Logo Saibumi

Diskualifikasi Eva-Deddy, Akademisi Unila: Bawaslu Lampung-KPU Balam 'Boikot' Kedaulatan Rakyat

Diskualifikasi Eva-Deddy, Akademisi Unila: Bawaslu Lampung-KPU Balam

Dedi Hermawan. (Foto Istimewa)

Saibumi.com, Bandar Lampung - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung dan KPU Kota Bandar Lampung (Balam) membatalkan arau mendiskualufikasi pencalonan pasangan calon (Paslon) Wali Kita-Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana-Deddy Amarullah, pada Pilkada 2020.

Padahal sebelumnya, paslon nomor urut 03 tersebut telah dinyatakan KPU Kota Bandar Lampung sebagai pemenang Pilwakot 2020.

BACA JUGA: Awalnya Mengaku Terkejut, Akhirnya KPU Bandar Lampung Ikut Bawaslu Provinsi Batalkan Pencalonan Eva-Deddy

Menanggapi hal itu, Akademisi Universitas Lampung (Unila) Dedi Hermawan, memberikan lima catatan terkait pembatalan tersebut.

"Pertama, keputusan sidang Bawaslu Lampung yang kemudian ditindaklanjuti KPU Bandar Lampung untuk mendiskualifikasi paslon 03 sebagai pemenang dalam pilwakot Bandar Lampung 2020 sangat mencederai proses demokrasi yang telah berjalan dengan baik, aman dan terkendali dalam setiap tahapannya," ujar dia, melalui pesan WhatsApp kepada Saibumi.com, Minggu, 10 Januari 2021.

Menurut Dedi, keputusan ini penuh kontradiksi dan dapat menimbulkan berbagai spekulasi liar terhadap Bawaslu dan KPU Bandar Lampung.

"Itu karena pilkada yang telah berjalan realtif baik, aman, terkendali, legitimit dan demokratis, tiba-tiba disabotase setelah melewati garis finish," jelas Dedi.

Kedua, lanjut dia, keputusan sidang Bawaslu Lampung yang menyatakan Terlapor (Eva-Dedy) terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran secara terstruktur, sistimatis, dan masif (TSM) berupa perbuatan menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk memperngaruhi penyelanggara pemilihan dan/atau pemilih, adalah penuh kejanggalan dan kontrakdiksi.

"Sebab, seluruh tahapan pilwalkot telah berjalan baik, aman dan terkendali. Setiap pelanggaran yang terjadi telah diproses oleh Bawaslu Kota dan Bawaslu Provinsi," terang Dedi.

Oleh karena itu, lanjut dia, menjadi lucu jika di akhir kompetisi demokrasi ini, tiba-tiba dinyatakah bahwa paslon 03 telah melakukan pelanggaran TSM.

"Apalagi Bawaslu Kota dan Bawaslu RI turut mengawal pelaksanaan pilwalkot Bandar Lampung, yang sekali lagi telah berjalan dengan baik, aman dan terkendali," tutur Dedi.

Ketiga, terus dia, KPU Bandar Lampung juga sangat tak bernyali dan minimalis dalam memposisikan diri dan memainkan peran sebagai aktor/lembaga demokrasi.

"Tidak ada sedikitpun keberpihaknnya terhadap daulat rakyat kota Bandar Lampung, yang telah berpartisipasi dan memutuskan politiknya dan menghasilakn perolehan suara untuk ketiga paslon, serta memberikan suara mayoritas kepada paslon 03," urai Dedi.

Dijelaskan, KPU Bandar Lampung tidak progresif dalam membela daulat politik warga Kota Bandar Lampung dan lebih memilih berperan safety, dengan berlindung di ketentuan normatif semata.

"Keempat, partisipasi politik yang hampir 70 persen dan meningkat dibanding pilkada sebelumnya, sepertinya dianggap sepi oleh KPU dan Bawaslu," ujar Dedi.

Tidak sedikipun apresiasi terhadap kehendak rakyat yang merupakan jantung demokrasi sesungguhnya.

"Sekali lagi, tindakan mendiskualifikasi paslon 03 merupakan tindakan 'boikot' terhadap kehendak dan daulat rakyat," tegas Dedi.

Oleh karena itu, menurut dia, sudah sepantasnya para anggota penyelenggara pilkada ini untuk dievaluasi dan diaudit etika demokrasinya, atas tindakannya mengabaikan daulat politik warga Bandar Lampung.

Kelima, lanjut Dedi, masih ada harapan terakhir pada Mahkamah Agung (MA) atau Mahkamah Konstitusi (MK) dan institusi terkait lainnya, berkaitan dengan 'dagelan' para penyelenggara pilkada Bandar Lampung 2020, dengan keputusan kontroversinya mendiskualifikasi paslon 03.

"MA akan mengambil keputusan dengan jernih, komprehensif, legal dan berpihak terhadap esensi demokrasi, sehingga keadilan akan datang bagi warga Kota Bandar Lampung yang telah semangat tinggi dan mengorbankan dirinya untuk berpartisipasi walaupun ditengah pandemi Covid 19," kata Dedi. (*)

BACA JUGA: Audisi LIDA 2021 Zona Lampung Batch 2 Digelar Virtual

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong