Logo Saibumi

Ingat, Kebersihan Kamar Tidur Berpengaruh pada Risiko Demam Berdarah

Ingat, Kebersihan Kamar Tidur Berpengaruh pada Risiko Demam Berdarah

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang tidak boleh disepelekan begitu saja.

Ternyata, tidak menjaga kebersihan kamar tidur bisa meningkatkan risiko seseorang terserang penyakit ini.

BACA JUGA: Fisioterapis: Ini Tiga Cara Tetap Banyak Gerak Meski Kerja sambil Duduk

Seperti diketahui, demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus. 

Saat nyamuk menggigit manusia, virus dengue yang dibawa masuk ke dalam tubuh kemudian menginfeksi.

Semakin lama, mulai muncul gejala-gejala penyakit DBD, dilansir dari Halodoc pada Minggu, 10 Januari 2021..

Nah, kebersihan kamar tidur yang tidak terjaga bisa menjadi sarang nyamuk, termasuk nyamuk Aedes aegypti.

Salah satu kebiasaan yang harus dihindari adalah menggantungkan kain atau pakaian secara berantakan di kamar tidur.

Penyakit DBD dan Cara Mencegahnya 

Demam berdarah alias DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari gigitan nyamuk.

Maka dari itu, salah satu cara mencegahnya adalah dengan menghindari gigitan nyamuk.

Nyamuk pembawa virus dengue bisa berada di mana saja, termasuk di dalam rumah.

Hampir semua bagian rumah bisa menjadi habitat nyamuk ini. 

Sayangnya, nyamuk penyebab demam berdarah tidak hanya selalu bersarang di tempat yang kotor atau tidak terawat.

Nyamuk Aedes aegypti nyatanya juga sering ditemukan di tempat bersih di mana terdapat air yang menggenang.

Hal itu yang membuat gerakan 3M menjadi salah satu cara untuk mencegah dan menurunkan risiko penyakit demam berdarah. 

Kementerian Kesehatan Indonesia mencanangkan gerakan 3M untuk mencegah demam berdarah, yaitu menutup semua tempat penampungan atau sumber air, menguras bak mandi, serta mendaur ulang barang bekas.

Selain itu, menjaga kebersihan rumah secara keseluruhan juga perlu dilakukan, sehingga tidak menjadi sarang nyamuk yang bisa meningkatkan risiko DBD. 

Ada juga beberapa cara lain yang bisa dicoba terapkan agar risiko penyakit demam berdarah menurun.

Kamu bisa menurunkan risiko demam berdarah dengan menggunakan obat nyamuk pada pagi maupun malam hari.

Kamu bisa memilih jenis obat nyamuk semprot, bakar, elektrik, atau mengoleskan losion antinyamuk.

Mencegah gigitan nyamuk juga bisa dilakukan dengan tidak membiarkan nyamuk masuk ke dalam rumah maupun kamar tidur.

Untuk itu, cobalah memasang kasa di setiap jendela atau ventilasi udara.

Selain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, mencegah gigitan nyamuk juga bisa dilakukan dengan menjaga diri sendiri. 

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk adalah mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar rumah.

Kamu juga bisa melengkapinya dengan mengoleskan losion antinyamuk setiap akan beraktivitas.

Selain itu, risiko demam berdarah juga bisa diturunkan dengan mendapatkan vaksin demam berdarah. 

Penyakit demam berdarah tidak boleh dianggap sepele.

Seseorang yang mengidap penyakit ini biasanya akan mengalami gejala ringan, terkadang bahkan tidak merasakan gejala sama sekali.

Namun, bukan berarti penyakit ini tidak berdampak. Demam berdarah juga bisa menyebabkan gejala berat, misalnya perdarahan.

Selain itu, DBD yang tidak ditangani dengan tepat juga bisa memburuk dan memicu komplikasi, bahkan berujung pada kehilangan nyawa.

Selain menjaga kebersihan lingkungan dan melindungi diri, mencegah risiko demam berdarah juga bisa dilakukan dengan memperkuat kekebalan tubuh.

Salah satu caranya dengan mengonsumsi multivitamin khusus.  (*)

BACA JUGA: Bacalah, Penelitian Sebut Minyak Kayu Putih Dapat Cegah Corona

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong