Logo Saibumi

Pengurus Ponpes di Sukoharjo Nyatakan Tak Ada Pelecehan Seksual, Begini Ceritanya

Pengurus Ponpes di Sukoharjo Nyatakan Tak Ada Pelecehan Seksual, Begini Ceritanya

Suasana Ponpes di Sukoharjo, Pringsewu tetap beraktivitas seperti biasa mengobati pasien yang datang, Minggu, 7 Januari 2018.| istimewa

Saibumi.com, Pringsewu - Salah satu pondok pesantren di Sukoharjo menyatakan tak ada pelecehan seksual seperti yang dituduhkan oleh laporan oknum lembaga swadaya masyarakat dan empat ABG ke Polres Tanggamus.

Pengurus Pondok Pesantren tersebut, Masykur menerangkan mulanya tanggal 31 Desember 2017 terdapat lima oknum anggota lembaga swadaya masyarakat datang. "Di Pesantren kan lagi banyak pasien pengobatan, memang ramai. Lima orang itu datang saat ditanyakan oleh pasien disini tidak menjawab," ungkap dia kepada Saibumi.com Minggu, 7 Januari 2018.

Dia pun ikut menanyakan maksud dan tujuan kepada salah satu oknum tersebut. "Saat saya tanya malah jawab bukan urusan kamu, kalau tidak diladeni saya akan menghancurkan nama baik pesantren maupun pak Kyai," ucap dia mengingat perkataan salah satu oknum kepadanya.

Dia melanjutkan lima orang tersebut salah satunya mengeluarkan kata-kata ancaman. "Kata-kata ancaman tersebut didengar oleh seluruh yang hadir dipesantren saat itu," tuturnya.

Dari kejadian tersebut, lanjut dia, selang tiga hari terdapat pemberitaan yang tidak benar. "Tidak jauh dari kejadian tersebut terdapat berita yang tidak benar mengenai pesantren dan Pak Kyai. Ini sudah pencemaran nama baik, kita akan laporkan ke Polda mengenai berita tidak benar tersebut," ujarnya.

Masykur menambahkan hingga saat ini pondok pesantren tetap melakukan aktivitas seperti biasa. "Seperti biasa pagi hingga siang melakukan pengobatan," bebernya.

Salah satu santri senior, Radnan Arief menerangkan adanya pemberitaan mengenai pelecehan seksual di pesantren yang dilakukan pak Kyai tidak benar. "Pesantren adalah lembaga tertua di Indonesia dan cikal bakal pendidikan Islam. Tidak mungkin menjadi tempat maksiat atau hingga sampai adanya pelecehan seksual," ungkapnya.

Selama menuntut ilmu di pesantren, lanjut dia, tidak pernah melihat adanya tindakan pelecehan seksual seperti yang diberitakan media. "Hal ini bermula dari datangnya lima orang oknum LSM tersebut karena kan ramai yang mau konsultasi dan berobat. Sudah dipersilahkan duduk tapi tidak mau. Dari situ mereka melakukan pengancaman akhirnya timbul berita (pelecehan seksual, ed)," imbuhnya.

Dia melanjutkan sampai saat ini juga belum ada yang mengkonfirmasi ke pondok pesantren dari media yang memuat maupun oknum LSM tersebut. "Kan aneh harusnya ada konfirmasi dari pesantren terutama dengan pak Kyai. Ini karena saat kemari (lima oknum LSM, ed) di pesantren sedang ada tamu. Disuruh duduk tidak mau karena kan nunggu giliran yang datang duluan," ceritanya.

Menurutnya, dari pemberitaan tersebut merupakan pencemaran nama baik. "Apalagi tanpa adanya konfirmasi maupun cross cek ke pesantren," sesalnya.

Kardi Wibowo selaku pengunjung Pondok Pesantren mengaku pada 31 Desember 2017 terdapat lima orang datang dan salah satunya melakukan pengancaman. "Awas kalau tidak dilayani saya hancurkan nama pak Kyai," ucap dia menirukan perkataan salah satu oknum anggota LSM.

Kardi biasa dia dipanggil menerangkan saat kejadian memang sedang mengobati sakit sang istri. "Udah ngomong ngancam, dia langsung pergi kedepan," ujarnya.

Didepan, kata Kardi, mereka berkumpul. "Tidak lama kumpul habis itu pulang (pergi dari pesantren, ed)," tuturnya.

Diketahui, adanya pemberitaan terkait pelecehan seksual yang terjadi di salah satu pondok pesantren di Sukoharjo, Pringsewu dengan melibatkan empat ABG. Kedua dari ABG tersebut didampingi LSM Cakra Indonesia melaporkan ke Polres Tanggamus. (*)

Laporan wartawan Saibumi.com Aji Saktiyanto

Saibumi.com

merupakan portal berita Lampung, media online Lampung yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Lampung, berita terkini Lampung dan berita terkini Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Sample Fixed Banner