Logo Saibumi

Kuasa Hukum Yutuber Beberkan ‘Dosa’ Paslon 03 di Pilwakot Bandar Lampung

Kuasa Hukum Yutuber Beberkan ‘Dosa’ Paslon 03 di Pilwakot Bandar Lampung

Saibumi.com (SMSI) Bandar Lampung - Kuasa Hukum Pelapor dari Pihak Yutuber Prof Yusril Ihza Mahendra dan Ahmad Handoko dalam persidangan dugaan pelanggaran administrasi pemilihan TSM optimistis gugatan dikabulkan oleh Bawaslu.

Yusril mengklaim pihaknya telah berhasil membuktikan 50 persen dugaan pelanggaran TSM tersebut dalam persidangan. Hal itu pun sudah disampaikan dalam sidang pembacaan kesimpulan atas proses persidangan pelanggaran administrasi pemilihan TSM Pasangan Calon Nomor Urut 03 Eva Dwiana-Deddy Amarullah.

"Dalam persidangan TSM yang memakan waktu singkat ini, Pelapor telah berhasil membuktikan terjadi pelanggaran administrasi pemilihan TSM dilebih dari 50 persen dari total kecamatan se-Kota Bandar Lampung yang dilakukan dengan melibatkan struktur pemerintah kota Bandar Lampung (terstruktur), direncanakan dengan matang dan rapi (sistematis) dan berdampak luas pada hasil pemilihan Kota Bandar Lampung Tahun 2020," kata Yusril Ihza Mahendra, melalui siaran persnya, Minggu 3 Januari 2020.

Lebih lanjut Yusril menyebutkan, pelapor telah berhasil membuktikan pelanggaran yang dilakukan oleh paslon nomor urut 03. Di antaranya, pembagian beras lima kilogram kepada warga di 12 kecamatan, pengerahan ASN dari mulai camat, lurah, dan Linmas di 11 kecamatan, pembagian uang Rp 200 ribu kepada kader PKK di dua kecamatan, Penghadangan dan pembubaran paksa kegiatan sosialisasi Bakal Pasangan Calon dan kegiatan paslon nomor urut 02 hingga tindakan anarkhis di tiga kecamatan.

"Tindakan tidak netral ASN perangkat kelurahan, RT dan Linmas yang merangkap sebagai KPPS di tujuh kecamatan, terdapat tindakan-tindakan tidak netral berupa pemecatan RT dan Linmas dan penghentian bantuan beras lima kilogram karena menolak memilih paslon nomor urut tiga di lima kecamatan,” sebut Yusril Ihza Mahendra.

Yusril mengungkapkan, bukti tersebut diperkuat dengan saksi-saksi bahwa dari semua bukti surat dan keterangan saksi-saksi fakta yang diajukan pelapor semuanya mengarah kepada paslon nomor urut 03 (Terlapor).

"Terlampir sama sekali tidak menghadirkan saksi fakta yang dapat membantah saksi-saksi fakta pelapor," ungkap Yusril Ihza Mahendra.

Kata Yusril, dengan terbukti telah terjadi pelanggaran TSM dan terbukti pula bahwa satu-satunya pihak yang menerima manfaat atau diuntungkan oleh pelanggaran TSM itu adalah paslon nomor urut 03, maka terdapat cukup alasan hukumnya bagi Majelis Pemeriksa Bawaslu Provinsi Lampung untuk menyatakan Pasangan Calon Nomor Urut 03 terbukti telah melanggar pasal 73 ayat ayat (2) juncto Pasal 73 ayat (4) dimana Pasangan Calon Nomor Urut 03 terbukti diuntungkan oleh pelanggaran TSM yang dilakukan oleh Pihak lain, sehingga layak dijatuhi sanksi pembatalan (diskualifikasi) sebagai Pasangan Calon.

 

 

 

Laporan Reporter Saibumi.com Eva Suryani

BACA JUGA: Di-Rapid Test Antigen, Artis asal Lampung Andika Eks 'Kangen Band' Positif Covid-19

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong