Logo Saibumi

SIMPUL Tuding Dinsos Lamteng Lakukan Praktek Mal-Administrasi

SIMPUL Tuding Dinsos Lamteng Lakukan Praktek Mal-Administrasi

Saibumi.com (SMSI) Lampung Tengah - Carut marutnya penerima bantuan tunai Rp 600 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Lampung Tengah, yanv diduga karena adanya indikasi penggunaan data lama yang dilakukan oleh Dinas Sosial setempat.

Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (SIMPUL) menuding Dinas Sosial Lamteng telah melakukan prakter mal-administrasi.

Ketua Simpul, Rosim Nyerupa mengatakan pemerintah Kabupaten Lamteng dalam hal ini Dinsos memakai data lama terkait penerimaan bantuan dari Kemensos.

Ia menjelaskan, peran Dinas Sosial  sebagaimana termaktub di dalam Pasal 6 Permensos 5 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dimana Pendataan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dilaksanakan oleh dinas/instansi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dibidang sosial.

"Pengelolaan dan penyajian data merupakan kegiatan pemeriksaaan data dan dokumen, pembersihan data, pemeringkatan data, pembuatan daftar dan tabulasi data serta penyajian data," paparnya

Sementara untuk warga non DTKS maka proses pengajuan dilakukan oleh RT/RW untuk diverifikasi dan divalidasi oleh pemerintah daerah kemudian diverifikasi dan divalidasi untuk ditetapkan menjadi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) oleh Pemerintah.

Pedoman umum verifikasi dan validasi data terpadu penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu merupakan acuan bagi pemerintah pusat dan daerah agar data penerima program valid, tepat sasaran, tepat waktu.

Mekanisme Verifikasi dan Validasi Data kepada penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah dengan tahapan yang tercantum di dalam Pasal 5 ayat 1 huruf a - g Permensos No. 28 Tahun 2017 tentang Pedoman Umum verifikasi dan Validasi data terpadu penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu.

"Selanjutnya, monitoring dan evaluasi bertujuan untuk mengamati perkembangan dan kemajuan pelaksanaan tahapan verifikasi dan validasi data terpadu penanganan fakir miskin dan orang tidak mampu di daerah. Terutama Monitoring dan pelaksanaan kunjungan ke rumah tangga," imbuhnya.

Pengecekan ke lapangan membuat data penerima bansos lebih akurat apakah sudah sesuai dengan kriteria masyarakat miskin dan tidak mampu atau masyarakat yang terdampak Covid-19.

Dinas sosial lanjut Rosim yang memiliki kewenangan untuk melakukan pendataan DTKS terkesan tidak serius dan kurang cermat. Tidak seharusnya Dinas Sosial mengkambinghitamkan Pemerintah Desa dengan dalih ditahun 2019 Dinas Sosial sudah melakukan Sosialisasi dan Bimbingan teknis (BIMTEK) kekecamatan yang dihadiri oleh kakam dan lurah untuk melatih operator kampung dalam hal inputing data Kemiskinan.

Kemudian, setiap harinya Dinas Sosial selalu siap melayani operator kampung yang terkendala dalam penginputan data kemiskinan akan tetapi hanya 40 persen dari 311 kampung dan kelurahan yang sudah melakukan verifikasi dan validasi pendataan.

"Timbul sebuah pertanyaan ada apa dengan Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial? Kenapa persentase penginputan data kemiskinan di Lampung Tengah hanya 40 persen? Apakah Dinas Sosial telah melakukan tahapan verifikasi dan validasi data, monitoring, dan evaluasi terutama Monitoring dan pelaksanaan kunjungan ke lapangan?,” tanya Rosim.

Menurutnya, apabila terjadi pembiaran tidak adanya transparansi data, perbaikan data, dan pemecahahan masalah terhadap

Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (Non-DTKS) yang akan diajukan menjadi DTKS maka patut diduga Dinas Sosial melakukan praktek mal-administrasi dan dapat di laporkan ke Ombudsman.

"Dapat disimpulkan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dalam hal ini Dinas Sosial memakai data lama sehingga mengindikasikan Lampung Tengah merupakan kabupaten yang tidak melakukan pembaharuan DTKS," ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah pusat melalui berbagai imbauan dan kebijakan telah berupaya kerja keras dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Selain itu, solusi yang dihadirkan pemerintah dibidang sosial dan ekonomi dalam rangka mencegah dampak pandemi dibidang perekonomian melalui berbagai bantuan sosial seperti bantuan sembako dan bantuan sosial tunai dinilai tepat dan dianggap sangat membantu masyarakat khususnya masyarakat kelas menengah kebawah

Belum lama ini, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan sosial tunai sebesar Rp 600.000kepada masyarakat. Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Sosial, Juliari P Batubara bahwa bantuan sosial tunai dan bantuan sembako harus selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri. Hal ini merupakan intruksi Presiden Joko Widodo. Pemerintah menargetkan bantuan sosial tunai dapat tersalurkan untuk sembilan juta kepala keluarga yang belum menerima bantuan apapun. Bantuan ini merupakan salah satu upaya meminimalisasi dampak pandemi virus Covid-19 di Tanah Air.

Dinas Sosial Provinsi Lampung telah melakukan rekapitulasi penerima bantuan sosial sebanyak Rp 330.007 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 15 Kabupaten/Kota mencapai Rp 594.012.600.000, di antaranya kabupaten/kota lainnya, Lampung Tengah tercatat sebanyak Rp 35.011, Kepala Keluarga (KK) sebesar Rp 54.819.000.000.

Setelah bantuan sosial tunai Rp 600 ribu disalurkan kepada penerima bantuan di Lampung Tengah menuai polemik ditengah masyarakat yang bermunculan. Hal ini disebabkan data penerima yang keluar dianggap acak-acakan dan tidak tepat sasaran.

Dengan berbagai temuan dilapangan tersebut, jika dicermati, data yang ada di Dinas Sosial Lampung Tengah acak-acakan alias amburadul.

“Kita sangat menyayangkan hal ini terjadi, padahal sebelumnya Kementerian Sosial jelas telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah sebelum bantuan itu disalurkan. Namun silangsingkarut data penerima Bansos Covid-19 hari ini adalah jawaban atas kinerja Kepala Dinas Sosial Lampung Tengah yang patut dievaluasi. Kita juga mendesak DPRD untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial terkait masalah ini," pungkasnya.

 

Laporan Reporter Saibumi.com Sansurya

BACA JUGA: Peduli Dampak Corona, Taufik Basari Bagikan 8 Ton Beras dan Ribuan Paket Bahan Pangan

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong