Logo Saibumi

Era Bisnis Digital 2020, Work From Home

Era Bisnis Digital 2020, Work From Home

Era Bisnis Digital 2020, Work From Home

Kemunculan Coronavirus atau COVID-19 tanpa diduga membuat kita harus menghadapi situasi yang sulit. Dunia bisnis sangat terpukul lewat kehadiran virus berukuran luar biasa kecil ini. Pemerintah pusat maupun daerah menginstruksikan agar semua perusahaan mengatur para pekerjanya untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH). Opini masyarakat pun terpecah, ada yang menuntut pemerintah memberlakukan Lockdown, ada juga yang menyadari bahwa Lockdown bukanlah solusi karena roda perekonomian harus terus berputar.

Apa itu Work From Home?

BACA JUGA: Rangkul Kreator Muda Lokal, Smartfren Galang Donasi Untuk #BerbagiAntiWasWas

WFH adalah singkatan dari work from home yang berarti bekerja dari rumah. Secara umum biasanya work from home diartikan dengan cara kerja karyawan yang berada di luar kantor. Entah dari rumah, dari cafe atau restoran sesuai dengan keinginan karyawan. Sistem kerja WFH memang memiliki fleksibilitas yang tinggi. Hal ini guna mendukung keseimbangan karyawan antara pekerjaan dan kehidupan.

Tapi nyatanya kini WFH sedang menjadi solusi karena adanya wabah virus corona. Hal ini agar mengurangi risiko penularan virus corona dan keselamatan karyawan.

Seperti dilansir dari jurnal.id berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari Work From Home dan tips untuk tetap produktif selama WFH.

Kelebihan Work From Home (WFH)

1. Menghemat Biaya Pengeluaran bagi Karyawan

Bagi karyawan, kerja dari rumah dapat menghemat biaya makan dan biaya transportasi yang harus dikeluarkan. Berbeda halnya, jika berangkat ke kantor. Biarpun mendapat biaya transportasi dan makan dari kantor, tapi biasanya dengan keluar rumah, cobaan untuk membeli makanan di restoran tertentu membuat biaya yang dikeluarkan lebih dari budget yang telah ditetapkan.

2. Fleksibel

Bekerja dari rumah memang membuat karyawan lebih fleksibel dan dapat menentukan sesuai keinginan ingin bekerja pada jam berapa. Pasalnya, setiap orang memiliki jam produktif yang berbeda satu sama lain. Jam kerja tidak lagi terpaku lagi pada sistem jam 8-5 atau 9-6. Posisi duduk, pakaian serta jam makan bisa disesuaikan sesuai keinginan.

3. Mendekatkan Diri kepada Keluarga

Kerja dari rumah tentu akan sangat menguntungkan seseorang yang telah berkeluarga. Momen ke momen bersama keluarga akan didapatkan seiring waktu berjalan. Meskipun begitu, Anda tetap harus membatasi antara pekerjaan dan keluarga Anda di rumah.

Kekurangan Work From Home (WFH)

1. Terganggu Keluarga

Tidak dapat dipungkiri, kedekatan Anda dengan keluarga juga bisa berakhir menjadi gangguan. Terlebih jika Anda telah memiliki Anak. Anda tidak mungkin mengabaikan mereka begitu saja. Batasan yang Anda lewati dapat menyebabkan Anda meninggalkan pekerjaan.

2. Jam Kerja Tidak Teratur

Sistem kerja dari rumah memang fleksibel, tapi jika Anda terlalu memfleksibelkan diri, Anda tidak akan memiliki batasan jam kerja seperti yang seharusnya. Anda bisa saja terlalu mementingkan pekerjaan di semua hari Anda selama 24/7 atau justru Anda mengabaikan pekerjaan Anda dan menundanya secara terus menerus. Anda

3. Kurang Termotivasi

Bagi sebagian orang, melihat cara orang lain bekerja di kantor adalah sebuah motivasi tersendiri. Lingkungan dengan situasi yang kompetitif di kantor juga menjadi acuan bagi sebagian orang untuk terus melangkah lebih maju lagi. Cara kerja dari rumah yang sendirian ini cenderung mengakibatkan Anda menjadi tidak termotivasi dan kurang kompetitif.

6 Tips Solutif agar WFH Tetap Produktif

Tapi, apakah cara agar wfh dapat membuat Anda tetap produktif? Apakah workload Anda tetap sama seperti Anda bekerja di kantor? Cara untuk tetap memastikan hal-hal tersebut memang berbeda dari satu orang ke orang lainnya. Tapi, ada beberapa hal yang perlu untuk diingat pada setiap karyawan wfh agar tetap fokus dan memisahkan urusan rumah dengan pekerjaan.

1. Miliki Ruang Kerja

Ruang kerja ini tidak harus berupa kantor yang memiliki pintu khusus dalam sebuah rumah. Anda hanya perlu memiliki ruang kerja yang mempersiapkan Anda secara jiwa dan raga dalam mode kerja. Misalnya, Anda dapat menaruh satu meja dan kursi kecil di sudut ruang tamu agar terjauhi dari sofa yang dapat membuat Anda malas. Atau Anda juga dapat bekerja di ujung meja makan agar Anda tetap dapat bekerja sambil ngemil makanan.

Idealnya, hindari tempat-tempat yang dapat membuat Anda bersantai diri. Misalnya seperti kamar tidur atau sofa kesayangan. Coba beberapa tempat di area rumah Anda untuk mengetahui posisi paling nyaman dan paling produktif bagi Anda untuk menyelesaikan pekerjaan.

2. Menetapkan Rutinitas, Termasuk Jam Kerja

Hal ini menjadi bagian tersulit bagi sebagian orang ketika sedang beradaptasi dengan cara work from home. Dengan adanya media sosial yang memungkinkan Anda dengan atasan atau klien dapat menghubungi Anda secara 24/7. Cobalah untuk bekerja sesuai dengan jam kerja di kantor, misal jika di kantor dari jam 09.00 – 18.00, maka lakukan jam yang sama ketika Anda work from home.

Jadwalkan juga jam istirahat yang sama seperti yang Anda lakukan di kantor jika memang memungkinkan. Idealnya, Anda harus mencoba untuk menyisakan waktu untuk beristirahat untuk sekedar minum kopi atau berjalan-jalan di sekitar halaman rumah. Sehingga Anda tidak akan menjadi stress karena berdiam diri terlalu lama. Jika memang tidak memungkinkan keluar rumah, Anda dapat melakukan hobi seperti menonton film atau memasak makanan kesukaan.

Bagi sebagian karyawan, work from home ini membuat karyawan tersebut merasa terisolasi. Cobalah untuk berinteraksi dengan teman kerja secara teratur. Tanya bagaimana keadaan mereka atau hanya sekedar mengatakan “Halo!” dan “Selamat pagi.” ketika akan memulai bekerja di pagi hari. Anda juga dapat melakukan rapat dengan aplikasi agar tetap menjaga jalur komunikasi. Bagaimana pun caranya Anda dapat terhubung, jangan sampai email menjadi satu-satunya jalan Anda berinteraksi dengan teman kerja.

Pada akhirnya, coba untuk akhiri pekerjaan Anda pada waktu yang sama setiap hari. Jelas, memang ada saatnya suatu pekerjaan menjadi terlambat karena sudah di luar jam kerja. Namun jangan memaksakan diri, Anda harus tetap menanggapi email pekerjaan yang masuk pada jam 22:00 di keesokan harinya.

3. Berpakaian Rapi

Memang, mungkin terlihat aneh ketika Anda work from home tapi berpakaian seperti akan pergi ke kantor. Idealnya, ketika Anda di rumah, Anda pasti ingin berpakaian piyama atau baju ala kadarnya. Tetapi, untuk menjaga rutinitas dan produktivitas, cobalah untuk berpakaian rapi dalam waktu yang Anda tentukan untuk bekerja. Ini akan membantu Anda untuk tetap merasa bekerja. Terlebih, jika Anda harus melakukan video call dengan atasan atau klien Anda.

4. Kenali Tubuh Anda

Anda harus mengetahui bagaimana tubuh Anda merasa nyaman ketika bekerja. Misal Anda dapat membeli kursi yang nyaman untuk bekerja. Walaupun initerkesan berlebihan atau menjadi pengeluaran, tapi sulit bukan untuk bekerja dengan keadaan punggung yang pegal karena tidak nyaman?

Luangkan juga waktu untuk bangun dari kursi dan regangkan kaki tangan dan badan Anda dan pastikan ruang kerja cukup terang sehingga tidak menyakiti kedua penglihatan Anda. Menurut The American of Ophthalmology, terdapat aturan 20-20-20, yaitu 20 menit tidak melihat layar komputer, lalu memfokuskan mata Anda pada sesuatu yang berjarak 20 kaki dari Anda selama 20 detik.

5. Jangan Terganggu dengan Hal Kecil di Rumah

Pastikan semua orang di keluarga Anda tahu bahwa ketika Anda bekerja, Anda tidak bersedia untuk menyelesaikan pertengkaran anak-anak. Disinilah gunanya ruang kerja, Anda dapat terisolasi dari area umum keluarga. Anda juga dapat memiliki earphone agar anggota keluarga Anda tahu bahwa Anda tidak dapat diganggu dan tidak dapat mengobrol selama jam kerja.

Jika memang Anda sudah memiliki anak, biasakan untuk melakukan hal yang sama ketika Anda sedang bekerja di kantor. Jangan sampai Anda terlena untuk merubah kebiasaan Anda dengan anak ketika sudah work from home. Selain mengurangi produktivitas, ini juga akan menurunkan kinerja Anda terhadap perusahaan dan justru dapat berakibat yang lebih fatal terhadap kehidupan masa depan anak.

6. Dapatkan Peralatan yang Anda Butuhkan

Anda sudah mendapatkan saran tentang berbagai tambahan alat seperti meja, kursi dan earphone untuk bekerja dari rumah. Anda juga dapat mengajukan peralatan yang menurut Anda dapat menjadi investasi perusahaan. Misalnya laptop, mouse, keyboard tambahan serta aplikasi penggajian, hingga aplikasi keuangan.

Penggunaan teknologi memang semakin mendukung cara kerja wfh. Selain laptop maupun mouse, Anda juga dapat menggunakan google hangout atau zoom untuk meeting dengan atasan atau rekan kerja atau berkomunikasi dengan klien. Anda juga harus memastikan bahwa Anda memiliki jaringan internet yang baik, jangan sampai meeting Anda terputus karena jaringan yang tersendat.

BACA JUGA: Bersama Tiara Idol, Smartfren Ajak Berinternet Anti Waswas

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong