Logo Saibumi

Kusam Rapuh Tak Layak Huni, Cerita Babe Penjaga Rumah Daswati

Kusam Rapuh Tak Layak Huni, Cerita Babe Penjaga Rumah Daswati

Tampak depan Rumah Daerah Swantantra Tingkat I (Daswati) di Jl. Tulang Bawang, Enggal, Bandar Lampung | Anisah Farras / Saibumi.com

Saibumi.com, Bandar Lampung - Rapuh dan kusam itulah yang bisa tergambar di benak kita ketika melihat bangunan bersejarah Rumah Daswati. 

Namun, dibalik reyot nya rumah ini ternyata ada seseorang yang tinggal di rumah itu dan berbagi keluh kesah serta cerita tentang sejarah Rumah Daerah Swantantra Tingkat I (Daswati). 

Babe, begitulah ia akrab disapa. Saat ditemui Saibumi.com penjaga rumah itu bercerita singkat tentang sejarah Rumah Daswati yang kini kondisinya memprihatinkan, beberapa bagian sudah bocor, bangunan sudah rapuh, dan sebagian ruangan tidak layak huni.  

“Berdirinya bagunan inj pada zaman Belanda sekitar tahun 1920an. Rumah yang awal ini dimiliki oleh Hj. Fatimah dan Bapak Ibrahim,”ungkap Babe kepada Saibumi.com, Sabtu, 14 April 2018.

Lanjutnya, Rumah Daswati merupakan Identitas Lampung, kental dengan sejarah dan bangunan pun sangat artistik. Dahulu, Rumah ini menjadi saksi bisu dalam perencanaan pendirian Provinsi Lampung.

“Tempat ini dulu bernama Daerah swantara tingkat (Daswati) I, Sumatera bagian selatan. Lampung melepaskan diri dari Daswati I,  memiliki daerah tingkat II salah satu nya Kotapraja / kota kembar (teluk betung - tanjung karang). Maka berdirinya itu Kota Bandar Lampung,”jelas dia.

Masih dia, rumah ini menjadi tempat perencanaan digodoknya perencanaan pendirian Provinsi Lampung. Diketahui, rumah ini dulunya milik Kapten Achmad Ibrahim. “Namun, ada kejadian, sang anak menjual rumah ini kepada Pengusaha Cina yang berdomisili Bandung,”tambahnya.

Rumah ini berlokasi sangat strategis yakni di perkotaan tepatnya di Jl. Tulang Bawang, Enggal, Bandar Lampung. Namun, mengapa masih luput dari pengawasan pemerintah. Babe juga mengutarakan bahwa Rumah Daswati ini tidak ada perawatan.

“Hanya sekitar limapuluh persen bagunan yang layak huni, yang masih kelihatan.  Bagian rumah ini adalah rumah keluarga, ruang kamar di bagian depan merupakan bagian ruang kerja Bapak Ibrahim,”beber dia,

Upaya pemerintah hingga saat ini belum nyata untuk menangani secara serius bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi berdirinya Bumi Ruwa Jurai. “Kesulitan dari pihak pemerintah terkait dan anggaran yang tidak sesuai dengan anggaran yang telah disusun. Maka pihak terkait harus menunggu keputusan DPRD,”tutup Babe.(*)

Laporan kontributor Saibumi.com Anisah Farras

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Aplikasi Topos