Logo Saibumi

Sensus Penduduk Dimulai, Petugas BPS Resmi Tidak Meminta Fotokopi KTP dan KK

Sensus Penduduk Dimulai, Petugas BPS Resmi Tidak Meminta Fotokopi KTP dan KK

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Sensus Penduduk Ofline sudah dimulai, sebanyak 625 petugas sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Bandar Lampung terjun langsung memverifikasi data kependudukan ke rumah warga.

Petugas akan melakukan kerja selama 15 hari dan dibekali identitas petugas Sensus Penduduk BPS Bandar Lampung, dan tidak diinstruksikan meminta fotokopi KTP maupun Kartu Keluarga (KK).

BACA JUGA: Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Kedamaian

Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meminta masyarakat untuk menyambut sensus penduduk secara tatap muka tersebut, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan selama dilakukannya pendataan.

"Saya minta protokol kesehatan ini harus diterapkan dan dijalankan, karena masyarakat harus sehat semuanya. Walaupun semua petugas sensus sudah cek dan dinyatakan sehat, namun tetap harus hati-hati. Pakai sarung tangan, masker, jaga jarak, begitu pula dengan masyarakat, "kata Herman HN, saat melakukan konfirmasi ulang kependudukan oleh BPS Banadarlampung, Selasa, 1 September 2020.

Sensus penduduk ofline ini bertujuan, untuk memverifikasi ulang data kelekapan dan keakuratan. Begitu pula, untuk masyarakat yang belum mendaftarkan secara online akan langsung didata secara tatap muka.

"Untuk mengecek kembali apakah semua anggota keluarga masih tinggal disini dan apakah ada perubahan di dalam KK, atau ada anggota keluarga meninggal dunia setelah dilakukan sensus online kemarin. Ya, mudah-mudahan sensus penduduk kali ini lancar semua, tanpa halangan," ujarnya.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bandar Bandar Lampung Akhmad Nasrudin menjelaskan petugas yang menangani pendataan ada sebanyak  625 orang, dan tersebar di 20 kecamatan dan 126 kelurahan di Kota Bandar Lampung.

"Pelaksanaannya sendiri dapat dihitung efektif di lapangan sekitar 15 hari. Hanya kami berikan tengang waktu sampai akhir bulan september," ungkapnya.

Ia menerangkan, tuga dari tim sensus dilapangan tidak lain hanya melihat KK untuk dicek dan disamakan dengan yang telah di verifikasi, baik yang sudah mendaftar online maupin yang belum. Dan pertugas tidak diintruksikan untuk meminta fotokopi KTP maupun fotokopi KK.

"Hal itu untuk mengetahui kemungkinan besar adanya perubahan data. Begitu juga seperti gelandangan, akan kita lakukan Pendataan," tandasnya.

Petugas sensus yang datang, lanjutnya, akan dibekali identitas resmi dari BPS, berupa atribut baju rompi bertuliskan sensus penduduk, nama pengenal yang dilengkapi dengan barcode nya. Hal itu lanjutnya, guna menghindari adanya pihak lain yang mengatasnamakan petugas sensus.

"Jadi kepada masyarakat, apabila petugas sensus tidak dilengkapi atribut, dan apalagi tidak bisa menunjukkan surat tugas dan nametag berbercode tadi. Jangan siterima, berati itu bukan dari petugas sensus. Jadi tidak bisa dipalsukan," pungkas Akhmad. (*)

 

Laporan Reporter Saibumi.com: Siska Purnama Sari

BACA JUGA: Bravo! Satgas Penanganan COVID-19 Berhasil Tangkap Pembawa Narkoba Saat Razia Masker

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong