Logo Saibumi

Ini Tiga Alasan Kita Tetap Perlu Rapid Test Covid-19

Ini Tiga Alasan Kita Tetap Perlu Rapid Test Covid-19

Saibumi.com(SMSI), Bandar Lampung - Saat ini ada dua pemeriksaan untuk memastikan seseorang positif virus corona atau mengidap COVID-19. Pertama, rapid test atau tes cepat dan kedua swab test secara PCR.

Namun dari kedua tes tersebut, hanya hasil dari PCR yang bisa menyatakan seseorang benar-benar positif virus corona.

BACA JUGA: Klinik Pratama Saibumi Berikan Layanan Rapid Test Kunjungan ke Kantor dan Rumah

Lantas kenapa masih perlu adanya rapid test? Padahal, saat ini sudah lebih dari 200 laboratorium di Indonesia digunakan untuk pemeriksaan virus corona secara PCR.

Kondisi saat ini kita semua masih perlu Rapid test karena virus Covid-19 belum ditemukan vaksinnya.

Ini ntuk mendeteksi awal agar tahu seberapa bagus antibody kita, sehingga kita selalu waspada terhadap siapapun ketika bertemu dengan orang lain. Bisa saja kita sendiri atau virus dari orang lain.

Anggota tim komunikasi publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro, menjelaskan ada tiga alasan rapid test masih perlu dilakukan.

"Alasan pertama, karena mesin PCR pada laboratorium itu masih kurang, sehingga tak semua masyarakat Indonesia bisa menjalani swab test secara PCR. Terlebih kondisi demografi Indonesia yang sangat banyak, sehingga membutuhkan SDM yang sangat banyak pula bila melaksanakan tes PCR," ujarnya, dilansir dari Kumparan pada Sabtu, 12 September 2020.

Kenapa rapid test? meski sudah banyak mesin PCR tetapi terbatas. Tak direkomendasikan seluruh penduduk diuji swab dengan PCR

“Populasi 227 juta orang dan tersebar di belasan ribu pulau. (Wilayah) Indonesia besar sehingga kita harus cermat menggunakan SDM,” imbuhnya.

Kedua adalah untuk mengetahui seberapa banyak masyarakat yang berpotensi tertular virus corona. Dengan kata lain, rapid test bisa disebut sebagai alat untuk mendiagnosa awal dan menelusuri penularan. Baru kemudian, mereka yang positif hasil rapid test akan menjalani swab test secara PCR.

“Kedua, prevalensi seberapa banyak orang yang kena COVID-19,” jelas Puteri Indonesia Lingkungan 2010 itu.

Sementara alasan ketiga adanya rapid test, kata dr Reisa, untuk menekan biaya kesehatan setiap uji spesimen virus corona melalui PCR.

Sehingga, pemeriksaan secara PCR lebih dikhususkan untuk mereka yang dinyatakan reaktif atau positif virus corona dari hasil rapid test.

“Ketiga, menekan biaya sistem kesehatan. Hasil rapid test yang kemudian dilanjutkan ke tes PCR,” terangnya.

Meski demikian, menurut dr Reisa, tak semua masyarakat wajib menjalani rapid test.

“Pada prinsipnya rapid test ditujukan kepada orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif. Rapid test tetap dilakukan yang berisiko tinggi, pelacakan yang berkontak dengan yang positif, atau disebut tracing,” pungkas dr Reisa.

Bagi masyarakat Lampung yang ingin melaksanakan rapid test Covid-19 bisa mengunjungi Klinik Saibumi di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa No. 12, Kelurahan Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lampung atau menghubungi nomor telepon (0721) 564- 2445 dan Telepon seluler: 0811-7999-188. Klinik Saibumi beroperasi Senin hingga Sabtu pukul
07.30 - 21.00 WIB.

Harga rapid test di Klinik Pratama Saibumi Rp 150.000 per orang, minimal 10 orang, plus biaya administrasi.

"Klinik Saibumi juga menerima permintaan untuk kunjungan ke rumah dan perusahaan minimal 10 orang dan akan memberikan layanan prima. Anda tidak perlu kuatir untuk datang. Apalagi Klinik Saibumi bersih aman dan nyaman," ujar Direktur Utama Klinik Saibumi, Donny Irawan, Sabtu, 12 September 2020. (*)

BACA JUGA: Intip Tips Agar Ban Awet Bersama Astra Motor Imam Bonjol

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA