Logo Saibumi

Lima Konspirasi Vaksin Covid-19, dari Mengandung Microchip hingga Mengubah DNA

Lima Konspirasi Vaksin Covid-19, dari Mengandung Microchip hingga Mengubah DNA

Foto: Ilustrasi/Istimewa

Saibumi.com - Meski vaksin Covid-19 dinilai penting, tetap saja ada orang yang anti dengannya.

Mereka disebut dengan "anti-vaxxer", kelompok orang yang menghindari vaksin lantaran meyakini teori konspirasi yang beredar.

BACA JUGA: Januari 2021 Anak Belajar Tatap Muka di Sekolah, Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Salah satunya klaim bahwa vaksin Covid-19 tidak aman dan para peserta percobaan meninggal setelah mendapat obat ini.

Para ahli telah mengecam teori-teori ini. Bahkan, profesor bakteriologi emeritus di Universitas Aberdeen, Hugh Pennington, mengatakan klaim ini berbahaya.

"Mitos-mitos ini perlu ditangani karena beberapa orang benar-benar mempercayainya. Mereka bisa berbahaya," tutur Pennington, dilansir The Sun dan Suara.com -- jaringan Saibumi.com, Jumat, 4 Desember 2020.

Profesor Pennington dan ahli onkologi serta mantan Kepala Program Kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Karol Sikora, menyanggah beberapa teori gila yang beredar secara daring.

1. Vaksin mengubah DNA

Ada klaim bahwa vaksin akan mengubah DNA dengan memasuki sistem tubuh manusia.

"Pada dasarnya Anda akan menjadi manusia yang dimodifikasi secara genetik," tulis klaim yang beredar di Facebook beberapa waktu lalu.

Pennington mengatakan hal ini tidak mungkin terjadi. Sebab, vaksin Covid-19 merupakan vaksin mRNA, yang tidak menggunakan cara memasukkan virus lemah atau tidak aktif ke tubuh menusia, seperti kebanyakan vaksin lain.

Vaksin mRNA justru 'mengajarkan' tubuh untuk membuat protein yang memicu respon imun agar dapat melawan infeksi, apabila seseorang terpapar di waktu lain.

"Vaksin tidak mendekati DNA Anda," tutur Pennington.

2. Dikembangkan secara cepat

Satu kekhawatiran yang digembar-gemborkan banyak orang di media sosial adalah bahwa vaksin tidak aman karena kecepatan pengembangannya.

“Ilmu di balik (vaksin ini) telah berlangsung selama beberapa tahun. Kecepatan lebih berkaitan dengan uji coba. Tapi mereka (ilmuwan) tidak terburu-buru," jelas Pennington.

Ia menambahkan bahwa ilmuwan dapat merekrut banyak relawan di uji coba mereka karena banyak orang terinfeksi penyakit pernapasan ini di seluruh dunia.

"Puluhan triliun rupiah investasi telah mengalir ke uji coba, mempercepat proses pendanaan yang biasanya melelahkan. tetapi standar umum untuk keamanan dan kemanjuran tidak berubah," sambungnya.

3. Sukarelawan uji coba pertama meninggal

Artikel palsu mulai beredar di media sosial pada bulan April dan mengklaim bahwa ahli mikrobiologi Elisa Granato, yang mengambil bagian dalam uji coba Universitas Oxford, meninggal karena komplikasi setelah disuntik dengan vaksin.

Namun, nyatanya dokter tersebut mengonfirmasi bahwa dirinya masih hidup dan baik-baik saja.

4. Vaksin adalah wajib

Ini adalah sesuatu yang menurut Profesor Sikora tidak akan pernah terjadi.

Undang-undang Kesehatan Masyarakat (Pengendalian Penyakit) 1948 memberi pemerintah kekuasaan untuk mencegah, mengendalikan, dan mengurangi penyebaran infeksi atau kontaminasi.

Tetapi undang-undang secara eksplisit mengatakan pihak berwenang tidak dapat memaksa seseorang untuk melakukan perawatan medis, termasuk vaksin.

Namun, ini akan menyulitkan seseorang apabila ingin bepergian ke negara lain. Sebab, orang perlu sertifikat vaksin untuk bepergian, lanjut Sikora.

5. Vaksin mengandung microchip

Konspirasi ini selalu berkaitan dengan pendiri Microsoft, Bill Gates. Orang-orang percaya bahwa alasan yayasan besarnya, Bill And Melinda Gates Foundation, mendanai penelitian untuk vaksin Covid-19 adalah karena mereka ingin menguasai dunia.

Namun, hal itu tidak pernah terjadi. Mereka tidak bereksperimen pada manusia dan tidak menyertakan tekonologi perangkat keras apa pun, termasuk microchip.

"Microchip harus sangat kecil sehingga tidak akan berfungsi. Itu tidak mungkin," bantah Pennington. (*)

BACA JUGA: Vaksin Covid-19 Beri Kekebalan Instan? Ini Kata Pakar

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong