di akun Facebooknya.

Kepala Penerangan Korem 043/Garuda Hitam Lampung, Mayor Inf Joko Warsito, saat dikonfirmasi menyatakan masih menindaklanjuti hal tersebut.

"Saya sudah tanyakan kepada anggota  yang disana, katanya peristiwa itu terjadi pada Desember 2020 lalu. Sudah ada perdamaian dan oknum anggota TNI itu katanya sudah meminta maaf dan mengganti biaya pengobatan. Katanya juga si anak iseng posting lagi ceritanya di medsos," papar Joko dalam sambungan telepon.

Saat ditanya apakah ada sanksi kepada oknum TNI yang melakukan penganiayaan itu, Joko menjawab bahwa ada prosedurnya.

"Itu harus dari satuannya (Kodim), harus bertahap," ungkap Joko. (*)

BACA JUGA: Pegawai Kemenag Tubaba Lampung Meninggal karena Covid-19, Kantor Tutup hingga 13 Februari 2021



Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong