Logo Saibumi

DOKTER SAIBUMI: Karang Gigi Picu Penyakit Kronis, Kok Bisa Ya?

DOKTER SAIBUMI: Karang Gigi Picu Penyakit Kronis, Kok Bisa Ya?

Foto: Pixabay.com

Saibumi.com (SMSI), Bandar Lampung - Membiarkan karang pada gigi dapat memicu berbagai permasalahan kesehatan tubuh. Salah satu yang harus diwaspadai yakni, munculnya penyakit jantung dan stroke.

Dokter Klinik Utama Saibumi drg. Finnie Luthfia Suheri menjelaskan, risiko penyakit jantung, bisa juga berhubungan dengan kesehatan gusi. Diduga bakteri dan mikroorganisme yang terdapat dalam plak gigi bisa masuk ke dalam aliran darah dan menimbulkan reaksi peradangan.

"Kondisi ini yang menyebabkan kerusakan dan penyumbatan pada pembuluh darah. Nah, apabila aliran darah tersumbat, maka risiko terkena penyakit jantung akan meningkat," kata Finnie kepada Saibumi.com, Senin 2 Maret 2020.

Sementara, penyakit mulut yang terbentuk akibat adanya karang gigi, diantaranya gingivitis (radang gusi), gigi tanggal, dan bau mulut. Jika dibiarkan terus berlanjut maka dapat menimbulkan penyakit periodontal atau penyakit di sekitar jaringan pendukung gigi.

"Kondisi ketika peradangan sudah menyebar hingga ke tulang alveolar gigi, akibatnya tulang gigi dan jaringan disekitarnya bisa mengalami kerusakan. Hal tersebut menyebabkan gigi berlubang, mudah goyah dan bahkan terlepas dari soketnya. Dan dapat menyebabkan bau mulut, dan menurunkan kepercayaan diri," bebernya.

Finnie menjelaskan, karang gigi terbentuk dari adanya plak-plak pada gigi yang mengeras dan tumbuh sedikit demi sedikit. Sementara plak gigi terbentuk ketika bakteri dalam mulut bercampur dengan protein dan sisa-sisa makanan. 

"Lapisan tipis plak gigi terdiri dari beragam jenis mikroorganisme yang menempel pada sela gigi dan gusi. Mikroorganisme ini berasal dari makanan yang masuk ke mulut kita saat makan," ungkapnya.

"jika tidak dibersihkan secara optimal tumpukan lambat laun akan mengeras dan berubah menjadi karang gigi," tambahnya.

Menurutnya, kecepatan pembentukan karang gigi setiap orang berbeda beda, tergantung pada kadar PH air liur dan kebiasaan menjaga kebersihan rongga mulutnya. Namun, jika sudah terindikasi adanya karang gigi bisa dibersihkan dengan perawatan dokter untuk mengembalikan gigi seperti semula.

"Untuk cara penangannya kita harus scalling setiap 6 bulan sekali ke dokter gigi, karena biasanya pembersihan gigi sendiri dengan sikat gigi masih kurang maksimal. Ada beberapa bagian yang tidak dapat tergapai oleh sikat gigi, terutama untuk gigi yang susunannya tidak rapi sehingga makanan banyak menumpuk di gigi tersebut sehingga berpotensi terbentuk karang gigi," pungkasnya.

Bagi Anda yang ingin melakukan perawatan gigi rutin agar tidak terbentuk plak pada gigi, silahkan kunjungi Klinik Utama Saibumi yang terletak di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa No. 12, Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung. Untuk pendaftaran dan jadwal praktik dokter hubungi 0811-7999-188. (*)

Laporan Reporter Saibumi.com, Siska Purnama Sari.

BACA JUGA: Bayi 45 Hari Jadi Pasien Covid-19 Termuda di Korea

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA

Bethsaida Hospital | Rumah Sakit Tangerang, Gading Serpong