Logo Saibumi

Keputusan yang Baik Menghindari Polemik Pembelajaran Daring
Oleh: Elga Zultian*

Keputusan yang Baik Menghindari Polemik Pembelajaran Daring

Elga Zultian (Foto: Istimewa)

PADA Jum’at, 20 November 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim bersama Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama mengeluarkan keputusan akan memperbolehkan pembelajaran secara luar jaringan (luring).

Menanggapi hal tersebut, penulis sependapat dengan keputusan di atas. Ini langkah yang perlu memperoleh persetujuan dan dukungan dari berbagai pihak demi perubahan sistem belajar, dimana yang terjadi di masyarakat banyak pelajar yang kesulitan untuk mengikuti pembelajaran secara dalam jaringan (daring).

BACA JUGA: Refleksi 2020, Optimisme dan Tantangan Berat di 2021

Banyak terjadi kasus-kasus yang diakibatkan dari pembelajaran daring dari kurun waktu beberapa bulan ke belakang.

Mulai dari mahasiswa yang meninggal karena terjatuh dari menara masjid pada saat mencari sinyal, sampai siswa SMA yang bunuh diri karena kesulitan mengikuti pembelajaran.

Beberapa faktor yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembelajaran daring yang semestinya sudah mulai dilakukan secara perlahan untuk ke luring.

Pertama adalah adanya ancaman putus sekolah karena terkenda dampak dari Covid-19, karena faktor ekonomi keluarga atau bahkan orang tua sudah melihat tidak ada peranan sekolah dalam pembelajaran anaknya.

Kedua, adanya ancaman tumbuh kembang anak yang terhambat karena ketidakmeratannya fasilitas ataupun akses dan kualitas yang diterima murid.

Lalu adanya resiko “learning loss”, dimana hilangnya pembelajaran yang mempengaruhi aspek kognitif maupun pembentukan karakter dari murid.

Apabila pembelajaran secara luring ini dilaksanakan, maka peran pemerintah daerah dan pusat sangat diperlukan untuk keamanan dan kenyamanan belajar.

Itu karena pembelajaran ini akan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku, sehingga keamanan dari paparan virus Covid-19 akan lebih terjaga.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku seperti perilaku 3M yaitu mencuci tangan pakai sabun, menggunakan masker saat beraktivitas, dan menjaga jarak.

Ini juga perlu dilaksanakan ketika pembelajaran secara luring, agar ke depannya dapat aman dan nyaman bagi siswa, tenaga pengajar, orang tua, maupun pemerintah.

Semoga langkah yang diambil para regulator selalu mengedepankan aspek keamanan dan kenyamanan dari berbagai pihak.

Dengan adanya langkah pembelajaran secara luring ini diharapkan dapat menjadi langkah yang baik ke depannya dan mampu memajukan kualitas pembelajaran yang ada di Indonesia.

*Penulis Mahasiswa Digital PR Telkom University

BACA JUGA: Agama dan Konflik

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong