Logo Saibumi

Waspada, Kelebihan Minum Kopi Bisa Sebabkan Aritmia, Ini Penyebabnya

Waspada, Kelebihan Minum Kopi Bisa Sebabkan Aritmia, Ini Penyebabnya

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com - Aritmia terjadi ketika jantung berdetak tidak teratur.

Saat mengalami aritmia, jantung seseorang bisa berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, terlalu dini, atau ritme yang tidak teratur.

BACA JUGA: Ini Rekomendasi Asupan Vitamin untuk Pengidap Covid-19

Aritmia terjadi ketika sinyal listrik yang mengoordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan benar. 

Detak jantung tidak teratur mungkin terasa seperti jantung berdebar kencang.

Kebanyakan aritmia jantung tidak berbahaya. Namun, ada juga aritmia yang dapat menyebabkan gejala dan komplikasi parah dan berpotensi fatal.

Aritmia bisa dipicu oleh beberapa kondisi.

Lantas, apa yang menyebabkan kelebihan minum kopi sebabkan aritmia? Ini ulasannya, dilansir Halodoc, Rabu, 13 Januari 2021.

Hubungan Minum Kopi dan Aritmia

Hubungan antara aritmia dan gaya hidup tertentu, termasuk minum kopi sudah banyak diteliti.

Melansir dari Science Direct, anggapan bahwa minum terlalu banyak kopi bisa menyebabkan aritmia belum didukung oleh bukti.

Para peneliti mengatakan bahwa studi yang dilakukan menunjukkan penurunan aritmia dengan peningkatan konsumsi kafein dalam kopi. 

Dilansir dari Journal of the American College of Cardiology, kafein tidak berpengaruh pada aritmia ventrikel (VAs).

Disebutkan bahwa mengonsumsi hingga 500 mg setiap hari (atau setara dengan enam cangkir kopi) tidak meningkatkan keparahan atau tingkat VAs. 

Sebuah studi acak dari 103 pasien pasca serangan jantung yang mengonsumsi 353 mg kopi per hari menghasilkan peningkatan detak jantung dan tidak ada aritmia yang signifikan.

Hanya dua penelitian yang menunjukkan peningkatan risiko VAs, yaitu pengidap yang setidaknya minum 10 cangkir dan 9 cangkir per hari. 

Belum dipahami mengapa ada orang yang mengalami aritmia saat minum kopi.

Namun, sejauh ini bisa dikatakan bahwa minum dua hingga empat cangkir per hari baik untuk jantung, dengan peminum kopi biasa yang memiliki gagal jantung, penyakit koroner, dan masalah irama jantung yang lebih rendah. 

Belum diketahui secara jelas bahwa kopi merugikan, meskipun setiap orang memiliki kondisi yang berbeda.

Jika seseorang merasa kopi dapat memperburuk gejala masalah jantung, maka masuk akal untuk mengurangi atau menghindarinya.

Faktor Risiko yang Sebabkan Terjadinya Aritmia

Menurut ahli jantung Nieca Goldberg, yang berpraktek di New York, kopi adalah stimulan yang sensitif bagi sebagian orang.

Bagi kamu yang sensitif, mungkin mengalami palpitasi setelah minum kopi.

Bahaya kopi tidak seburuk itu, karena masih ada kafein dalam cokelat dan minuman bersoda yang perlu diwaspadai.

Tindakan terbaik adalah mengonsumsi minuman berkafein ini dalam jumlah sedang.

Sementara itu, ada beberapa hal yang membuat seseorang lebih mungkin mengalami aritmia, yaitu:

  • Usia. Peluang mengidap aritmia meningkat seiring bertambahnya usia. 
  • Gen. Kemungkinan seseorang mengalami aritmia lebih tinggi jika memiliki keluarga dekat yang juga memiliki aritmia. Beberapa jenis penyakit jantung dapat diturunkan dalam keluarga. 
  • Gaya hidup. Pengguna alkohol, tembakau, dan narkoba juga meningkatkan risiko.
  • Kondisi medis. Tekanan darah tinggi, diabetes, gula darah rendah, obesitas, sleep apnea, dan gangguan autoimun adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan aritmia jantung.
  • Lingkungan hidup, seperti polusi udara. 

Beberapa langkah yang umumnya dilakukan dokter untuk menangani aritmia, yaitu:

  • Obat-obatan, misalnya obat-obatan penghambat beta untuk menjaga denyut jantung tetap normal dan obat-obatan antikoagulan, untuk menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah dan stroke.
  • Alat picu jantung untuk menjaga detak jantung tetap normal pada kasus-kasus aritmia tertentu.
  • Kardioversi. Dokter akan memberikan kejutan listrik ke dada pengidap untuk membuat denyut jantung kembali normal. Prosedur ini dilakukan jika suatu aritmia tidak dapat ditangani dengan obat-obatan.
  • Metode ablasi untuk menangani aritmia yang penyebabnya sudah diketahui.

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai gangguan aritmia jantung. Jika kamu memiliki masalah penyakit ini, sebaiknya segera hubungi dokter. (*)

BACA JUGA: Studi: Perempuan Lebih Berisiko Meninggal akibat Strain Baru Virus Corona

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong