Logo Saibumi

3 Fakta Menarik Dari Investasi Alibaba Pada Tokopedia

3 Fakta Menarik Dari Investasi Alibaba Pada Tokopedia

Ist

Raksasa ecommerce asal China, Pada tahun 2017 lalu Alibaba Group menyuntikkan dana investasi sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp14 triliun pada Tokopedia. Nilai ini membuat Tokopedia masuk dalam jajaran ecommerce Unicorn di Indonesia.

Tokopedia perusahaan marketplace terbesar di Indonesia, membuat kejutan setelah mendapatkan investasi dari Alibaba. Nilainya begitu fantastis mencapai 14 Triliun Rupiah, bahkan nilai ini mengangkat valuasi dan membawa Tokopedia masuk dalam jajaran startup ecommerce Unicorn di Indonesia.

Lalu seperti apa fakta dari pendanaan besar-besaran terhadap Tokopedia ini? Terlebih, total dana segar yang disuntikkan begitu besar sekali – terutama untuk ekosistem ecommerce yang saat ini mulai tumbuh di Indonesia. Berikut 3 fakta menarik di dalamnya. Yuk simak ulasannya.

1. Investasi terbesar dari Alibaba

Investasi yang dibenamkan Alibaba Group pada PT Tokopedia, perusahaan marketplace terbesar di Indonesia, senilai USD1,1 miliar atau setara Rp14,7 triliun merupakan yang terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, perusahaan dari China ini memperluas bisnis jual beli online di pasar Asia Tenggara dengan membeli saham senilai US$1 miliar atau sekitar Rp13 triliun dari Lazada Group. Langkah ini membuat Alibaba jadi pemilik saham mayoritas dan mengendalikan Lazada.


2. Startup ecomerce unicorn di Indonesia

Tokopedia, sebagai startup yang bergerak di bidang C2C (costumer-to-costumer, atau costumer-to-consumer) ecommerce, kini masuk dalam klub Unicorn alias perusahaan pemula dengan valuasi lebih dari $1 miliar (sekitar Rp13,1 triliun atau lebih). Ini merupakan capaian luar biasa dari sebuah perusahaan rintisan asal Indonesia.

Tokopedia sejak beberapa tahun terakhir memang telah digadang-gadang masuk dalam jajaran klub Unicorn di tanah air. Pasalnya, perkembangan bisnisnya sangat menjanjikan sehingga mampu menarik minat investor.

Betapa tidak, berdasarkan data SimilarWeb, Tokopedia merupakan website terpopuler kesembilan di Indonesia, yang tertinggi di antara website serupa seperti OLX maupun Lazada. Masih oleh SimilarWeb, aplikasi Tokopedia menempati peringkat kedua dari daftar aplikasi yang paling sering digunakan pada smartphone Android di Indonesia.

3. Siap bersaing dengan Amazon

Beberapa minggu lalu Amazon.com Inc – raksasa ecommerce asal Amerika Serikat – telah meluncurkan layanan perdananya di Singapura, Prime Now, layanan pengiriman barang dalam jangka waktu 2 jam. Layanan ini dapat mengirim barang apa saja, mulai dari minuman ringan sampai smartphone Samsung terbaru.

Singapura hanya merupakan langkah awal Amazon sebelum pada akhirnya masuk di negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Indonesia. Melihat peta besar tersebut, tak heran investasi Alibaba Group ke Tokopedia – yang merupakan perusahaan ecommerce nomor 2 terkuat di Indonesia – nampaknya merupakan strategi penting untuk mendominasi pasar Indonesia, sebelum Amazon masuk ke tanah air.

Terlebih dalam riset Google memprediksi Indonesia akan menjadi pemain dominan dalam percaturan ecommerce terutama di kawasan Asia Tenggara. Pada 2015 lalu, Indonesia hanya menyumbang porsi 31 persen pada dunia ecommerce kawasan Asia Tenggara. Namun, pada 2025 mendatang, Indonesia akan mengambil porsi hingga 52 persen pada dunia ecommerce Asia Tenggara. Alhasil, Indonesia ialah wilayah yang memiliki potensi sangat baik untuk bisnis ecommerce. (Hitsss)

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.